Bung Seng Goan yth,
Diskusi keagamaan dalam keluarga saya biasa kok, nggak pernah berantem tuh
?!!!.  Mungkin karena niatnya sudah mau rukun saja, jadi nggak mau
berantem.  Saya mengasuh sekolahan, TK, SD, SMP, waktu bulan puasa kami
mengadakan Pesantren Kilat dan Bible Week berdampingan (kelasnya lain), sore
buka puasa bersama, rukun kok !!!.  Waktu sekolah mengadakan Maulid Nabi,
saya ikut jemput ustadz, dan kita sedikit berbincang tentang keyakinan ya
aman-aman saja.  Yang penting bagaimana kita bisa empathy (duuuh orang bodoh
bicara empathy) atau mencoba melihat dari sudut pandang orang lain, dan
bagaimana saling menenggang rasa. Saya saling mengundang dengan Komarudin
Hidayat (Rektor UIN) dan Ahmad Gaus untuk berceramah, saya pernah juga
ceramah di UIN, aman saja kok.  Jadi sekali lagi yang penting niatnya.
Kalau mau berantem nggak beragamapun bisa berantem, kalau mau damai,
membicarakan apa saja bisa damai.  BTW kita pernah joke nyerempet dalam
keluarga : Tebakan : siapa yang dikurbankan kepada Tuhan oleh
Abraham/Ibrahim, Ishak atau Ishmael ? Jawab macem-macem, tapi yang bener
jawabnya : Kambing.
Sojah, Tan Lookay

Kirim email ke