Freewill adalah salah satu bagian dari filsafat agama yang dicetuskan St Agustinus. Salah satu ciri penting kehendak bebas adalah dosa. Padahal kehendak bebas adalah karunia dari Tuhan terhadap manusia. 1. Tuhan maha tahu (Awal dan Akhir) 2. Tuhan maha baik 3. Tuhan menciptakan manusia 4. Tuhan memberikan kehendak bebas 5. Ciri penting kehendak bebas adalah dosa 6. Manusia jatuh kedalam dosa 7. Semua ciptaan Tuhan baik adanya 8. Katastrofi (Tsunami , Banjir , Gempa dll)
Tuhan maha baik (1) tapi kok manusia bisa jatuh ke dalam dosa (2) padahal semua ciptaan Tuhan baik adanya (2) Tuhan maha tahu (2) , semestinya klo Tuhan tahu bahwa konsekuensi penciptaan manusia (3) dan kehendak bebas (4) , kenapa Dia tetap menciptakan manusia. Tuhan maha baik (1) , kenapa bisa terjadi bencana (8) Sebenarnya yang di perdebatkan seperti umumnya perdebatan agama , tidak menyentuh sama sekali esensi agama itu sendiri. Karena yang di perdebatkan adalah perbedaan sekunder..(tata cara, ritual , dll ) sementara esensi utama (menolong sesama , mengasihi sesama, dll) terabaikan dan memang tidak "terdebatkan" . Freewill, filosofi Agustinus, tidak bisa di selesaikan dengan perdebatan ala "yunani" seperti dibawah ini.......karena cukup rumit......... Robby Wirdja ----- Original Message ----- From: Others To: [email protected] Sent: Wednesday, February 06, 2008 12:38 PM Subject: RE: [budaya_tionghua] Re: Ciong di TAHUN TIKUS => GK nulis kok ya ngga dipikir toh pak. === Kita yang mutusin mo jadi apa. saya kan tulis bahwa Tuhan YME yang mengatur rancangan hidup kita, dan itu pasti rancangan yang baik. kitalah yang mutusin, mo ikut Beliau atau mo ikut rancangan suhu :P Hehehe... === tuh saya quote ulang. bagian mana yang ngga ada freewill-nya? semua tuh up to you. ibaratnya, jalannya udah ada. nah loe pilih sendiri mo lewat jalan mana. kalau nyasar nyemplung jurang ya itu salah sampeyan sendiri. sudahlah. saya lihat argumen anda itu muter-muter ae. kalau sodara mo lanjut ya silahkan. saya sih milih ngga terjebak pada debat kusir. _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Gunawan Kurnia Sent: 05 Februari 2008 20:34 To: Budaya Tionghua Yahoogroups Subject: [budaya_tionghua] Re: Ciong di TAHUN TIKUS => GK Importance: High Anton Syafii : Berarti yang memegang peranan adalah sesuatu yang dikenal dengan istilah "nasib". Lah trus...siapa yang mengatur rancangan "nasib"? Ya Tuhan YME. Jadi, mending berserah diri kepada Tuhan YME aja. :P GK : Anton-heng, kalo sebagai manusia kita nggak bisa nentuin nasib kita sendiri, kesian banget kita ya ... Anton Syafii : Wah...anda salah tangkap, pak. nasib di tangan kita. Kita yang mutusin mo jadi apa. saya kan tulis bahwa Tuhan YME yang mengatur rancangan hidup kita, dan itu pasti rancangan yang baik. kitalah yang mutusin, mo ikut Beliau atau mo ikut rancangan suhu :P Hehehe... GK : Anton-heng, saya salah tangkap maksud Anton-heng? nggak koq. pernyataan Anton-heng 'kan mengacu pada tidak adanya free-will bagi kita manusia, karena menurut Anton-heng semuanya sudah diatur rancangan nasibnya oleh Tuhan YME. tapi, itu 'kan kepercayaan Anton-heng. kalo orang lain punya kepercayaan yang berbeda dengan kepercayaan Anton-heng, kenapa Anton-heng harus merendahkan kepercayaan orang lain, padahal Anton-heng sendiri pun modalnya cuma kepercayaan. "appeal to belief" itu namanya, Anton-heng ... :-) ******************************* Anton Syafii : Kasian yang shio Tikus misalnya, dia dilarang jadi orang yang baik hati, masa nyambangi orang sakit ngga boleh? Kalau orang tuanya sendiri gimana? Milih disumpahi "Kualat durhaka" atau milih omong suhu hayoooo? GK : betul, saya setuju, bezoek orang sakit adalah perbuatan bajik, menghaturkan perhormatan terakhir kepada mendiang orang meninggal adalah perbuatan bajik, tentunya perbuatan bajik tidak akan berbuah kesialan, sejauh perbuatan bajik itu dilakukan dengan bijak. Anton Syafii : Nah lho, saya ngga bisa lebih setuju lagi dengan anda. Tetapi bukankah kata suhu anda ngga boleh jenguk, hayo? ntar ada ci swak-nya. tetap aja ngrepotin. Mending sesuai dengan ucapan anda, berbuatlah baik, itu yang penting. ga usah ikuti ramalan. Tapi ya...terserah anda juga.mo percaya baik ngga percaya ya itu boleh aja. Kan saya cuman kasih cerita nyata aja, plus saran. Wong suhunya sendiri ngga percaya kok :P GK : masa' sih mentang2 kita punya kepercayaan tertentu, trus kita jadi percaya membuta ? tentu tidak. tetapi itu 'kan pedoman saya, nggak main percaya membuta terhadap segala sesuatu. tentu ada bagi orang2 yang berbahagia dengan kepercayaannya secara membuta. tapi berbeda itu wajar, nggak apa2 toh, saya nggak perlu merendahkan kepercayaan mereka. ssst .. Anton-heng, kalo mau ditelaah, banyak kepercayaan yang sebenernya terbentuk melalui "Communal Reinforcement" sehingga menjadi "Bandwagon Fallacy" berdasarkan "Circular Reasoning". hal ini bisa Anton-heng check langsung pada kepercayaan Anton-heng sendiri ... :-) [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
