--- Begin Message ---
milla sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Date: Thu, 30 Aug 2007 01:47:39 -0700
(PDT)
From: milla sari <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: Untuk renungan...
To: abang <[EMAIL PROTECTED]>, mba nung <[EMAIL PROTECTED]>,
mba reni <[EMAIL PROTECTED]>,
Latifa <[EMAIL PROTECTED]>, rahma <[EMAIL PROTECTED]>,
siska <[EMAIL PROTECTED]>
CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Note: forwarded message attached.
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.From: "Dudi - Scandinavian
Airlines" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Dudi - Scandinavian Airlines" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Untuk renungan...
Date: Thu, 30 Aug 2007 16:04:02 +0700
st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) } Berapa lama
Kita dikubur?
Awan sedikit mendung,
ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan
menyeberangi kawasan lampu merah Karet.
Baju merahnya yg
Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim
sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan
kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.
Yani dan Ayahnya
memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan &
kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad
19-10-1915:20- 01-1965"
"Nak, ini kubur
nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu
menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata
seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk
Neneknya...
"Ayah, nenek waktu
meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari
memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek
sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya
menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42
tahun ... "
Yani memutar
kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan
neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 :
30-01-1910"
"Hmm.. Kalau yang itu
sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan
disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya
terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?"
kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang,
bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan
disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan
yah?"
Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek
banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di
kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang
dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan
kepada Ayahnya pendapatnya.
Ayahnya tersenyum,
namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu
pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari
pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang
dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun
lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ...
Meneteskan air mata...
Kalau Ia meninggal ..
Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan
disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna
ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia
selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun
lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah
dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal
melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak
tahan?
Ya Allah... Ia
semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak
teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya
Allahumma as aluka
khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak
... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.
Dihampirinya Yani
yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus
tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya
karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang
di
depannya...
"Yaa Allah, letakkanlah dunia
ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."
Sebarkan e-mail ini ke
saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .
"Sebarkanlah walau hanya 1
ayat"
Wassalam,
BR,
Nungky F. Aldi
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
--- End Message ---