Gelaran F1 dan Motogp sudah
bubar pekan lalu. Di pihak F1 memunculkan seorang jagoan baru dari daratan
Inggris: Jenson Button, sementara di trek yang lebih sempit Motogp jawaranya
adalah si pelanggan tetap Valentino Rossi! 

 

Kalau tentang Valentino
Rossi kayanya everybody knows him lah… 
hehe. Tak sedikit yang sudah bosan melihat dia angkat piala melulu
sambil menggerutu tak rela: dia lagi… dia lagi… Yaaa, mau apalagi? Memang dia
masih pantas sekali jadi penguasa kelas paling bergengsi di balap motogp ini 
bukan?


 

Itu tentang si kriwil dari
Urbino, tapi tahukah Anda bahwa Jenson Button yang memegang juara dunia F1 2009
ini nyaris jadi pengangguran diujung musim tahun lalu dam sukses ditendang 2
tim karena pebalap lain? 

 

Jenson yang pernah tidak
lulus ujian SIM karena kenekatannya mengambil jalur sempit di antara 2 mobil [1
terparkir, 1 lagi datang dari arah berlawanan]. JB saat itu berumur 17 th,
pertama kali berlabuh di ajang jet darat ini di tim Williams-BMW [2000] karena
tim ini beli pebalap Juan Pablo Montoya, Jenson terpaksa hengkang ke
Benetton/Renault di tahun 2001. 
Pada tahun 2002 JB ditendang lagi karena
Renault memakai test-driver mereka Fernando Alonso, hingga dia pindah untuk
kesekian kalinya ke BAR [sekarang Honda] pada tahun 2003. Di tahun 2004 nasib
baik membuatnya menjadi pebalap utama BAR, dia membuktikan bahwa dirinya patut
dipertahankan karena bisa naek podium sebanyak 10x dan berhasil menempati
posisi 3 di klasemen akhir. Habis itu performa Honda melorot bersama sang
jokinya. 

Puncak kesuraman Honda/Button adalah di tahun 2008. Pada Desember 2008
Honda mengundurkan diri dari kancah F1, Jenson Button kelimpungan dan nyaris
keluar dari gelaran ini karena tidak ada tim yang menampungnya, tempat kosong
di F1 hanya tersedia untuk 1 pebalap itupun diperuntukkan bagi pebalap yunior. 

 

Secercah sinar harapan itu
pun kemudian dibawa oleh seorang Ross Brawn yang membeli seluruh aset tim Honda
dan memberi nama baru Brawn GP. Dengan menggandeng Mercedez-Benz sebagai
pemasok mesin mereka kerja kilat [tidak sampai 1 bulan] menciptakan sebuah
mobil baru untuk Button dan team-matenya Barrichello. Sempat mengalami
kesulitan dalam mengembangkan mobil Brawn GP di pertengahan, mereka berdua
secara bergantian berusaha memperoleh poin untuk konstruktor dan dengan 
mengamakan
poin Button akhirnya bisa menutup awal yang begitu gemilang! 

Namun, Jenson Button
memperoleh gelar ini bukan dengan mudah. Dia rela mengorbankan gajinya semula
dipangkas sekitar 5 juta poundsterling hingga tinggal 3 juta poundsterling.
Jika ada teman, keluarga atau pacar yang mau ikut serta, dia mesti merogoh
kocek sendiri untuk membayar semua akomodasi tersebut [pesawat, hotel, dll]. 

 

Sebuah fakta lain: JB adalah
pebalap ke-10 berkebangsaan Inggris yang telah menjadi juara dunia F1 setelah
Mike Hawthorn, Graham Hill, Jim Clark, John Surtees, Sir Jackie Stewart, James
Hunt, Nigel Mansell, Damon Hill dan Lewis Hamilton. 

 

Nomor mobil yang dipakai
Jenson Button adalah sama dengan nomor yang dipakai Lewis Hamilton sewaktu
menjdai juara dunia F1 yakni: 22. 

 

Jika sampai ada orang yang
meremehkan Jenson Button menjadi juara dunia F1 2009, sebaiknya Anda berpikir
ulang lagi dan cobalah simak perjalanan karirnya yang pantas kita ketahui ini. 
Dia
sangat pantas untuk berdiri di podium tertinggi itu. 

 

Begitu juga seorang Valentino
Rossi, yang selalu berjuang untuk bisa memberikan yang terbaik bagi karirnya. 
Bagaimana
dia terpacu untuk bisa membukukan “yang terbaik” dalam buku agendanya itu
dengan tinta emas. Fans ataupun tidak, kita memang selalu terhibur oleh aksi
Rossi di sirkuit Motogp. 

 

 

Pada akhirnya.. Seorang
pejuang layak mendapat mahkota kehormatannya!


cheers!Larasati






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke