Segera ganti ban motor dgn ban tubeless. Minimal kalo kena paku, angin di ban gak langsung habis.
Rgrds, satria Daerah Ranjau Paku di Jakarta Kirim SMS, Dikerjai Tukang Ban Nurul Hidayati - detikcom <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-relion.ad>*Jakarta* - Di situ ada ranjau paku, di situ pula ada tukang tambal ban. Di beberapa tempat di Jakarta, hal itu mudah ditemukan. Seolah bandit penebar paku bersekutu dengan tukang tambal ban. Seperti yang dialami oleh Wishnu Hardi. Saat mengetik SMS ke kantornya memberitahu dia telat mengantor karena motornya kena ranjau paku, tukang tambal ban mengerjainya. Saat protes, tukang tambal ban malah memanggil rekan-rekannya. Berikut ini cerita Wishnu dan pembaca yang menginformasikan daerah rawan ranjau paku lainnya, Selasa (12/6/2007): * Wishnu Hardi* Singkat cerita, ketika ban saya dicek oleh tukang tersebut (sambil saya perhatikan dengan seksama) ternyata ada 1 kebocoran kecil (seukuran diameter paku kecil), lalu karena saya perlu menginformasikan ke kantor perihal keterlambatan saya dengan ber-SMS, yang mengakibatkan saya lengah, ternyata bocornya menjadi sebuah irisan sepanjang 10 cm. Si Tukang berkilah, kalau irisan tersebut terjadi terjadi karena ketika diisi angin untuk mengecek kebocoran, karet bannya tidak kuat menahan angin. Sungguh mengherankan, sebab karet ban memiliki sifat elastis dan tidak mungkin menyebabkan sebuah irisan yang rapi. Setelah nego harga disepakati ganti ban sebesar Rp 25.000 (sebelumnya ditawarkan Rp 28.000). Lalu si tukang langsung membuang ban motor yang saya (seakan hendak menyembunyikan fakta yang sebenarnya, bahwa irisan tersebut terjadi dengan sangat rapi dan letaknya jauh dari kebocoran yang sebelumnya). Setelah selesai ban diganti saya menyerahkan uang sebesar 50 ribu rupiah, tetapi yang mengesalkan ketika dikembalikan hanya Rp 22.000 (harga sebelum nego), lalu saya katakan bahwa tadi sudah disepakati harganya Rp 25 ribu. Kemudian dia menyahut dengan lebih galak. Saya protes dan meminta uang saya dikembalikan sesuai kesepakatan, tetapi si tukang malah mengambil kunci inggris buat menggertak dan memanggil kawan-kawannya. Karena sudah tidak sebanding lagi dan menghindari urusan yang lebih panjang, akhirnya saya pergi dengan dongkol. * Syamsiar* Jalan Kramat Raya II Jakarta Pusat menuju ke Kwitang (one way) Saya dalam 1 minggu sudah 3 kali kena dan dengan model paku yang persis sama dan tergolong baru. Kemudian Minggu malam lalu saya memakai senter HP untuk melihat jalan tersebut dan ternyata paku tersebut memang disebarkan dijalan bukan hanya di pinggir tapi sampai marka jalan. Jumlah bukan hanya 2-3 tapi banyak banget. * Ery* Saya ingin menambahkan jalur yang rawan paku, yaitu dari Universitas Pancasila menuju ke Tanjung Barat. Saya sudah kena beberapa kali, bahkan yang lebih buruk lagi dalam 2 hari berturut-turut saya harus ganti ban karena paku-paku sialan ini. Yang lebih kejamnya lagi adalah paku yang mereka letakkan adalah paku yang kecil, sehingga jika waktu tertusuk masih dipaksa untuk berjalan, beberapa bagian ban dalam anda akan bolong-bolong. Sedikit tips dari saya jika ban Anda bocor: - Jika memungkinkan langsung berhenti dan carilah penyebab ban bocor terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan, jika dipaksa jalan, akan mengakibatkan ban anda bocor di beberapa bagian, sehingga tidak dapat ditambal lagi alias harus mengganti ban. - Kalau bisa, berhentilah di tempat yang terang (pada malam hari) atau yang cukup ramai. * Delonika Yuki Eka Putra* Sepanjang jalan daan mogot rawan paku, paling parah dari Jembatan Gantung s/d Indosat, Kalideres sekitar terminal. * Made Widagda* Daerah rawan ranjau paku: 1. Jalan Simatupang dari Nestle hingga perempatan Ragunan 2. Ranjau paku juga bertebaran di daerah mampang sepanjang jalan dari pompa bensin Buncit Indah sebelum Imigrasi sampai dengan mampang flyover. Hati-hati jalur kiri dan naik trotoar. Dari arah keluar parkir timur Senayan sampai kolong Semanggi, tukang tambal tembak di kolong Semanggi. Ini sering sekali setiap pagi yang sibuk kerja 1-3 motor bocor untuk ditambal. * Eddy* Lampu merah Departemen Agama tepatnya sebelum halte BI menuju monas, biasanya tukang tambal tembak naik sepeda di depan Indosat sampai lampu merah Istana Negara. Jalur flyover menuju Pondok Indah sebelum flyover Pakubuwono-Kebayoran Lama hingga saat ini masih rawan, dan juga jalur memotong menuju Hang Lekir yang ramai dilalui pengendara menuju Sudirman. *(Budi Sutria)* * Mahmud Ramady* Ada ranjau paku di depan Ditjen Imigrasi Mampang tepatnya di pinggir jalan di bawah jembatan penyeberangan busway. Tolong diperhatikan, pakunya menyebar banyak sekali, paku kecil ukuran 1 cm * Yunif)* 1. Daerah sekitar ITC Cempaka Mas dari Jl Cempaka Putih sampai bawah tol layang 2. Daerah sekitar Jl Raya Bekasi Barat sekitar bawah jalan tol Cakung menuju Bekasi dekat perumahan Taman Modern. Waktunya biasanya saat pergi kerja atau pulang kerja setelah magrib hingga malam hari. * Firman Fajar* Sekitar 2 bulan yang lalu saya pernah terpaksa ngerem dan jadi sebel karena tiba-tiba ada orang yang nyelonong di depan motor saya dan kemudian dia seperti memungut sesuatu dari jalanan. Ternyata orang itu mungutin paku cukup banyak. Tentunya saya justru jadi berterima kasih. Kejadiannya di daerah Mampang, di depan Hermina. Waktu itu sekitar pukul 08.00 pas macet-macetnya orang mau berangkat kerja dan seperti biasa, motor selalu ambil jalur kiri karena bisa selap-selip. *(nrl/umi)* Paku & Tukang Tambal Ban Palsu Nurul Hidayati - detikcom <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-relion.ad>*Jakarta* - Tak cuma uang saja yang palsu, tukang tambal pun ada juga yang jadi-jadian. "Korban-korban"-nya siapa lagi kalau bukan pengendara motor yang terkena ranjau paku. Bagaimana tukang tambal ban palsu ini beroperasi? Berikut ini kisahnya, lengkap dengan tambahan lokasi ranjau paku di Ibukota, Rabu (13/6/2007): * Anton* Di daerah Gatot Subroto tepatnya di sebelah Gedung Mandiri di sana sudah stand by beberapa orang tambal ban palsu dengan perlengkapan hanya pompa biasa, tanpa bawa ember air yang biasa untuk periksa tempat kebocoran ban, kenapa bisa begitu? Rahasianya adalah pada saat mencongkel untuk mengeluarkan ban dalam. Perhatikan saat mereka mereka mencongkel ban luar untuk mengeluarkan ban dalam, karena hasil congkelannya sungguh luar biasa, ban dalam jadi bisa sobek panjang, sehingga tidak dibutuhkan air lagi untuk mencari letak kebocoran karena keliatan jelas sekali sobek panjang. Kalau sudah mau tidak mau kita harus ganti ban dalam yang harganya selangit. * Yoseph* Ranjau paku itu banyak sepanjang Casablanca dari Tebet sampai kuningan, dilihat dari pertumbuhan tukang tambal ban, yang dari awalnya cuma 3 sekarang sudah ada sekitar 7 penambal ban. Tolong diperhatikan ranjau paku banyak di sisi sebelah kanan dan kiri dan tiap hari pakunya update mirip dengan berita di detikcom :). * Andi * Saya ingin menambahkan wilayah yang terdapat ranjau paku. Kebetulan saya mengalami 3 kali bocor dalam 1 bulan sampai ganti ban dalam. Kejadian 4 bulan yang lalu. Saya pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di jalan arah Tanjung Priok - Cawang. Paku yang sering saya jumpai mulai dari perempatan Cempaka Mas/Coca-cola sampai Plumpang. Yang terparah terdapat di seputar yang mau masuk ke arah Sunter. Betul posisi paku memang ada di sebelah kiri jalan baik jalur lambat maupun jalur cepat. Pada saat saya nambal ban selang beberapa menit ternyata ada 2 motor lagi yang terkena paku mau menambal juga. Saya sempat kesal dibuatnya, berdasarkan informasi tukang tambal ban di sekitar situ katanya memang betul ada yang menebar paku pada tengah malam, paku tersebut dibakar dahulu dengan ban bekas biar berwarna hitam sehingga apabila terkena sinar lampu tidak terlihat. * Hafid* Saya seorang pegawai swasta yang berkantor di daerah Menteng, saya menginformasikan di daerah yang banyak menebar paku terutama: 1. Daerah dari Tanah abang menuju arah cideng termasuk fly over sepanjang jalan menuju ke cideng banyak sekali paku yang disebarkan terutama pagi dan sore. 2. Daerah RE Martadinata dari arah Sunter menuju arah ke Hailai Ancol terutama di sekitar jembatan goyang. 3. Daerah Sawah Besar dan di sepanjang jalan yang berada di bawah rel kereta api Mangga Besar menuju Sawah Besar yang 4 kali pecah ban di daerah tersebut. 4. Daerah Gunung Sahari yang arah dari pasar baru menuju Hotel Golden Truly dan langsung masuk ke daerah Kemayoran. 5. Daerah Jiung Kemayoran yang arah dari Senen ke arah Kemayoran banyak sekali paku. 6. Daerah Mangga dua sepanjang jalan menuju Stasiun Kota 7. Daerah Pangeran jayakarta menuju kea rah Hotel Sheraton di sekitar gunung sahari. 8. Daerah Terminal Tanjung Priouk menuju ke arah RE Martadinata banyak sekali penebar paku, dan arah dari terminal Tanjung Priuk menuju Cilincing banyak juga penyebar paku. 9. Daerah Cempaka Putih menuju Cakung banyak penebar paku khususnya di sekitar terminal Pulogadung * Ali BSA* Pagi ini sekitar jam 06.00 Wib, saya berangkat kerja dengan mengendara motor dari Slipi menuju UKI melalui Jalan Otista ke arah Cililitan, tapi sesampainya di turunan Cawang ke arah Otista atau Dewi Sartika, motor saya terkena ranjau paku yang terbuat dari besi bekas kerangka payung sebanyak 4 biji, akibatnya terpaksa saya harus ganti ban dalam dikarenakan ban dalam sobek. Itu pun plastik hitam pembungkus masih menempel di ban luar saya, maka untuk teman-teman pengendara mohon berhati-hati ketika melintas di daerah tersebut. Oh ya waktu itu posisi saya di jalur tengah, jadi kemungkinan si penebar paku sudah mulai menebar secara acak baik di tengah maupun pinggir. * Andi* Di sepanjang Jalan Casablanca Jaksel juga banyak ranjau yang ditebar orang-orang brengsek. Ban motor saya pernah kena ranjau yang dibuat dari rangka payung yang dipotong meruncing di kedua sisinya. Ranjau tersebut tidak menancap permanen seperti paku tapi hanya menggores dengan bentuk goresan V sehingga agak sulit ditambal. Parahnya, benda tersebut bisa mental, sehingga ada kemungkinan bisa merobek ban belakang. Terbukti ketika saya memeriksa ban belakang ternyata benda tersebut menancap di ban. Beruntung tidak kena ban dalam tapi hanya menancap disisi ban. Akhirnya saya ganti ban dalam seharga Rp 35 ribu. Lucunya, saat ditanya tukang ganti ban, saya kena di depan Graha Bank NISP yang ke arah Kp Melayu, si tukang bengkel langsung melihat tukang tambal ban yang ada di samping gedung itu. Kebetulan peristiwanya sekitar pukul 8 pagi dan saya terpaksa nyebrang lantaran di sepanjang jalan itu belum ada tambal ban yang buka. Melihat raut mukanya, saya curiga jangan-jangan sudah ada konspirasi di antara sesama tukang tambal ban di sepanjang jalur tersebut. Saya akhirnya membayar seharga yang ditawarkan tanpa protes sedikit pun karena percuma. Tapi saya berdoa supaya orang yang menebar ranjau tersebut sakit perut selama seminggu dan uangnya habis untuk biaya berobat. * Teguh Imam Santoso* Di lampu merah Tugu Tani Senen (dari arah Jalan Kebon Sirih-Kwitang) tepat sekali di lampu merahnya. Biasanya kena di lampu merah. Tepat di depan Hotel Aryaduta langsung kempes abis. Kalau pakai ban dalem, ban tersebut bakal sobek dan kita harus ganti ban baru. Tukang tambal bannya ada di sebelah jembatan setelah Hotel Aryaduta agak masuk edikit ke kiri. Saya sempat kena di situ di saat hari Minggu, dalam waktu 15 menit sudah 5 motor yang kena, semuanya kena paku yang kondisinya masih baru/mengkilap. Kalau 1 motor sudah kena Rp 10-30 ribu, kebayang kan kalau sehari 10 motor. * Dani Wahyudi* Saya menambahkan untuk daerah Jakarta Pusat, itu di daerah underpass stasiun Senen, pada pagi hari terdapat banyak paku-paku berukuran kecil yang sengaja disebar oleh tukang tambal ban (tepatnya mangkalnya di samping deler motor Honda di depan Atrium Senen). Sebaiknya kepada para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut lebih baik memilih jalan lurus yang melintasi rel kereta api. Selain itu di tikungan Pejambon samping Hotel Borobudur juga terdapat banyak paku, sebaiknya jika melewati jalur tersebut kendaraan harus pelan karena trik agar paku tidak menancap pada ban itu laju kendaraan harus lambat. * Rantala Sikayo* Jam 9.30-an tadi saya melintas dari arah depan gedung MPR/DPR menuju Semanggi, di bawah fly over Senayan juga terdapat satu buah kantong kecil yang berbahan kain (sepertinya, karena kurang jelas) di sekitar kantong tersebut sudah berserakan paku-paku berukuran sedang dengan jumlah bisa mencapai piluhan paku. Kantong tersebut terletak di tengah jalan agak ke kanan. * (nrl/umi)* -- Danu Marketing Executive for SHAKA DesignPromotion more details: 0856 817 090
