gw pake bajaj sekarang.
wah kalo segitu mahal juga yach ,
kayanya ban belakang gw 17. 90/110, depan 17, 80/90 rada jarang katanya yg 
tubles .
ada ga yang jual baru sekitar 500k sepasang

  ----- Original Message ----- 
  From: Satria Yuliafianto 
  To: Irwan ; 97'ers sma 12 
  Sent: Monday, August 06, 2007 3:12 PM
  Subject: Re: [bonsi97] Kirim SMS, Dikerjai Tukang Ban


  Motor lo apa wan? Batlaxx gak pake ukuran inch, pakenya milimeter. kalo 
ukuran 3.00 inch itu kira2 ukuran 110 atau 120/80-17.
  Utk type BT45 gress kayaknya sepasang kena 700k-800k deh. Lo cari aja di 
kebon jeruk III di daerah kota. 



  "I leave nothing but good image, I take nothing but value, 
  I dispose nothing but time"

  Satria Yuliafianto 
  Incoming Material & Design Sect. - Tech & QA Dept.
  PT. PGBI
  Email: [EMAIL PROTECTED]
  Telp : 021-88324681 ext 152
  Fax  : 021-88324570 




  On 8/6/07 2:35 PM, "irwan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



    wah pas banget tuh , malem minggu kemaren ban gw juga bocor , pas di cek 
nancep paku yang masih
    baru banget , ga ada item/lecet nya sama sekali , akhirnya motor nya gw 
tuntun , sampe 2 tukang tambal
    didaerah ROXI nolak gw , yang  ke 1 , ga ada kunci pentil . yang ke 2 udah 
tua, ga kuat buka ban belakang 
    gw yang gede ( 17/300 ), yang ketiga baru deh bisa , tapi sayang setelah di 
cek lobangnya ga 1 titik , tapi
    berderet sekitar 10 titik , langsung deh abangnya ga mau tambel , ya udah , 
karena udah malem , terpaksa
    gw beli ban bekas dia , ukurannya kecil lagi 2,75 , trus gw ditembak 
25.000, setelah nego dng berbagai alasan
    jadinya 20.000.
    eh sialnya lagi , pas tadi pagi gw berangkan kerja , ditengah jalan ban gw 
kempes lagi , untung deket tukang 
    tambal ban, setelah di cek ban dalam gue robek sekitar 15 cm , kayanya ga 
kuat tuh ban bekas nya , terpaksa lagi
    deh gw beli ban dalem baru, rp 25.000. apes emang , sebelumnya ban gw 
tubles trus , yang ini masih baru jadi bannya
    masih standart, belum ada duit beli battlax 17/300. depan belakang . 
    ada info dmana gw bisa dapet 2 batlax depan 17/275 dan belakang 17/300, 
sekitar 500 ribuan ?
    kalo ada plis infonya yah 

    irwan 

     
    ----- Original Message ----- 


      From:  Satria Yuliafianto <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
       
      To: Satria Yuliafianto <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
       
      Sent: Monday, August 06, 2007 7:28  AM
       
      Subject: [bonsi97] Kirim SMS, Dikerjai  Tukang Ban
       

       
       
       
       

      Segera ganti ban motor dgn ban tubeless. Minimal kalo kena paku, angin  di
      ban gak langsung habis.

      Rgrds,
      satria

      Daerah Ranjau  Paku di Jakarta
      Kirim SMS, Dikerjai Tukang Ban
      Nurul Hidayati -  detikcom

      <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-relion.ad>*Jakarta*  - Di situ ada
      ranjau paku, di situ pula ada tukang tambal ban. Di beberapa  tempat di
      Jakarta, hal itu mudah ditemukan. Seolah bandit penebar paku  bersekutu
      dengan tukang tambal ban.

      Seperti yang dialami oleh Wishnu  Hardi. Saat mengetik SMS ke kantornya
      memberitahu dia telat mengantor  karena motornya kena ranjau paku, tukang
      tambal ban mengerjainya. Saat  protes, tukang tambal ban malah memanggil
      rekan-rekannya.

      Berikut  ini cerita Wishnu dan pembaca yang menginformasikan daerah rawan
      ranjau  paku lainnya, Selasa (12/6/2007):
      *
      Wishnu Hardi*
      Singkat cerita,  ketika ban saya dicek oleh tukang tersebut (sambil saya
      perhatikan dengan  seksama) ternyata ada 1 kebocoran kecil (seukuran 
diameter
      paku kecil),  lalu karena saya perlu menginformasikan ke kantor perihal
      keterlambatan  saya dengan ber-SMS, yang mengakibatkan saya lengah, 
ternyata
      bocornya  menjadi sebuah irisan sepanjang 10 cm. Si Tukang berkilah, kalau
      irisan  tersebut terjadi terjadi karena ketika diisi angin untuk  mengecek
      kebocoran, karet bannya tidak kuat menahan angin. Sungguh  mengherankan,
      sebab karet ban memiliki sifat elastis dan tidak mungkin  menyebabkan 
sebuah
      irisan yang rapi.

      Setelah nego harga disepakati  ganti ban sebesar Rp 25.000 (sebelumnya
      ditawarkan Rp 28.000). Lalu si  tukang langsung membuang ban motor yang 
saya
      (seakan hendak menyembunyikan  fakta yang sebenarnya, bahwa irisan 
tersebut
      terjadi dengan sangat rapi dan  letaknya jauh dari kebocoran yang
      sebelumnya).

      Setelah selesai ban  diganti saya menyerahkan uang sebesar 50 ribu rupiah,
      tetapi yang  mengesalkan ketika dikembalikan hanya Rp 22.000 (harga 
sebelum
      nego), lalu  saya katakan bahwa tadi sudah disepakati harganya Rp 25 ribu.
      Kemudian dia  menyahut dengan lebih galak.

      Saya protes dan meminta uang saya  dikembalikan sesuai kesepakatan, 
tetapi si
      tukang malah mengambil kunci  inggris buat menggertak dan memanggil
      kawan-kawannya. Karena sudah tidak  sebanding lagi dan menghindari urusan
      yang lebih panjang, akhirnya saya  pergi dengan dongkol.
      *
      Syamsiar*
      Jalan Kramat Raya II Jakarta Pusat  menuju ke Kwitang (one way) Saya 
dalam 1
      minggu sudah 3 kali kena dan  dengan model paku yang persis sama dan
      tergolong baru. Kemudian Minggu  malam lalu saya memakai senter HP untuk
      melihat jalan tersebut dan ternyata  paku tersebut memang disebarkan 
dijalan
      bukan hanya di pinggir tapi sampai  marka jalan. Jumlah bukan hanya 2-3 
tapi
      banyak  banget.
      *
      Ery*
      Saya ingin menambahkan jalur yang rawan paku, yaitu  dari Universitas
      Pancasila menuju ke Tanjung Barat. Saya sudah kena  beberapa kali, bahkan
      yang lebih buruk lagi dalam 2 hari berturut-turut  saya harus ganti ban
      karena paku-paku sialan ini. Yang lebih kejamnya lagi  adalah paku yang
      mereka letakkan adalah paku yang kecil, sehingga jika  waktu tertusuk 
masih
      dipaksa untuk berjalan, beberapa bagian ban dalam anda  akan 
bolong-bolong.

      Sedikit tips dari saya jika ban Anda bocor:
      -  Jika memungkinkan langsung berhenti dan carilah penyebab ban bocor
      terlebih  dahulu. Hal ini dikarenakan, jika dipaksa jalan, akan 
mengakibatkan
      ban  anda bocor di beberapa bagian, sehingga tidak dapat ditambal lagi  
alias
      harus mengganti ban.

      - Kalau bisa, berhentilah di tempat yang  terang (pada malam hari) atau 
yang
      cukup ramai.
      *
      Delonika Yuki Eka  Putra*
      Sepanjang jalan daan mogot rawan paku, paling parah dari Jembatan  Gantung
      s/d Indosat, Kalideres sekitar terminal.
      *
      Made  Widagda*
      Daerah rawan ranjau paku:
      1. Jalan Simatupang dari Nestle  hingga perempatan Ragunan

      2. Ranjau paku juga bertebaran di daerah  mampang sepanjang jalan dari 
pompa
      bensin Buncit Indah sebelum Imigrasi  sampai dengan mampang flyover.
      Hati-hati jalur kiri dan naik  trotoar.

      Dari arah keluar parkir timur Senayan sampai kolong Semanggi,  tukang 
tambal
      tembak di kolong Semanggi. Ini sering sekali setiap pagi yang  sibuk kerja
      1-3 motor bocor untuk ditambal.
      *
      Eddy*
      Lampu merah  Departemen Agama tepatnya sebelum halte BI menuju monas,
      biasanya tukang  tambal tembak naik sepeda di depan Indosat sampai lampu
      merah Istana  Negara.

      Jalur flyover menuju Pondok Indah sebelum flyover  Pakubuwono-Kebayoran 
Lama
      hingga saat ini masih rawan, dan juga jalur  memotong menuju Hang Lekir 
yang
      ramai dilalui pengendara menuju Sudirman.  *(Budi Sutria)*
      *
      Mahmud Ramady*
      Ada ranjau paku di depan Ditjen  Imigrasi Mampang tepatnya di pinggir 
jalan
      di bawah jembatan penyeberangan  busway. Tolong diperhatikan, pakunya
      menyebar banyak sekali, paku kecil  ukuran 1 cm
      *
      Yunif)*
      1. Daerah sekitar ITC Cempaka Mas dari Jl  Cempaka Putih sampai bawah tol
      layang

      2. Daerah sekitar Jl Raya  Bekasi Barat sekitar bawah jalan tol Cakung 
menuju
      Bekasi dekat perumahan  Taman Modern. Waktunya biasanya saat pergi kerja 
atau
      pulang kerja setelah  magrib hingga malam hari.
      *
      Firman Fajar*
      Sekitar 2 bulan yang lalu  saya pernah terpaksa ngerem dan jadi sebel 
karena
      tiba-tiba ada orang yang  nyelonong di depan motor saya dan kemudian dia
      seperti memungut sesuatu  dari jalanan. Ternyata orang itu mungutin paku
      cukup banyak.
      Tentunya  saya justru jadi berterima kasih.

      Kejadiannya di daerah Mampang, di  depan Hermina. Waktu itu sekitar pukul
      08.00 pas macet-macetnya orang mau  berangkat kerja dan seperti biasa, 
motor
      selalu ambil jalur kiri karena  bisa selap-selip. *(nrl/umi)*

      Paku & Tukang Tambal Ban  Palsu
      Nurul Hidayati - detikcom

      <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-relion.ad>*Jakarta*  - Tak cuma 
uang
      saja yang palsu, tukang tambal pun ada juga yang  jadi-jadian.
      "Korban-korban"-nya siapa lagi kalau bukan pengendara  motor yang terkena
      ranjau paku.

      Bagaimana tukang tambal ban palsu  ini beroperasi? Berikut ini kisahnya,
      lengkap dengan tambahan lokasi ranjau  paku di Ibukota, Rabu (13/6/2007):
      *
      Anton*
      Di daerah Gatot Subroto  tepatnya di sebelah Gedung Mandiri di sana sudah
      stand by beberapa orang  tambal ban palsu dengan perlengkapan hanya pompa
      biasa, tanpa bawa ember  air yang biasa untuk periksa tempat kebocoran 
ban,
      kenapa bisa begitu?  Rahasianya adalah pada saat mencongkel untuk
      mengeluarkan ban  dalam.

      Perhatikan saat mereka mereka mencongkel ban luar untuk  mengeluarkan ban
      dalam, karena hasil congkelannya sungguh luar biasa, ban  dalam jadi bisa
      sobek panjang, sehingga tidak dibutuhkan air lagi untuk  mencari letak
      kebocoran karena keliatan jelas sekali sobek panjang. Kalau  sudah mau 
tidak
      mau kita harus ganti ban dalam yang harganya  selangit.
      *
      Yoseph*
      Ranjau paku itu banyak sepanjang Casablanca dari  Tebet sampai kuningan,
      dilihat dari pertumbuhan tukang tambal ban, yang  dari awalnya cuma 3
      sekarang sudah ada sekitar 7 penambal ban. Tolong  diperhatikan ranjau 
paku
      banyak di sisi sebelah kanan dan kiri dan tiap  hari pakunya update mirip
      dengan berita di detikcom :).
      *
      Andi  *
      Saya ingin menambahkan wilayah yang terdapat ranjau paku. Kebetulan  saya
      mengalami 3 kali bocor dalam 1 bulan sampai ganti ban dalam. Kejadian  4
      bulan yang lalu. Saya pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas  
di
      jalan arah Tanjung Priok - Cawang.

      Paku yang sering saya jumpai  mulai dari perempatan Cempaka Mas/Coca-cola
      sampai Plumpang. Yang terparah  terdapat di seputar yang mau masuk ke arah
      Sunter.

      Betul posisi paku  memang ada di sebelah kiri jalan baik jalur lambat 
maupun
      jalur cepat. Pada  saat saya nambal ban selang beberapa menit ternyata 
ada 2
      motor lagi yang  terkena paku mau menambal juga.

      Saya sempat kesal dibuatnya,  berdasarkan informasi tukang tambal ban di
      sekitar situ katanya memang  betul ada yang menebar paku pada tengah 
malam,
      paku tersebut dibakar dahulu  dengan ban bekas biar berwarna hitam 
sehingga
      apabila terkena sinar lampu  tidak terlihat.
      *
      Hafid*
      Saya seorang pegawai swasta yang berkantor  di daerah Menteng, saya
      menginformasikan di daerah yang banyak menebar paku  terutama:

      1. Daerah dari Tanah abang menuju arah cideng termasuk fly  over sepanjang
      jalan menuju ke cideng banyak sekali paku yang disebarkan  terutama pagi 
dan
      sore.

      2. Daerah RE Martadinata dari arah Sunter  menuju arah ke Hailai Ancol
      terutama di sekitar jembatan goyang.

      3.  Daerah Sawah Besar dan di sepanjang jalan yang berada di bawah rel  
kereta
      api Mangga Besar menuju Sawah Besar yang 4 kali pecah ban di  daerah
      tersebut.

      4. Daerah Gunung Sahari yang arah dari pasar baru  menuju Hotel Golden 
Truly
      dan langsung masuk ke daerah Kemayoran.

      5.  Daerah Jiung Kemayoran yang arah dari Senen ke arah Kemayoran banyak
      sekali  paku.

      6. Daerah Mangga dua sepanjang jalan menuju Stasiun  Kota

      7. Daerah Pangeran jayakarta menuju kea rah Hotel Sheraton di  sekitar 
gunung
      sahari.

      8. Daerah Terminal Tanjung Priouk menuju ke  arah RE Martadinata banyak
      sekali penebar paku, dan arah dari terminal  Tanjung Priuk menuju 
Cilincing
      banyak juga penyebar paku.

      9. Daerah  Cempaka Putih menuju Cakung banyak penebar paku khususnya di
      sekitar  terminal Pulogadung
      *
      Ali BSA*
      Pagi ini sekitar jam 06.00 Wib, saya  berangkat kerja dengan mengendara 
motor
      dari Slipi menuju UKI melalui Jalan  Otista ke arah Cililitan, tapi
      sesampainya di turunan Cawang ke arah Otista  atau Dewi Sartika, motor 
saya
      terkena ranjau paku yang terbuat dari besi  bekas kerangka payung 
sebanyak 4
      biji, akibatnya terpaksa saya harus ganti  ban dalam dikarenakan ban dalam
      sobek.

      Itu pun plastik hitam  pembungkus masih menempel di ban luar saya, maka 
untuk
      teman-teman  pengendara mohon berhati-hati ketika melintas di daerah
      tersebut.

      Oh  ya waktu itu posisi saya di jalur tengah, jadi kemungkinan si penebar
      paku  sudah mulai menebar secara acak baik di tengah maupun  pinggir.
      *
      Andi*
      Di sepanjang Jalan Casablanca Jaksel juga banyak  ranjau yang ditebar
      orang-orang brengsek. Ban motor saya pernah kena ranjau  yang dibuat dari
      rangka payung yang dipotong meruncing di kedua sisinya.  Ranjau tersebut
      tidak menancap permanen seperti paku tapi hanya menggores  dengan bentuk
      goresan V sehingga agak sulit ditambal.

      Parahnya,  benda tersebut bisa mental, sehingga ada kemungkinan bisa 
merobek
      ban  belakang. Terbukti ketika saya memeriksa ban belakang ternyata  benda
      tersebut menancap di ban. Beruntung tidak kena ban dalam tapi hanya  
menancap
      disisi ban.

      Akhirnya saya ganti ban dalam seharga Rp 35  ribu. Lucunya, saat ditanya
      tukang ganti ban, saya kena di depan Graha Bank  NISP yang ke arah Kp 
Melayu,
      si tukang bengkel langsung melihat tukang  tambal ban yang ada di samping
      gedung itu.

      Kebetulan peristiwanya  sekitar pukul 8 pagi dan saya terpaksa nyebrang
      lantaran di sepanjang jalan  itu belum ada tambal ban yang buka.

      Melihat raut mukanya, saya curiga  jangan-jangan sudah ada konspirasi di
      antara sesama tukang tambal ban di  sepanjang jalur tersebut. Saya 
akhirnya
      membayar seharga yang ditawarkan  tanpa protes sedikit pun karena percuma.
      Tapi saya berdoa supaya orang yang  menebar ranjau tersebut sakit perut
      selama seminggu dan uangnya habis untuk  biaya berobat.
      *
      Teguh Imam Santoso*
      Di lampu merah Tugu Tani Senen  (dari arah Jalan Kebon Sirih-Kwitang) 
tepat
      sekali di lampu merahnya.  Biasanya kena di lampu merah.

      Tepat di depan Hotel Aryaduta langsung  kempes abis. Kalau pakai ban 
dalem,
      ban tersebut bakal sobek dan kita harus  ganti ban baru. Tukang tambal 
bannya
      ada di sebelah jembatan setelah Hotel  Aryaduta agak masuk edikit ke kiri.

      Saya sempat kena di situ di saat  hari Minggu, dalam waktu 15 menit sudah 
5
      motor yang kena, semuanya kena  paku yang kondisinya masih baru/mengkilap.
      Kalau 1 motor sudah kena Rp  10-30 ribu, kebayang kan kalau sehari 10 
motor.
      *
      Dani Wahyudi*
      Saya  menambahkan untuk daerah Jakarta Pusat, itu di daerah underpass  
stasiun
      Senen, pada pagi hari terdapat banyak paku-paku berukuran kecil  yang 
sengaja
      disebar oleh tukang tambal ban (tepatnya mangkalnya di samping  deler 
motor
      Honda di depan Atrium Senen). Sebaiknya kepada para pengguna  jalan yang
      melintasi jalur tersebut lebih baik memilih jalan lurus yang  melintasi 
rel
      kereta api.

      Selain itu di tikungan Pejambon samping  Hotel Borobudur juga terdapat 
banyak
      paku, sebaiknya jika melewati jalur  tersebut kendaraan harus pelan karena
      trik agar paku tidak menancap pada  ban itu laju kendaraan harus lambat.
      *
      Rantala Sikayo*
      Jam 9.30-an  tadi saya melintas dari arah depan gedung MPR/DPR menuju
      Semanggi, di bawah  fly over Senayan juga terdapat satu buah kantong kecil
      yang berbahan kain  (sepertinya, karena kurang jelas) di sekitar kantong
      tersebut sudah  berserakan paku-paku berukuran sedang dengan jumlah bisa
      mencapai piluhan  paku. Kantong tersebut terletak di tengah jalan agak ke
      kanan.  *
      (nrl/umi)*




   

Kirim email ke