Dikritik biar improve kok malah tersinggung dan bilang menghakimi negeri 
sendiri .. 

================================================================
Capello: Serie-A Dikuasai Suporter
 
FLORENCE, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Inggris Fabio Capello menilai sepak 
bola Italia dikuasai suporter. Pasalnya, selama bertahun-tahun, aksi brutal 
suporter di Italia tetap berlangsung tanpa ada usaha pencegahan signifikan dari 
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Komite Olimpiade Italia (CONI).

Sebelum melatih timnas Inggris, Capello tercatat pernah menangani sejumlah klub 
Serie-A dan Real Madrid. Berdasarkan pengalamannya, ia melatih sejumlah klub 
Serie-A, Real Madrid, dan kini timnas Inggris. Sebagai pelatih, ia sering 
menyaksikan pertandingan di stadion dan, menurutnya, suasana stadion dan 
penerapan sanksi di Inggris dan Spanyol lebih tegas ketimbang di Italia.

"Ultras (pendukung garis keras di Italia) melakukan apa yang mereka inginkan. 
Di stadion, mereka bisa menghina segalanya dan semua orang. (Di Spanyol) ada 
sikap lebih menghormati dan keluarga-keluarga pergi ke stadion dengan anak-anak 
mereka. Ini dunia yang berbeda. Saya ingat (di Spanyol), seorang pendukung 
melempar saya dengan bola kertas dan dibawa keluar (oleh petugas)," papar 
Capello.

"Di Inggris, stadion-stadion penuh. Ada gairah untuk ke stadion. Tak pernah ada 
yang terjadi dan petugas melakukan kerja yang sempurna. Saya sedih dengan apa 
yang terjadi di Italia. Apa yang terjadi adalah penerapan sanksi. Keputusan 
harus diambil oleh pihak berwenang (FIGC) dan klub sehingga orang kembali ke 
stadion dan merasa lebih nyaman," tambahnya.

Sementara itu, Presiden CONI Giancarlo Abete merasa tersinggung mendengar 
komentar Capello. Ia juga menyatakan tak suka kepada mereka yang sukses di luar 
negeri dan melupakan negaranya sendiri.

"Ultras berkuasa? Tentu tidak. Capello telah melatih di Italia. Saya adalah 
temannya dan tidak suka ketika mereka pergi ke luar negeri dan mulai menghakimi 
negara mereka sendiri," ungkapnya.

"Setiap saat gambaran (jelek) tentang pendukung (Italia) itu bisa membingungkan 
karena perilaku sekelompok kecil (meniadakan) perilaku (baik) dari kelompok 
yang lebih besar. Hasilnya telah membuktikan episode di mana kekerasan 
berkurang," tandasnya


Kirim email ke