Busyet dah..............lembur terus..........kenceng nih uang
lemburan............ hahahahaha

Pake namanya Cindy aja..... aka irwan

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Satria Yuliafianto
Sent: Wednesday, November 21, 2007 9:31 PM
To: 97'ers sma 12
Subject: Re: [bonsi97] Pemabuk dan Preman

 

Nanggung, genapin lembur smp jam stgh 9.
Hehehehe...
Mo gue ganti namanya pake parto aja? oke deh...


On 11/21/07 8:25 PM, "Suparto, Arie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        
         
         
        
        Lu gak ada kerjaan yah? Iseng banget......... hahahahaha
         

        
________________________________


        From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>  On Behalf Of Satria Yuliafianto
        Sent: Wednesday, November 21, 2007 9:23 PM
        To: 97'ers sma 12
        Subject: FW: [bonsi97] Pemabuk dan Preman
        
        
        Dibaca ulang yak...:)
        
        ------ Forwarded Message
        From: AdAm WiSnU <[EMAIL PROTECTED]>
        Reply-To: <[email protected]>
        Date: Tue, 20 Nov 2007 22:10:33 -0800 (PST)
        To: smu 12 <[email protected]>
        Subject: [bonsi97] Pemabuk dan Preman
        
         
         
         
        
        Seorang pria mabuk bernama adam wisnu (kita panggil aja inu)
masuk ke bar tempat preman-preman biasa nongkrong. Dia duduk dan
meskipun sudah jelas mabuk, masih juga memesan minuman. Ketika
memperhatikan sekeliling dia melihat 3 pria bertubuh besar dan
bertampang sangar sedang duduk di meja lain.
        
        Si inu bangkit dan berjalan terhuyung-huyung mendekati mereka.
Dia mendekati preman yang paling sangar dan paling besar, menatapnya
tepat di mata sambil berkata, "Aku tadi ke rumah ibumu dan melihat dia
memasak di dapur cuma pake daster. Wow...dia benar-benar cewek
menggiurkan!"
        
        Si preman menatap pria itu tapi tidak berkata apapun. Kedua
temannya heran karena jangankan dihina seperti itu, ditatap lebih dari 3
detik saja biasanya akan berakhir dengan penganiayaan.
        
        Si inu kembali mendekatkan wajahnya ke si preman dan berkata
sambil tersenyum, "Aku jadi tidak tahan dan langsung menyergapnya dari
belakang. Di lantai dapur itu aku lampiaskan hasratku!"
        
        Kali ini kedua teman si preman mulai ikut-ikutan naik darah tapi
anehnya si preman masih tenang dan cuma balas menatap si mabuk tadi.
        
        Sekali lagi si inu mencondongkan badan dan berkata tepat ke
telinga si preman, "Dan kamu tau nggak? Ibumu menyukainya!"
        
        Kali ini si preman berdiri, menarik si inu ke dekatnya, melihat
tepat di matanya, dan berkata...
        
        "Pa, lebih baik Papa pulang saja, Papa mabuk!"
         
                        
        Best Regards,
        
        ADAM WISNU, SH
        
          
          
          
         
        
         
            

 

 

Kirim email ke