Sdr Andreas Robby Wirdja yth, Kalau dilihat diskusi dengan sdr Zfy ini makin lama makin tak produktif, kilahnya lagi, malas cari data atau data nggak perlu karena tidak sedang nulis desertasi (mungkin yang dimaksud disertasi) , dan analisanya hanya berdasarkan sepak terjang Shindunata (kalau ini pasti Kristoforus Sindhunata, ). Saya memang mencari tulang dalam telur, herannya kok ketemu juga, gedeeee lageee. Kalau diskusi etis sebelum menuduh cari data dulu, lha ini tidak kok, asal nuduh saja, kalau ditanya buktinya : ah nggak usah toh bukti nggak perlu karena tidak sedang nulis desertasi. Saya mengajak kita semua untuk memikirkan kedepan, bagaimana melestarikan dan mengembangkan Budaya Tionghua tanpa membangkit batang terendam atau tanpa menyalahkan golongan manapun termasuk Kristen/Katolik. Atau kalau sdr Zhou perlu meneruskan diskusi tidak produktif ini rasanya dua pertanyaan perlu dijawab : 1. Buktikan bahwa umat Kristen/Katolik meningkat pesat semasa ORBA karena kebijaksanaan memberangus Budaya Tionghua oleh Suharto yang konsepnya dibuat oleh Sindhunata ??? 2. Buktikan bahwa konsep Sindhunata ini merupakan konsep Gereja, apakah itu PGI ataupun KWI (jangan-jangan beda KWI dengan PGI pun nggak tahu). Kalau tidak kita sudahi diskusi ini dan pesan saya, positive thinking lah, Budaya Tionghua tidak akan dapat kita bangun bila didasari dengan kecurigaan dan tuduhan, apalagi tanpa bukti. Salam, Tantono Subagyo
[Non-text portions of this message have been removed]
