Hmmm, Wikipedia. Sama donk modalnya kita.... hehehehe. Tapi di Wikipedia juga nggak ada penjelasan isu penutupan kelenteng oleh pemerintah.
Gue cuman sekedar penasaran aja, isu itu gue pernah dengar, tapi nggak pernah temukan ceritanya, jadi begitu ditanya, "Oh ya, dimana tuh? Gimana cerita lengkapnya?" Orang selalu menghindar dengan jawaban melat-melit dan berujung "katanya..." Makanya gue bilang, akhirnya semua masalah ujungnya percaya percayaan, kita percaya apa yang INGIN kita dengar, dan menolak untuk percaya apa yang TIDAK SESUAI dengan keinginan kita. Mencoba keluar dari frame tersebut, untuk berpijak pada data dan fakta, seringkali butuh effort besuaaarrrrr...... yang kadang prosesnya tidak menyenangkan. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of RM Danardono HADINOTO Sent: Tuesday, February 05, 2008 9:16 PM To: [email protected] Subject: [budaya_tionghua] sdri Greysia: kelenteng dan masa reformasi Sebuah referensi yang menarik mengenai nasib kelenteng dimasa lalu: Klenteng, vihara dan Orde Baru Banyak umat awam yang tidak mengerti perbedaan dari klenteng dan vihara. Klenteng dan vihara pada dasarnya berbeda dalam arsitektur, umat dan fungsi. Klenteng pada dasarnya beraritektur tradisional Tionghoa dan berfungsi sebagai tempat aktivitas sosial masyarakat selain daripada fungsi spiritual. Vihara berarsitektur lokal dan biasanya mempunyai fungsi spiritual saja. Namun, vihara juga ada yang berarsitektur tradisional Tionghoa seperti pada vihara Buddhis aliran Mahayana yang memang berasal dari Tiongkok. Perbedaan antara klenteng dan vihara kemudian menjadi rancu karena peristiwa G30S pada tahun 1965. Imbas peristiwa ini adalah pelarangan kebudayaan Tionghoa termasuklah itu kepercayaan tradisional Tionghoa oleh pemerintah Orde Baru. Klenteng yang ada pada masa itu terancam ditutup secara paksa. Banyak klenteng yang kemudian mengadopsi nama Sansekerta atau Pali, mengubah nama sebagai vihara dan mencatatkan surat izin dalam naungan agama Buddha demi kelangsungan peribadatan. Dari sinilah kemudian umat awam sulit membedakan klenteng dengan vihara. Setelah Orde Baru digantikan oleh Orde Reformasi, banyak vihara yang kemudian mengganti nama kembali ke nama semula yang berbau Tionghoa dan lebih berani menyatakan diri sebagai klenteng daripada vihara. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng Salam Danardono No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.20/1259 - Release Date: 2/4/2008 8:42 PM No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.20/1259 - Release Date: 2/4/2008 8:42 PM .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Website global http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Pertanyaan? Ajukan di http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Arsip di Blog Forum Budaya Tionghua http://iccsg.wordpress.com :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
