Dating A Matre-Boy [Part
2]<http://orgasmingorganism.blogspot.com/2007/03/dating-matre-boy-part-2.html>from
ORGASMINGORGANISM<http://www.google.com/reader/view/feed/http%3A%2F%2Forgasmingorganism.blogspot.com%2Ffeeds%2Fposts%2Fdefault>
by
Fa
<http://bp2.blogger.com/_95ffC8v_M0g/ReKYxuaM2zI/AAAAAAAAAM0/bb_9x--_1eE/s1600-h/345-matre+boy2.jpg>
Gue selalu heran tiap kali denger, *ada aja orang-orang bodoh yang gak bisa
baca symptom.* Padahal semua gejala udah ada di depan mata segede-gede
gajah, tapi* [1] dia gak bisa liat* atau *[2] emang gak mau liat dan menutup
matanya rapat-rapat menolak kenyataan.
*
Dan orang-orang bodoh seperti itu, jelas gak ngerti prinsip hukum action –
reaction; *bahwa tiap tindakan yang dilakukan itu adalah sebab-akibat, lalu
ada konsekuensi-nya dari semua yang pernah kita lakukan.*

Lalu *ketika semua sudah terjadi, baru nyadar......... sayangnya telat dan
yang bisa dilakukan adalah maki-maki, nyalahin orang lain........* padahal
ada huruf L gede-gede ditempel di keningnya. *L for LOSER!!!!!!!!!
*
Let's read one by one the email........

*First.*
*Katanya: "Hati-hati ama brondong, biasanya mereka suka nekat buat nyolong.
Seperti mahasiswa, apalagi penggangguran"*

*Gak perlu kali nyalahin brondong, apalagi mahasiswa.* Dan gak perlu juga
merendahkan pengangguran. *Kalo emang punya jiwa maling mah, siapa aja bisa
jadi maling!* Maling is everywhere… dan yang lo harus hati-hati adalah
mengenali mana yang punya jiwa maling sama yang anak baik-baik. Bukan tiap
kali ketemu brondong/ mahasiswa/ pengangguran, lalu jadi curiga-curiga
melulu!!!

*Punya instinct kan?*

Years ago, I met this guy at a mall. One thing led to another, he ended up
spending night at my place. Talk after talk, kok feeling gue bilang gak enak
ya? There's something not really make me comfortable with him. Cerita
tentang dia gak masuk akal, keliatan dibesar-besarin, *dan kok gue ngeliat
ada indikasi gak jujur.
*
Gak mungkin kan malam itu dia langsung gue suruh pulang? That will be rude.
*So, when he was in bathroom, I hid all my valuables: camera, laptop,
etc.*Next morning, I asked him for breakfast, he said he was too tired
and asked
me to buy. I went out, *tapi dompet gue bawa, HP gue bawa, gue pake jam
tangan gue.* Gue bilang ke dia kalo di luar ada pembantu kost gue. *Gue
bilang ke pembantu kost gue kalo di kamar ada temen gue.
*
Dan gue keluar dengan lega.

*There was no proof if he was as bad as I thought.* But I was glad I did
what I had to do. Lebih baik kan *daripada pulang-pulang, dia udah kabur
dengan semua barang-barang gue kan???
*

**
**
*Second
*Harusnya selain punya instinct, juga *punya ability untuk ngeliat clue dan
ngebaca gelagat kan?* *Let's listing the clues: *

*[Satu] Gue kenal ama dia di warnet, gak lama gue ajak dia tinggal ama gue
di kost-an.

[Dua] Makan, tinggal, ama transport dia ke kantor gue yang bayarin.

[Tiga] Trus minta dibayarin kuliah, ya udah karena kasihan gue bayarin
sampai 4 juta.

[Empat] Sampai ke Heaven Club aja semuanya gue yang bayar.

[Lima] Eh, trus minta dibayarin kartu kreditnya.

[Enam] Gak taunya dia malah ML ama temen deket kost-kostan gue.

[Tujuh] Trus dia malah suka jalan ama cowok lainnya lagi.

[Delapan] Terakhir suatu malah gue belum pulang kerja, dia kabur bawa
barang-barangnya dan barang-barang gue juga. Gue telepon gak diangkat, gue
SMS gak dibalas.*



Let's do a very quick quiz: Guys.... in your opinion, *when should the guy
stop wasting his time, effort, and money???* *First clue? Second? Third? Or
eighth?
*
Let's yell together: *SECOND!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!*

*Now you know why I say this person is stupid, right???* Nunggu sampai ada 8
clue seperti itu, baru akhirnya nyadar kalo mantan-nya dia itu matre. Ya
ampun!!! Baik sih baik, mungkin juga kasihan, mungkin juga cinta [makan tuh
cinta!!! Hihi…], tapi sayangnya *baik ama bodoh bedanya tipis.*

*And this one, clearly was stupid.*

Kirim email ke