Rabu, 30/06/2010 07:16 WIB
*Laporan dari Afsel* *Ada* Aremania di Loftus Versfeld

*Doni Wahyudi* - Piala Dunia

[image: Gambar]
*detiksport/Rachmadin Ismail*



*Pretoria* - Di tengah ribuan fans Jepang dan Paraguay di Loftus Versfeld
Stadium, ada spanduk bercorak biru dengan gambar kepala singa yang sangat
saya kenal. Tak salah lagi, itu memang bendera Aremania.

Harie Pandiono. Demikian pria pengibar bendera Aremania itu memperkenalkan
diri pada saya. Di tengah hawa dingin yang mulai merayapi Pretoria di waktu
malam, Harie bercerita soal misi besar yang dia bawa ke Afrika Selatan.

"Saya datang ke sini sekaligus membawa pesan buat seluruh suporter di
Indonesia. Saya ingin mereka belajar bagaimana menonton pertandingan
sepakbola profesional yang mendunia," ujar Harie pada saya sambil berjalan
meninggalkan Loftus Versfeld.

"Kita semua bisa lihat di Piala Dunia ini. Mana ada fans yang ngamuk,
berdiri di kursi, ngerusak atau melakukan aksi lain yang destruktif saat
timnya kalah," lanjut pria yang datang dengan dandanan nyentrik berupa wig
berwarna mentereng itu.

Meski kini tinggal dan bekerja di Kongo, Harie mengaku masih menjadi fans
setia Arema Malang, klub juara Indonesia Super League di musim yang baru
saja berlalu.

Pria yang kini bekerja untuk Freeport itu tak cuma menyindir prilaku fans
Indonesia. PSSI yang tak kunjung berprestasi, apalagi lolos ke Piala Dunia,
juga jadi sasaran kritiknya.

"Ini juga sebagai kritik buat timnas (Indonesia). Biar mereka lihat kalau
ada suporternya bisa datang dengan biaya sendiri tapi timnasnya kenapa tak
bisa. Padahal mereka punya uang untuk itu (melakukan pembinaan pemain),"
tutup Harie, yang selama di Afrika Selatan total akan menyaksikan delapan
pertandingan tersebut.

Harie tak cuma membawa bendera yang menunjukkan identitasnya sebagai seorang
Aremania. Soalnya dia juga membawa spanduk besar yang berukuran 6 x 8 meter
yang sempat dia pajang di beberapa stadion yang disambangi.

Karena spanduknya itu, Harie juga sempat nyaris bermasalah dengan seorang
petugas keamanan FIFA. Mungkin dicurigai membawa spanduk terkait organisasi
non sepakbola yang memang dilarang masuk stadion, Harie tak bisa leluasa
memamerkan klub kebanggaannya.

"Saya pernah ditanya sama seorang petugas keamanan FIFA terkait spanduk dan
bendera ini. Tapi setelah dijelaskan kalau ini adalah tim sepakbola juara
liga di Indonesia, mereka bisa mengizinkan saya," pungkas Harie.�


(*din/arp*)


-- 
Best Regards,


AT
0740/0740 E.if


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke