Waktu kecil saya tinggal selisih satu rumah dng Klenteng. Jadi saya tahu persisi perkembangan klenteng diwaktu pergantian rezim ORla ke Orba itu. Peristiwa yang ditulis di bawah ini benar2 saya saksikan sendiri. ketika itu simbol2 agama budha tiba2 hadir mendominasi seluruh ruang klenteng. pengurusnya pun berganti pakaian khusus agama Budha.
salam, ZFy > Sebuah referensi yang menarik mengenai nasib kelenteng dimasa lalu: > > Klenteng, vihara dan Orde Baru > > Banyak umat awam yang tidak mengerti perbedaan dari klenteng dan > vihara. Klenteng dan vihara pada dasarnya berbeda dalam arsitektur, > umat dan fungsi. Klenteng pada dasarnya beraritektur tradisional > Tionghoa dan berfungsi sebagai tempat aktivitas sosial masyarakat > selain daripada fungsi spiritual. Vihara berarsitektur lokal dan > biasanya mempunyai fungsi spiritual saja. Namun, vihara juga ada yang > berarsitektur tradisional Tionghoa seperti pada vihara Buddhis aliran > Mahayana yang memang berasal dari Tiongkok. > > Perbedaan antara klenteng dan vihara kemudian menjadi rancu karena > peristiwa G30S pada tahun 1965. Imbas peristiwa ini adalah pelarangan > kebudayaan Tionghoa termasuklah itu kepercayaan tradisional Tionghoa > oleh pemerintah Orde Baru. Klenteng yang ada pada masa itu terancam > ditutup secara paksa. Banyak klenteng yang kemudian mengadopsi nama > Sansekerta atau Pali, mengubah nama sebagai vihara dan mencatatkan > surat izin dalam naungan agama Buddha demi kelangsungan peribadatan. > Dari sinilah kemudian umat awam sulit membedakan klenteng dengan > vihara. > > Setelah Orde Baru digantikan oleh Orde Reformasi, banyak vihara yang > kemudian mengganti nama kembali ke nama semula yang berbau Tionghoa > dan lebih berani menyatakan diri sebagai klenteng daripada vihara. > > Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng > > Salam > > Danardono > >
