Jadi tim2 kecil di Italia punya kualitas yang lebih baik dari tim2 kecil di
Inggris ya..
(sambil manggut-manggut)..



2010/1/11 Ari Muladi <[email protected]>

>
>
> *LONDON, KOMPAS.com* - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho (JM), beberapa
> kali mengungkapkan keinginannya kembali melatih klub Premier League. Hal
> ini
> ternyata berkaitan dengan perbedaan besar antara kultur sepak bola Italia
> dan Inggris. Apakah itu? Berikut petikan wawancara Mourinho dengan Jamie
> Redknapp (JR) dalam program *Football's Next Star* di *Sky1 HD*.
>
> *JR:* Anda menyukai pemain Inggris. Anda bekerja dengan John terry. Saya
> tahu, Anda sangat dekat dengan Frank Lampard. Apa yang Anda pikir menjadi
> perbedaan besar antara pesepak bola Italia dan Inggris, dalam hal
> mentalitas?
>
> *JM: *Sulit mengatakannya karena saya tak hanya memiliki pemain Italia.
> Saya
> memiliki pemain dari 10-12 negara berbeda.
>
> Saya kira, lebih mudah menjadi manajer di Inggris. Anda memiliki konsep
> berbeda soal siapa bosnya, apa arti bos. Dengan prinsip itu saja, keadaan
> sudah jauh lebih mudah.
>
> Di sini (Italia), Anda harus berada di atas, atas, atas dalam hal
> pengendalian emosi, karena pemain lebih bebas mengekspresikan diri mereka,
> menyatakan pendapat. Sesuatu yang saya lakukan dengan orang-orang saya di
> Chelsea adalah untuk membuat mereka lebih berpartisipasi dalam semua
> proses.
> Saya tak suka menjadi pemimpin yang bekerja sendirian. Saya ingin orang
> terlibat dalam projek saya.
>
> Di Chelsea, saya harus berjuang untuk itu dan membutuhkan beberapa waktu
> untuk membuat orang bergabung dengan projek saya. Setelah itu, Anda
> mendapatkan pemain di tangan, Anda punya pemain di kantong. Setiap orang
> menjadi satu keluarga dan setiap orang mengekspresikan diri mereka sendiri.
> Di sini (Italia), orang merasa lebih bebas. Ini adalah cara hidup yang
> berbeda.
>
> Anda dulu merupakan pemain top Jamie. Anda tahu bahwa di Inggris,
> intensitas
> pertandingan lebih tinggi dari negeri lain. Namun, di waktu yang sama, di
> sini lebih sulit untuk bermain bola. Setiap tim terorganisasi secara jauh
> lebih baik dari segi taktik.
>
> Saya suka mengatakan bahwa tim besar di Inggris berada pada level yang sama
> baiknya dengan tim di Italia atau bahkan lebih baik. Dalam beberapa tahun
> terakhir, hasil Liga Champions menunjukkan bahwa tim top Italia tidak
> berada
> di level tim top Inggris. Namun, ketika Anda menoleh ke realitas liga, tim
> kecil Italia lebih baik dari tim kecil di Inggris.
>
> Jauh lebih sulit bagi tim besar Italia untuk memenangi laga ketimbang di
> Inggris. Pasalnya, dari segi taktik, orang tak khawatir tentang kualitas
> pertunjukkan. Orang hanya mengkhawatirkan soal hasil. Bila sebuah tim yang
> datang ke Stamford Bridge, misalnya, kalah 0-1 dan tak melepas tembakan ke
> gawang Petr Cech, orang akan mengkritik: tak ada kualitas dan tak ada
> ambisi
> dalam pertandingan itu.
>
> "Bila sebuah tim datang ke San Siro, kalah 0-1 dan tak menembak bola ke
> gawang kami dan mereka memarkir dua bus, mereka tidak akan dikritik untuk
> itu. Di sini, Anda hanya bermain untuk hasil. Bagi tim besar, kemenangan
> menjadi lebih sulit.
>
> *JR:* Saran apa yang Anda berikan kepada pemain muda yang bermimpi menjadi
> pesepak bola profesional?
>
> ........... digunting di sini ...............
> ___
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke