Kalau boleh saya menambah penegasan bung Zhoufy, ingat betul-betul, tidak 
karena yang Tionghoa sudah ganti nama, entah yang mirip nama Jawa, nama Arab 
atau barat, ... juga tidak karena Tionghoa sudah lebih banyak yang laksanakan 
kawin silang ataupun ganti Agama yang dianut mayoritas, jadi Islam, ... lalu 
masalah kerusuhan anti-Tionghoa bisa dihindari. Tidak! Kenyataan kerusuhan Mei 
'98 yang merupakan puncak kerusuhan anti-Tionghoa itu, terjadi lama setelah 
lebih 99% Tionghoa ganti nama kok. Mengapa?

Karena memang masalah sesungguhnya bukan karena pembauran sudah terjadi atau 
tidak. Bukan karena mayoritas TIonghoa di Indonesia masih saja eksklusif, atau 
masih adanya sementara Tionghoa betingkah, itu hanya dijadikan dalih saja. 
Kerushan anti-Tionghoa yang berulangkali terjadi selama ini, jelas karena 
digerakkan oleh sementara pejabat/jenderal rasis yang mempunyai tujuan politik 
tertentu dengan Tionghoa yang selalu dijadikan korban. Itulah masalahnya.

Masalah penamaan seseorang, dimana terjadi perdebatan berkepanjangan dengan 
Vera, yang ternyata seorang anak muda Tionghoa, saya hanya ingin menegaskan 
begini: masalah penamaan seseorang adalah sepenuhnya hak orang bersangkutan 
yang tidak seharusnya digugat oleh siapapun. Terserah saja orang-tuanya suka 
memberi nama apa pada anak yang baru lahir, atau anak tersebut ingin ganti nama 
yang lebih cocok untuk dirinya setelah dewasa.  Kedua, patut disadari, tidak 
seharusnya dianjurkan atau dihimpau bagi sekelompok etnis atau suku yang ada 
untuk menghilangkan budaya-tradisi mereka, seperti tempo dulu Tionghoa 
dianjurkan untuk menghilangkan segala yang berbau Tionghoa. Dari ganti-nama, 
kawin silang sampai ganti Agama jadi Islam, agar menghilangkan perbedaan yang 
ada. Sekalipun anjuran/himbauan begitu bagi konseptor "ASIMILASI" semula tidak 
mengandung sedikitpun makna kekerasan/paksaan, dalam praktek pelaksanaan 
sedikit banyak mengandung paksaan atau membuat banyak orang terpaksa untuk 
mengikuti anjuran/himbauan itu. Merupakan satu pelanggaran HAM yang tidak 
seharusnya dilakukan!

Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, juga tidak berarti kita harus 
menghilangkan segala perbedaan yang ada, ... jauh akan lebih bijaksana dan 
lebih baik kalau yang dikonsekwenkan adalah BHINEKA TUNGGAL IKA. Kita semua 
dengan segala perbedaan yang ada bersatu, hidup bersama-sama, kerja 
bersama-sama, membangun satu masyarakat yang lebih tentram, sejahtera. Membuat 
manusia yang hidup didunia ini bisa saling menerima, menghormati segala 
perbedaan yang ada. Bukan dan tidak seharusnya berusaha menghilangkan segala 
perbedaan yang ada, baik itu beda ras, beda suku, beda etnis, beda Agama, ... 
apalagi merasa diri sebagai bangsa Aria yang gunakan kekerasan untuk hilangkan 
ras, suku, dan Agama yang beda. 

Sekali lagi yang saya kehendaki, sebagai sesama umat manusia yang hidup didunia 
ini, kita semua seharusnya bisa menerima dan menghormati setiap umat manusia 
dengan segala perbedaan yang ada, ya beda ras, beda suku, beda etnis dan beda 
Agama. Jangan sekali-kali berusaha menghilangkan perbedaan yang ada itu. 
Biarlah semua perbedaan itu terjadi saling mempengaruhi, saling susup satu sama 
lain bercampur baur secara wajar dalam masyarakat tanpa ada rakayasa apalagi 
dengan kekerasan. Biarlah budaya-tradisi setiap suku, etnis betapapun sedikit 
tumbuh berkembang secara wajar-alamiah, justru sebaliknya Pemerintah harus 
memberi perlindungan untuk pelihara dan kembangkan budaya mereka sebagai aset 
berharga yang memperkaya dan memperindah budaya bangsa Indonesia.

Salam,
ChanCT

 
  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, April 12, 2010 3:36 PM
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA 
THE/ZHENG




  Ah orang tionghoa yg tinggal di jawa tengah mayoritas ganti nama jawa. Yg di 
jabar ya nama sunda. Waktu itu masih tak berani macam2, ikut pembauran tuntas, 
supaya tak berbeda dng penduduk mayoritas.
  Sekarang saja, generasi baru tak mau lagi menamai anak mereka dng nama2 
lokal, ndeso katanya, maka mereka beramai2 mengadopsi nama yg ke barat2an. Ini 
pembauran macam mana lagi?
  Perlu saya tegaskan sekali lagi: tak ada itu yg dinamakan nama Indonesia!

  Sent from my BlackBerry®
  powered by Sinyal Kuat INDOSAT


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] 
  Date: Mon, 12 Apr 2010 04:03:22 +0000
  To: <[email protected]>
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA 
THE/ZHENG


    
  Jadi knp juga y saya yg lahir di sumut tidak diberikan nama batak???knp tidak 
dikasi nama rotua melainkan vera?? Pd saat sy tnyakan kpd org tua mengenai hal 
ini.mereka malah senyum2.jawabannya .krn kamu org indonesia,bukan org batak,kl 
dikasi nama batak ntar suku lain cemburu.

  Powered by Telkomsel BlackBerry®


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] 
  Date: Mon, 12 Apr 2010 03:52:55 +0000
  To: <[email protected]>
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA 
THE/ZHENG


    
  Indonesia memang memilih mengembangkan bahasa melayu menjadi bhs persatuan, 
tapi bukan berarti semua hal harus dimelayukan!

  Nama adalah bagian dari budaya, tak bisa dimasukkan ke dlm politik bahasa. 
apakah budaya indonesia itu? Bacalah uraiannya di UUD! Disitu tercantum : 
budaya indonesia adalah kumpulan puncak2 budaya daerah! Jadi tak boleh budaya 
melayu mengklaim sbg wakil budaya Indonesia yg sah!

  Jadi tidak ada yg namanya nama Indonesia murni, yg ada adalah nama melayu, 
nama jawa, nama batak dll, dan semua itu secara keseluruhan disebut sbg nama 
Indonesia! Jika saya lahir di Jawa tengah, maka pilihan utama nama saya pasti 
adalah nama Jawa, bukan nama melayu spt Siti Nurbaya. Ini baru namanya mengakar 
pada budaya setempat! Bukan malah ganti nama pakai nama ke barat2an yg keluar 
dari buku panduan keluaran gramedia yg menyesatkan!




  Sent from my BlackBerry®
  powered by Sinyal Kuat INDOSAT


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] 
  Date: Sun, 11 Apr 2010 15:40:18 +0000
  To: <[email protected]>
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA 
THE/ZHENG


    
  Bahasa indonesia itu asalnya adalah bahasa melayu loh pak,bukan jawa.vera itu 
mungkin salah satu dr ribuan kata yg telah ditambah,dikurangi ato diubah 
menurut keperluan zaman.buktinya vera tercantum loh di buku nama2 anak 
indonesia.
  Kalo pariyem tuh jelas2 bhs jawa loh.gimana sih ini? Koq bukannya tua tua 
keladi malah menjadi2.yg salah diakui pak.direlakan saja.jgn berkeras hati..

  B indo itu bermula dr sumpah pemuda.saat itu pak presiden soekarno kita itu 
tak memilih bhs jawa yg sebenarnya bhs mayoritas saat itu.knp? Silahkan cr di 
web z ya alsnnya.kepanjangan kl ketik disini.cr z asal usul b indonesia.

  Powered by Telkomsel BlackBerry®


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] 
  Date: Sun, 11 Apr 2010 15:00:31 +0000
  To: <[email protected]>
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA 
THE/ZHENG


    
  He he pak Zhoyfy.. Kita tunggu penjelasan dari Vera..

  Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] 
  Date: Sun, 11 Apr 2010 14:56:57 +0000
  To: <[email protected]>
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA 
THE/ZHENG


    
  Berarti Pariyem adalah nama Indonesia asli kan Pak? Sedangkan Vera bukan asli!
  Sdr Vera kita malah menganggap Pariyem bukan nama Indonesia lho. Dan yakin 
Vera adalah nama Indonesia.



  Sent from my BlackBerry®
  powered by Sinyal Kuat INDOSAT


------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] 
  Date: Sun, 11 Apr 2010 14:50:52 +0000
  To: <[email protected]>
  Subject: Re: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA 
THE/ZHENG


    
  Ya pak Erik.. Fokusnya pada nama bukan bahasa.. Maaf telah meluas lagi :)
  Menurut saya nama Indonesia asli: Wagiman, Suharto, Ujang, Unyil, Wati, 
Ketut, Widia, dan semacamnya, dan yg lainnya (kebarat-baratan atau timur atau 
timur tengah) adalah peresapan..

  Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!


------------------------------------------------------------------------------

  From: "Erik" <[email protected]> 
  Date: Sun, 11 Apr 2010 14:34:54 -0000
  To: <[email protected]>
  Subject: [budaya_tionghua] Re: TANYA SOAL NAMA GENERASI/ZIBEI MARGA THE/ZHENG


    
  Wah! JUAN FELIX TAMPUBOLON, AKHMAD BUKHARI SALEH bukan nama Indonesia asli? 
Lantas bgmana dgn Fernandez, Pareira, Abdullah dll? Semua itu adalah nama2 yg 
disandang oleh mereka yg so call 'pribumi' loh, kalo tdk asli apanya yg tdk 
asli? jangan keliru yg sedang kita bicarakan adalah ttg nama, bukan ttg bahasa. 
  Maaf, saya kebetulan ada tugas malam, izinkan saya menguraikan agak panjang 
dan mendetail pandangan saya perihal nama asli dan tak asli ini.

  Salam

  Erik












  

Kirim email ke