*Jakarta* - Piala Dunia 2010 untuk wilayah Indonesia akan disiarkan langsung
oleh RCTI dan
Global TV. Namun untuk TV berbayar, dipastikan aksi para pesepakbola dunia
di Afrika Selatan tak aka bisa disaksikan para pelanggannya.

"Kami pastikan untuk televisi berbayar atau *pay* TV tidak akan bisa
menyiarkan Piala
Dunia karena kami akan mengacak sinyalnya," ungkap Media Manager Electronic
City Entertainment, Aida Syamsuhadi, kepada wartawan, Rabu (13/1) siang WIB.

Lalu apakah tv berlangganan Indovision yang notabene bersama RCTI dan Global
TV
berada di satu payung bernama MNC Grup tak bisa mendapat hak siar itu?

"Kami selaku pemegang license dari FIFA waktu itu memang hanya menawarkan
kepada tv tak berbayar. Dan pemenangnya memang RCTI dan Global TV. Namun,
untuk tv berbayar kami bedakan lagi," sambungnya.

Dan partner EC selain RCTI dan Global TV untuk menyiarkan PD 2010 adalah PT
Dunia Digital lwat produknya bernama Matrix Bola.

Beda dengan Indovision atau sejenisnya, Matrix adalah sejenis receiver
parabola yang diperuntukan untuk para masyarakat yang tinggal di pedalaman
dan sulit mendapat siaran televisi lewat antena biasa.

"Kami sudah dapat license dari FIFA melalui Electronic City untuk menyiarkan
Piala
Dunia nanti besok. Namun kami tidak ada channel khusus untuk itu, tapi hanya
merelay tayangan langsung dari RCTI dan Global TV," urai perwakilan PT Dunia
Digital, Hari Julianto, kepada wartawan, Rabu (13/1) siang WIB.

"Istilah kata kami adalah kepanjangan tangan RCTI dan Global TV. Dan deal
dengan
pihak EC terjadi pada Mei 2009 lalu," sambungnya.

Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan bila ada yang tertarik membeli
receiver
tersebut? "Kami membanderolnya seharga Rp 2 juta namun tidak termasuk dengan
parabola. Karena kami hanya menjual produk receivernya saja. Biasanya kami
distribusikan barang kami melalui toko-toko elektronik," tukasnya.

"Target kami memang lebih banyak ke daerah dan pelosok-pelosok yang blank
spot.
Makanya kami kasih harga segitu untuk dinikmati selamanya," pungkasnya

(*key/a2s*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke