He he he, Kalau kejadiannya dimasa muda memang dah biasa, namanya juga anak
muda. Justru kejadian ini terjadi di era 2000 an dimana masing2 rambut sudah
mulai memutih dan anak2 bentar lagi pada dah mau kuliah.

On 5/7/08, Akhmad Bukhari Saleh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   ----- Original Message -----
> From: BUD'S 1
> To: [email protected] <budaya_tionghua%40yahoogroups.com>
> Sent: Monday, May 05, 2008 4:23 PM
> Subject: Re: [budaya_tionghua] Etnis non Tionghoa
>
> > Teman sekolah aku yang jadi pengacara merangkap preman
> > di Medan pernah telepon anak buahnya melalui HP
> > untuk suatu urusan dan kebetulan kita2 lagi KOPDAR,
> > dalam percakapannya sempat terlontar sama dia
> " Itu Cina Sikat Saja, Kenapa Kau Takut, kalau perlu minta
> > si anu yang beresin, kan deking kita lebih kuat "
> > (rupanya ada perselisihan Utang yang berbuntut deking2an),
> > Karena teman akrab, gua pelototin aja dia sambil bercanda
> > aku bilang " Pukimak kua lah Son, emangnya aku bukan Cina ",
> > sambil cengengesan dia minta maaf: "Sorry Bud, aku lupa kamu Cina,
> > habis cina itu nantang duluan pakai beking" .
> > ya kita lanjutin lagi acara kita tanpa mengurangi persahabatan kita.
>
> ---------------------------------------------------
>
> Hal seperti ini kasus yang klasik di antara anak muda yang biasa hidup
> keras.
> Dan bisa terjadi di kota-kota lain selain Medan. Dan berlaku umum untuk
> semua
> etnis.
> Bisa saja lain kali kalimatnya menjadi: "Itu Ambon sikat saja, kenapa kau
> takut..."
> Dan ketika yang menegur temannya yang suku Ambon, dengan bersahabat juga
> dia akan bilang: "Sorry Bud, aku lupa kamu juga Ambon, habis Ambon itu
> nantang duluan pakai backing"
> Lain kali kata "Ambon" ini bisa juga jadi "Padang", "Arbi", "Madura",
> "Bule", dsb., dll., dst.
>
> Wasalam.
>
> 
>

Kirim email ke