sedihnya karena gak maju2 wak... :)) ketinggalan terus...: P 2010/7/6 Arif Ikram <[email protected]>
> > > Kenapa mesti sedih sih!? > Emang jelas2 malaysia lebih maju wajarlah kalok lebih ngetop > > -- <3 <3 <3 -- > > -----Original Message----- > From: "xmen.football" <[email protected] <xmen.football%40gmail.com>> > > Sender: [email protected] <bolaml%40yahoogroups.com> > Date: Tue, 6 Jul 2010 11:42:41 > To: <[email protected] <bolaml%40yahoogroups.com>> > Reply-To: [email protected] <bolaml%40yahoogroups.com> > Subject: [BolaML] Sedihnya Selalu Disapa Malaysia - dari Afsel > > hiks.. sedihnya jadi orang indonesia di afsel. > ---------------------------------------------------------- > Copied without permission from > > http://worldcup.kompas.com/read/2010/06/28/13161555/sedihnya.selalu.disapa.malaysia > > Senin, 28 Juni 2010 | 13:16 WIB > Sedihnya Selalu Disapa Malaysia > Laporan Wartawan KOMPAS.com, Hery Prasetyo dari Afrika Selatan > > JOHANNESBURG, KOMPAS.com > > "*Hi, Malaysia! Come on, buy something and spend your money*!' > Sapaan itu hampir selalu muncul setiap beberapa wartawan Indonesia > peliput Piala Dunia 2010 memasuki kawasan perdagangan atau pasar. > Artinya, "Hai, Malaysia! Mari, silakan membeli sesuatu dan belanjakan > uang Anda!" > > Demikian pula jika sedang berada di stadion untuk meliput > pertandingan, atau berada di tengah temu pers. Orang Indonesia sering > disapa Malaysia. Bahkan, polisi Afrika Selatan (Afsel) pun sering > mengira orang Indonesia sebagai Malaysia. > > Rasanya menjadi sedih. Yang lebih menyedihkan, ketika dijelaskan bahwa > kami dari Indonesia, sering kali mereka tak tahu. "Indonesia? Di mana > itu?" > > Ketika berjalan di ring luar Stadion Free State, Bloemfontein, Minggu > (27/6/2010), sekelompok polisi menyapa. "Hai, Malaysia?" > > Kami pun segera menjawab sebagai orang Indonesia. Salah seorang > polisi, Mashushu, kembali bertanya, "Indonesia? Dekatkah dengan Kuala > Lumpur? Sebelah mananya dengan Bangkok?" > > Wajah seperti tertampar. Hati seperti teremas. Apalagi, polisi itu > mengira Indonesia negara kecil yang sulit dicari di peta. Maka, dengan > kesabaran yang dipaksakan dan kesedihan yang dipendam, kami buka peta > di *handphone*. Lalu kami tunjukkan letak geografis Indonesia. > > "*Oh, big country. Is it Indonesia*?" kata polisi itu dengan kekagetan > yang tak dibuat-buat. Maksudnya, "Oh, negara besar. Benarkah ini > Indonesia?" > > Pertanyaan yang menambah luka. Dunia ternyata masih banyak yang belum > kenal Indonesia. Ketika bilang Soekarno pun, generasi sekarang sudah > banyak yang lupa atau bahkan tak kenal. Ketika mengatakan Bali, hanya > orang-orang tertentu yang mengetahuinya. > > Lalu, kami sering membanggakan batik, produk khas Indonesia. Apalagi, > batik menjadi pakaian kegemaran tokoh besar mereka, Nelson Mandela, > dan Indonesia sudah beberapa kali memberi hadiah batik kepadanya. > Ternyata, sebagain orang Afsel tak tahu itu namanya batik. Mereka > menyebutnya "Madiba's Shirt" alias pakaian Mandela. Madiba adalah nama > populer untuk menyebut Mandela. Di pasar pun, orang menyebut Madiba's > Shirt, bukan batik. > > Dalam sebuah temu pers di Sandton Convention Center, Johannesburg, > seorang wartawan Afsel bersalaman dan mengajak kenalan. "Anda dari > Malaysia atau Thailand?" tanyanya. > > Sekali lagi, kebangsaan dan harga diri tertampar. Lalu, seperti biasa > harus menjelaskan tentang Indonesia. Segala yang bisa dibanggakan > diceritakan, meski kadang lawan bicara seolah tak percaya. > > Wartawan Afsel itu pun kembali pertanya, siapa tim yang Anda dukung di > Piala Dunia. Kami pun menunjuk tim sesuai selera karena kedekatan > lewat layar kaca. > > "Tim Anda belum pernah bermain di Piala Dunia, ya?" tanyanya lagi. > > *Urrrrrrrrrgh.* > ..! Pertanyaan yang makin menyebalkan. Seolah, dia ingin membandingkan > timnya dengan Indonesia. Soal sepak bola, jelas-jelas kami mati kutu. > Tak ada yang bisa kami banggakan, kecuali pernah ikut Piala Dunia > 1938. Itu pun, Indonesia masih dijajah Belanda dan memakai nama West > Indies, bukan "INDONESIA". Mau cerita tentang timnas Indonesia, kami > kesulitan menjelaskannya. Mau cerita soal PSSI, sudah malu sebelum > bercerita. > > Seorang staf Adidas, Thomas, yang asal Belanda, dengan akrab menyapa. > Kami pun menjelaskan dari Indonesia. Dia lalu bertanya, tentu banyak > orang Belanda di Indonesia karena pernah dijajah negerinya. > > Luka lama pun semakin terkorek, meski dia bertanya tanpa pretensi apa > pun. Lalu, kami pun balik bertanya apa yang dia tahu tentang > Indonesia. > > "Oh, saya tahu banyak Indonesia dan ingin ke sana. Salah satu negara > terbesar di dunia. Tapi, anehnya di Belanda, banyak yang tak tahu > Indonesia itu negara besar. Mereka kira Indonesia negara kecil," > kisahnya. > > Pada 10 Juni, sehari menjelang Piala Dunia 2010 dibuka, KBRI > mengeluarkan atraksi khas Indonesia, pencak silat, dalam karnaval di > Pretoria. Ternyata, masih ada yang mengira itu kung fu dari China. > Padahal jelas, tim Indonesia membawa spanduk bertuliskan pencak silat > dan Indonesia dan membawa bendera Merah Putih. > > Rupanya, Indonesia mungkin masih kurang berkiprah di dunia > internasional. Segi teknologi kita dianggap terbelakang. Olahraga tak > begitu berbicara, apalagi sepak bola. Segi kebudayaan kurang > promosinya. Segi pariwisata malah mulai kalah dari negara tetangga. > Negeri demokrasi masih belum teruji. Negeri bahari belum terlalu > dimengerti. > > Herannya, orang justru lebih kenal negara tetangga. Hampir setengah > bulan di Afsel, entah sudah berapa kali disapa sebagai Malaysia. Sulit > menghitungnya. > > > ------------------------------------ > > HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. > > ========================================================== > Milis Tabloid BOLA > Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat > [email protected] <bolaML-unsubscribe%40yahoogroups.com> > Forum: http://fans.bolanews.com > ==========================================================Yahoo! Groups > Links > > > > > -- Best Regards, AT 0740/0740 E.if [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [email protected] Forum: http://fans.bolanews.com ==========================================================Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
