Makanya, kita harus menolak perang, bersatu padu melawan para penguasa yang 
haus darah! Dalam perang tak ada yang menang! Yang dikorbankan adalah 
kemanusiaan itu sendiri! Ingat tokoh Qiao Feng ( Kao Hong )dalam cerita silat 
karya Jin Yong yang terkenal : Tian Long Ba Bu (pendekar negeri Tayli )?

ZFy




________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, January 9, 2009 3:12:45 PM
Subject: RE: Sdr. Tan, Re: Ilmu Hitam atau Bukan? Re: [budaya_tionghua] Re: 
budaya Tionghoa di acara tv kesaksian Agama2 tertentu


Tanya donk, misal sekeluarga ada 5 org, yg 1 WNI, 1 Malay, 1 Sing, 1 Philipin, 
1 Thailand. Trus klo asia tenggara perang, misal indo vs malay or sing, trus 
saling dukung dll yg hasil akhirnya kelima bersaudara kandung itu harus perang. 
Kira2 apa yg hrs dilakukan mereka. Demi negara n bangsa masing2 perang antar 
sodara sedarah? Apa demi sodara khianati negara n bangsa? Atau sama pergi jauh 
tinggalin daerah konflik? 
________________________________
From: liang u 
Date: Thu, 8 Jan 2009 18:44:24 -0800 (PST)
To: <budaya_tionghua@ yahoogroups. com>
Subject: Sdr. Tan, Re: Ilmu Hitam atau Bukan? Re: [budaya_tionghua] Re: budaya 
Tionghoa di acara tv kesaksian Agama2 tertentu

Sdr. Tan, 
Kita mungkin orang kaypang semua, tak mengerti cara berpikir golongan atas, 
kalau anda banyak famili dari berbagai agama, saya banyak famili dari berbagai 
kewarganegaraan. Warga negara Indonesia, warga Singapore, warga RRT, warga 
Tiongkok/Taiwan, warga Tiongkok/Hongkong, warga USA dll. Kami tak pernah ribut, 
meskipun kadang-kadang USA dan RRT agak bersitegang, Indonesia dan RRT pernah 
putus hubungan dll. Belum terhitung anak-anak yang mengaku saya sebagai ayah 
angkatnya, sebagai cucu angkatnya bermacam-macam dah. Kita semua tetap rukun, 
tidak ribut kalau cinta Tiongkok harus benci Indonesia, kalau cinta Indonesia 
harus benci Tiongkok, atau kalau cinta Amerika harus benci Tiongkok, kalau 
cinta Tiongkok harus benci USA, tidak tuh. Semua disebabkan karena kami tidak 
bermain politik. Kami hanya berjuang untuk hidup yang nyaman kalau ada lebihnya 
membantu orang lain hidup nyaman. Nyaman kan!
Beda agama adalah urusan pribadi, beda politik juga urusan pribadi, yang jelas 
secara ras kita tak dapat diubah. Kami berdarah TIONGHOA.

Saya usul moderator mulai membentuk tim, membereskan file yang ada, file 
dikelompokkan menjadi beberapa topik, yang bisa dijadikan pegangan oleh semua 
anggota. File itu boleh diubah kalau banyak pendapat baru yang logis atau data 
baru, tapi pada garis besarnya adalah harus bertujuan sama, mempertahankan dan 
mempelajari budaya Tionghoa. Mungkin dibagi beberapa topik, sehingga jangan 
terlalu luas tanpa jelas ke arah   mana kita dibawa? Kita harus menerangkan dan 
menjelaskan bukan untuk menyerang pihak lain. Tiongkok saja yang dulu dasar 
filosofinya perjuangan kelas, sekarang menjadi hexie atau keharmonisan. 
Bukankah prinsip budaya kita adalah : Yi rou zhi gang. Yang artinya Dengan 
Kahalusan Mengalahkan Kekerasan. 
 Masalah Taiwan dengan prinsip kekerasan bahkan makin jauh dari yang diinginkan 
yaitu persatuan nasional. Dengan prinsip kehalusan, saling tolong, saling 
menghargai malah semakin dekat. Setuju?
Memang ngomong mudah, tapi praktek sulit, kalau kita tidak mulai , lalu kapan? 
Kehalusan tidak berarti bersedia dihina dan difitnah, tapi kita lawan dengan 
baik-baik. Nanti kelihatan, siapa yang belang? Prinsip kekerasan, yang 
menginginkan semua harus tunduk pada saya dari Presiden Bush: Mari bersama kami 
atau lawan kami,  berakhir dengan morat marit, padahal Bush adalah orang yang 
paling berkuasa di dunia,  apalagi kita minoritas. 
Marilah kita bersatu, tanpa prinsip, milis akhirnya akan berantakan. Beberapa 
ahli utama, sudah meninggalkan milis ini atau menjadi pasif, karena sekali 
bicara langsung dipukul.
Sadarlah kepentingan kita bersama. Peribahasa Tionghoa mengatakan Zhen jin bu 
pa huo. 
Emas sejati tak takut api. Menurut saya budaya Tionghoa adalah emas yang tak 
takut api. Lihat di Tiongkok, pemerintah yang berusaha menghapuskan total 
budaya Tionghoa, terutama masa Revolusi Kebudayaan, Khong Hucu  yang hidup 2500 
tahun didemonstrasi.. Begitu suasana reda, budaya Tionghoa hidup kembali. 
Sebentar lagi akan muncul kota budaya yang luasnya lebih dari 30 km persegi. 30 
km kalau kota dalam arti biasa kecil, tapi dalam arti komplex budaya akan 
sangat besar sekali. Di sana akan berdiri semua bangunan dan dipamerkan semua 
budaya Tionghoa yang pernah ada. Mulai dari yang paling kuno sampai pesawat 
ruang angkasa.. Letaknya? Dengan kota Qufu, tempat kelahiran Khong Hucu sebagai 
pusat, meliputi kota tempat kelahiran Bengcu (Mengzi) penganut Confusionisme 
yang kenamaan. Sekarang sedang dalam pengumpulan pendapat, apa saja yang harus 
dimasukkan. Tahun 2010 harus sudah ada keputusan dan mulai design. 
Hari lahir Khong Hucu yang dulu dilarang diperangati sekarang di rayakan tiap 
tahun, bukan oleh penduduk biasa, dihadari juga oleh pejabat pemerintah dari 
partai Komunis. 
Budaya tak akan bisa dihapus begitu saja. 

Sdr. Tan, Saya perlu tambahan dan pelurusan dengan pendapat anda.

Salam

Liang U





--- On Thu, 1/8/09, Tantono Subagyo <tant...@gmail. com> wrote:

From: Tantono Subagyo <tant...@gmail. com>
Subject: Re: Ilmu Hitam atau Bukan? Re: [budaya_tionghua] Re: budaya Tionghoa 
di acara tv kesaksian Agama2 tertentu
To: budaya_tionghua@ yahoogroups. com
Date: Thursday, January 8, 2009, 2:24 PM




Nah, inilah masalahnya. Manusia mengimani agamanya bukan untuk memuja 
sang Pencipta, dan menjadi saudara semua umat yang adalah ciptaanNya, 
tetapi malah membentengi diri, dan merasa menjadi bangsa terpilih, 
bangsa yang satu satunya terselamatkan. .

Tak heran kalau meriam terus mendentam di Gaza (walau dalih utama 
mungkin rebutan tanah ha ha ha), bom meledak di Bali, darah mengalir 
di Mumbay..

Salam

Danardono



Lookay jadi bingung nih.. Keluarga Lookay banyak yang Islam, yang Konghucu juga 
ada, kami damai-damai saja, Kalau Natalan kumpul di rumah makan-makan, kalau 
Lebaran kumpul di kakak tertua (Haji) dan Sin Tjhia ngumpul di rumah keluarga 
yang sembahyang kelenteng (dari pihak Tionghua).  Tapi kok nggak berantem ya, 
mungkin karena kami oknum yang berbeda.  Dasar Lookay yang bodoh, nggak tahu 
kalau beragama itu harus berantem.  Sojah, Tan Lookay

Recent Activity
        *  30
 
 


      

Kirim email ke