He he he, Ente cuma taunya ngerocos doang, Apa yang dikatakan ABS benar, disalah satu milis posting ente tidak diladeni sama sekali sehingga Unsur provokasinya tidak berhasil. Nih untuk buka mata ente. Apakah ente pernah tau kasus dibawah ini ??
" Walubi melalui Dewan Pimpinan Pusatnya pun ikut-ikutan mengeluarkan surat edaran No 07/DPP-WALUBI/KU/93, tertanggal 11 Januari 1993 menyatakan bahwa Imlek bukanlah merupakan hari raya agama Budha, sehingga Vihara Mahayana tidak boleh merayakan tahun baru Imlek dengan menggotong Toapekong, Barongsai dll. Pada masa itu bisa dikatakan semua fenomena yang mengidap culture shock itu berbondong-bondong menyerang Imlek." Ente tau apa yang terjadi di Tahun 2007 ?? Mendekati Imlek 2007 kemarin, mengapa Walubi begitu ngototnya ingin mengambil alih perayaan "Imlek Nasional" dari Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia)? Padahal: Ketika Surjadi Sudirdja menjadi Gubernur Jakarta dikatakan bahwa Imlek dilarang dirayakan, Imlek hanya boleh dirayakan di rumah-rumah saja secara tertutup, hal ini pun diperkuat Direktur Urusan Agama Budha Depag Drs Budi Setyawan yang didasari oleh surat dari Dirjen Bimas Hindhu dan Budha Depag No H/BA.00/29/1/1993, di pelbagai surat kabar menyatakan larangan merayakan Imlek di Vihara dan Cetya. Walubi melalui Dewan Pimpinan Pusatnya pun ikut-ikutan mengeluarkan surat edaran No 07/DPP-WALUBI/KU/93, tertanggal 11 Januari 1993 menyatakan bahwa Imlek bukanlah merupakan hari raya agama Budha, sehingga Vihara Mahayana tidak boleh merayakan tahun baru Imlek dengan menggotong Toapekong, Barongsai dll. Silakan ente boleh tanya sama orang2 Matakin yang ada disini. Salam, Bud's ikkyosensei_ym wrote: > > > Dear Djoko: > Jadi saran anda bagaimana, untuk menghentikan pelecehan budaya/agama > Tionghoa mingguan di gereja kristen ini? > Dialihkan kepada budaya/agama yang lainkah? Ataukah dihadapi, seperti > yang diajarkan oleh para leluhur kita, agar tidak menjadi konflik yang > semakin membesar dan kronis? > Ataukah anda termasuk yang tidak peduli dengan masa depan budaya > Tionghoa? Semoga jangan, karena saran anda yang > mempertahankankan/membangun keluhuran budaya Tionghoa tentu saja jauh > lebih berguna. > > Salam, > > Chen Gui Xin > > --- In [email protected] > <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com>, djoko santoso > <yodj...@...> wrote: > > > > memang mencari musuh itu gampang sekali, mencari sahabat sejati itu > sangat susah > > > > > > > > > > > > ________________________________ > > From: ikkyosensei_ym <ikkyosen...@...> > > To: [email protected] > <mailto:budaya_tionghua%40yahoogroups.com> > > Sent: Mon, 14 December, 2009 14:52:39 > > Subject: [budaya_tionghua] Re: Bagaimana Cara Membuat Orang Kristen > Tidak Kurang Ajar Lagi terhadap Budaya Tionghoa? Class action dong, > jangan cuma di milis !!!! > > > > > > Dear Tantono: > > > > Saya sangat senang dengan komentar anda ini. > > > > Saya bersedia dan bisa menyediakan materi rekaman-rekaman yang > menunjukkan pelecehan terhadap budaya Tionghoa. Cuman, secara hukum > saya tidak mengerti, bukti rekaman seperti apa yang bisa membawa para > pendeta brengsek tersebut ke pengadilan. Mohon petunjuknya. > > > > Berkenaan dengan lembaga, sekali lagi dengan ketidakpahaman saya, > mohon petunjuk bagaimana cara mewujudkannya? Atau adakah rekan2 lain > yang siap untuk menyusun lembaga tersebut, saya boleh/bersedia > dijadikan peran apapun yang dibutuhkan. Dan, saya juga bersedia > membantu pendanaannya, dengan segala keterbatasan saya. > > > > Maaf, sekali lagi saya berucap.. "SAYA BERANI MAJU" untuk kasus ini. > > > > Salam, > > > > Chen Gui Xin > > > > --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, Tantono Subagyo <tantono@ > > wrote: > > > > > > Caranya gampang : Kumpulkan advokat-advokat Budaya Tionghua dan > tuntut di > > > pengadilan !. Class action juga bisa kok !!!. Kalau cuman ngomong > gini saja > > > ya paling-paling prahara dalam mangkok !!!!. Jadi siapa berani > mulai ?. > > > Kalau ada lembaganya saya juga mau ikut nyumbang kok !!!!. Salam, > Tanlookay > > > > > > >
