sah sah aja kok kasih komen. gw jg ga jagoin JB. tapi dia tetep seorang juara dunia dan itu masuk ke catatan F1 sampai kapanpun. jago gw tetep si keling Lewis :)
--- On Mon, 11/9/09, Tristan Santoso <[email protected]> wrote: Hmm menurut gw Jenson Button ini hanya akan sekedar 'one season wonder'. Wlpun juara dunia F1 tapi sejak GP Turki, dia tidak pernah lagi mendapatkan posisi 1 di 10 GP terakhirnya. Bahkan posisi runner up hanya diraih sekali di GP Italia. Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel lebih konsisten dibandingkan Button di paruh kedua IMO. Cheers 2009/11/10 indah larasati <[email protected]> > > > > > Gelaran F1 dan Motogp sudah > bubar pekan lalu. Di pihak F1 memunculkan seorang jagoan baru dari daratan > Inggris: Jenson Button, sementara di trek yang lebih sempit Motogp > jawaranya > adalah si pelanggan tetap Valentino Rossi! > > > > Kalau tentang Valentino > Rossi kayanya everybody knows him lah… > hehe. Tak sedikit yang sudah bosan melihat dia angkat piala melulu > sambil menggerutu tak rela: dia lagi… dia lagi… Yaaa, mau apalagi? Memang > dia > masih pantas sekali jadi penguasa kelas paling bergengsi di balap motogp > ini bukan? > > > > Itu tentang si kriwil dari > Urbino, tapi tahukah Anda bahwa Jenson Button yang memegang juara dunia F1 > 2009 > ini nyaris jadi pengangguran diujung musim tahun lalu dam sukses ditendang > 2 > tim karena pebalap lain? > > > > Jenson yang pernah tidak > lulus ujian SIM karena kenekatannya mengambil jalur sempit di antara 2 > mobil [1 > terparkir, 1 lagi datang dari arah berlawanan]. JB saat itu berumur 17 th, > pertama kali berlabuh di ajang jet darat ini di tim Williams-BMW [2000] > karena > tim ini beli pebalap Juan Pablo Montoya, Jenson terpaksa hengkang ke > Benetton/Renault di tahun 2001. > Pada tahun 2002 JB ditendang lagi karena > Renault memakai test-driver mereka Fernando Alonso, hingga dia pindah untuk > kesekian kalinya ke BAR [sekarang Honda] pada tahun 2003. Di tahun 2004 > nasib > baik membuatnya menjadi pebalap utama BAR, dia membuktikan bahwa dirinya > patut > dipertahankan karena bisa naek podium sebanyak 10x dan berhasil menempati > posisi 3 di klasemen akhir. Habis itu performa Honda melorot bersama sang > jokinya. > > Puncak kesuraman Honda/Button adalah di tahun 2008. Pada Desember 2008 > Honda mengundurkan diri dari kancah F1, Jenson Button kelimpungan dan > nyaris > keluar dari gelaran ini karena tidak ada tim yang menampungnya, tempat > kosong > di F1 hanya tersedia untuk 1 pebalap itupun diperuntukkan bagi pebalap > yunior. > > > > Secercah sinar harapan itu > pun kemudian dibawa oleh seorang Ross Brawn yang membeli seluruh aset tim > Honda > dan memberi nama baru Brawn GP. Dengan menggandeng Mercedez-Benz sebagai > pemasok mesin mereka kerja kilat [tidak sampai 1 bulan] menciptakan sebuah > mobil baru untuk Button dan team-matenya Barrichello. Sempat mengalami > kesulitan dalam mengembangkan mobil Brawn GP di pertengahan, mereka berdua > secara bergantian berusaha memperoleh poin untuk konstruktor dan dengan > mengamakan > poin Button akhirnya bisa menutup awal yang begitu gemilang! > > Namun, Jenson Button > memperoleh gelar ini bukan dengan mudah. Dia rela mengorbankan gajinya > semula > dipangkas sekitar 5 juta poundsterling hingga tinggal 3 juta poundsterling. > Jika ada teman, keluarga atau pacar yang mau ikut serta, dia mesti merogoh > kocek sendiri untuk membayar semua akomodasi tersebut [pesawat, hotel, > dll]. > > > > Sebuah fakta lain: JB adalah > pebalap ke-10 berkebangsaan Inggris yang telah menjadi juara dunia F1 > setelah > Mike Hawthorn, Graham Hill, Jim Clark, John Surtees, Sir Jackie Stewart, > James > Hunt, Nigel Mansell, Damon Hill dan Lewis Hamilton. > > > > Nomor mobil yang dipakai > Jenson Button adalah sama dengan nomor yang dipakai Lewis Hamilton sewaktu > menjdai juara dunia F1 yakni: 22. > > > > Jika sampai ada orang yang > meremehkan Jenson Button menjadi juara dunia F1 2009, sebaiknya Anda > berpikir > ulang lagi dan cobalah simak perjalanan karirnya yang pantas kita ketahui > ini. Dia > sangat pantas untuk berdiri di podium tertinggi itu. > > > > Begitu juga seorang Valentino > Rossi, yang selalu berjuang untuk bisa memberikan yang terbaik bagi > karirnya. Bagaimana > dia terpacu untuk bisa membukukan “yang terbaik” dalam buku agendanya itu > dengan tinta emas. Fans ataupun tidak, kita memang selalu terhibur oleh > aksi > Rossi di sirkuit Motogp. > > > > > > Pada akhirnya.. Seorang > pejuang layak mendapat mahkota kehormatannya! > > cheers!Larasati > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- **Hi My Name is Tristan Santoso, Nice to Know U** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [email protected] ==========================================================Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed]
