Suruh survey lagi..!!
gw yakin udah turun, karena gw aja udah gak beli.. :p


Wassalam,





2009/9/14 Don Rudy <[email protected]>

> 2009/9/14 alfit coys <[email protected]>
>
> >
> >
> > Betul Juga Don Rudy,
> >
> > Kadang saya kalo pulang naek kereta sempet baca2 headline topskor di
> lapak
> > koran..
> > berarti keitung satu yah..
> >
>
>
>
>
>
>
>
> [rudy]
> Daripada ga masuk sama sekali, yang baca juga :D
>
> Source: Nielsen Readership Study Q3 2007
>
> 1.Jawa Pos (Dibaca 1.676.000 orang)
> 2.Kompas (Dibaca 1.664.000 orang)
> 3.Pos Kota
> 4.Top Skor
> 5.Berita Kota
> 6.Kedaulatan Rakyat
> 7.Lampu Merah
> 8.Seputar Indonesia
>
> 21.1.09
> TOPSKOR PENCETAK REKOR
> BAK MENJAJAL maut, suratkabar TopSkor bertaruh untung. Mengharap nasib
> mujur, TopSkor ibarat David yang mencoba menantang dominasi Goliath yang
> selama ini diperankan oleh sebuah tabloid raksasa dwimingguan dengan
> bersegmen pandemen bola. Namun, TopSkor cukup tahu diri. Mustahil melawan
> kedigdayaan dengan perang secara terbuka, ia justru memilih beradu taktik
> dan strategi. TopSkor sengaja memilih kala terbit harian dengan memantik
> keunggulan dalam hal aktualitas, bahkan melewati sang Goliath yang hanya
> mampu melayani pembacanya dua kali dalam sepekan. Jadilah, TopSkor
> menasbihkan diri sebagai harian olahraga pertama dan utama di Indonesia.
>
> “Siaran langsung bola semakin sering. Jadi, penggemar bola jelas lebih suka
> berita yang up to date,” kilah Entong Nursanto, Pemimpin Umum TopSkor. Satu
> lagi kejelian Entong, TopSkor berupaya memenuhi kebutuhan para penggila
> bola
> akan hasil pertandingan yang terkini. ”Ada kebutuhan mereka untuk cepat
> tahu
> hasil pertandingan,” ujar Entong Nursanto yang juga menjabat sebagai
> Direktur PT Trio Warna Gempita sebagai perusahaan penerbitan TopSkor yang
> beralamat di Jalan Pluit Kencana Raya No 64 Jakarta Utara. Dengan hadir
> saban hari, TopSkor menjadi rujukan utama untuk memanjakan penggemar
> sepakbola, yang nyaris separuhnya adalah sekaligus petaruh yang tentu saja
> sangat mendambakan hasil-hasil pertandingan terbaru secara secepat mungkin.
>
> Alasan Entong Nursanto terjun di dunia industri media olahraga karena
> menurutnya mayoritas penduduk Indonesia adalah penggemar berat olahraga,
> terutama sepakbola sebagai cabang krida yang paling populer, dan jumlah itu
> akan terus bertambah dari segala kalangan. Apalagi, lanjut Entong, hingga
> saat ini penggemar sepakbola di Indonesia masih dimanjakan dengan sajikan
> siaran langsung sepakbola secara gratis via layarkaca. Tidak seperti di
> luarnegeri di mana bila orang ingin menonton siaran sepakbola secara live
> harus berlangganan lewat TV kabel, dan itu berarti harus membayar lebih.
>
> Demi membangun TopSkor agar menjadi media olahraga yang tak dianggap
> picisan, Entong Nursanto, yang sebelumnya adalah seorang pengusaha
> percetakan dan jasa fotokopi, tak mau main-main. Ia menggandeng Ronny
> Pangemanan yang memang ahli dalam bidang ini. Dalam acara peluncuran
> perdana
> TopSkor, Ronny Pangemanan menyatakan bahwa latarbelakang diterbitkannya
> TopSkor adalah karena di Indonesia belum pernah ada suratkabar harian yang
> khusus mengupas (hanya) ihwal olahraga. “Padahal masyarakat di Indonesia
> sangat gandrung dengan olahraga, apalagi sepakbola,” lanjut Ronny
> Pangemanan
> yang didapuk untuk memimpin redaksi TopSkor.
>
> Perpaduan antara keuletan Entong dan wawasan Roni menghasilkan kekuatan
> yang
> cukup mengejutkan. Kemunculan TopSkor langsung mendapat respon positif dari
> publik pecinta olahraga, khususnya dari kalangan penggemar sepakbola di
> seantero tanah air. Ketika pertamakali diluncurkan pada 6 Januari 2005,
> TopSkor membuncahkan tiras sebanyak 53 ribu eksemplar. Kurang dari setahun,
> oplah TopSkor menanjak pesat, bertumbuh hingga 400%, yakni mencapai angka
> 150 ribu eksemplar (bandingkan dengan tabloid Bola yang kala itu bertiras
> 400 ribu eksemplar namun sudah terbit sejak 1984). Jalur distribusi TopSkor
> pun perlahan meluas, dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
> hingga ke Lampung.
>
> Soal harga, TopSkor jelas lebih terjangkau. Hanya dengan 2000-2500 perak
> setiap edisinya, bahkan harga promosinya cuma seribu rupiah, para pencinta
> olahraga di Indonesia sudah dimanjakan dengan sajian informasi olahraga
> terkini, baik dari mancanegara maupun berita krida dalamnegeri. Harga yang
> sangat murah jika dibandingkan media-media sejenis membuat pamor TopSkor
> dengan cepat melejit dan hinggap di hati rakyat sebagai media olahraga yang
> tak lagi harus mahal.
>
> Murah tidak harus berarti remeh, itulah TopSkor. Kualitas beritanya tak
> usah
> diragukan. Siapa yang menyangka bahwa TopSkor adalah satu-satunya
> suratkabar
> olahraga di luar Italia yang diberikan lisensi oleh La Gazetta dello Sport
> yang merupakan harian olahraga paling berpengaruh di Italia, juga salahsatu
> yang terbesar di dunia. Di negeri kiblatnya sepakbola itu, La Gazetta dello
> Sport sendiri memiliki oplah yang mengagumkan, yakni mencapai 1 juta
> eksemplar tiap terbitnya.
>
> Dengan mengantongi lisensi resmi dari La Gazetta dello Sport, maka TopSkor
> berhak mengutip seluruh isi berita, juga mencantumkan nama-nama wartawan
> suratkabar La Gazetta dello Sport. Sebuah awal spektakuler yang berhasil
> diraih suratkabar yang baru seumur jagung. TopSkor dengan luarbiasa
> memberikan berita-berita eksklusif yang tidak didapatkan di koran manapun
> di
> negeri ini, namun tak lupa dengan sajian sepakbola Indonesia, juga ranah
> krida lainnya.
>
> Mengusung jargon Langsung, Lugas dan Eksklusif, TopSkor menjelma menjadi
> sebuah pilihan baru bagi para pecinta sepakbola. Maka itu tidaklah
> mengherankan bila TopSkor dinobatkan sebagai koran terbesar ketiga, dinilai
> dari jumlah pembacanya, untuk lingkup Jakarta dan nomor keempat untuk
> tingkat nasional. Sebagai penegasan predikat itu, berdasarkan survei yang
> dilakukan AC Nielsen pada Maret 2007, jumlah pembaca TopSkor secara
> signifikan mencapai angka sekitar 777.000 pembaca. Luar biasa! (Iswara N
> Raditya/Indonesiabuku)
>
> Ciao
> [/rudy]
>
> --
> Cavaliere
> AC Milan atau tidak sama sekal!
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
>
> ==========================================================
> Milis Tabloid BOLA
> Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat
> [email protected]
> ==========================================================Yahoo! Groups
> Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat 
[email protected]
==========================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke