|
----- Original Message -----
From: Mohamad Yunus, Mr
Sent: Tuesday, October 31, 2006 7:49 AM
Subject: [InspirasiIndonesia] Daily Story : Kepemimpinan
'Partnership' Suami Selama juli kemarin, saya dan anak-anak
empat kali ditinggal istri. Mula-mula ia pergi ke Singapura. dua hari disana.
Senin berikutnya, ia terbang ke Kamboja dan baru pulang Jum'at malam. Seninnya
lagi, ia berangkat Situasi itu tak lazim bagi kebanyakan
keluarga kita. Bagi keluarga saya yang demikian itu sudah semakin menjadi biasa.
Ira istri saya, belakangan ini semakin sering pergi. Dalam sebulan, rata-rata ia
tiga kali keluar negeri. Tahun lalu Ira hanya menangani 80 pabrik di
Indonesia. mulai dari Medan, Batam-Bintan hingga Pasuruan. Dengan pekerjaaanya
itu, Ira harus memastikan bahwa 80.000 buruh yang bekerja untuk pabrik-pabrik
suplier Mungkin karena kehilangan figur ayahnya yang meninggal , ia mencari lewat berbagai kegiatan. Drama di waktu SD, pramuka dan kegiatan Masjid di waktu SMP, serta Osis (ia salah seorang ketua) di SMU. Saat menikah, ia baru kuliah tingkat satu. Saya harus hijrah kembali ke Jakarta (dari Surabaya) sedangkan ia berada di Malang, sambil harus membesarkan anak seorang diri. Ira dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu di Universitas Brawijaya bahkan menjadi salah satu lulusan terbaik di fakultasnya. Kemudian, tujuh tahun digerakan konsumen
memberinya akses yang luas pada jaringan Internasional. Para aktifis gerakana
yang mempromosikan ASI-dan menentang penggunaan susu formula bagi bayi-dunia
terutama dari kalangan IBFAN (International Baby Food Action Network)
mengenalnya dengan baik. Desember lalu ia bahkan diminta oleh IBFAN untuk
mewakili Asia-kemudian bahkan Dunia-untuk menerima penghargaan Right Liverhood
Award yang di Swedia diisitilahkan sebagai "Nobel Alternatif". Ira di usianya
kini 31 tahun-berpidato di depan parlemen Swedia. Lengkap dengan jilbabnya pula.
Esoknya, fotonya pun muncul dibeberapa surat kabar setempat. Juli, di tahun yang
sama Ira juga memberi pidato puncak pada sekitar 500-an manajer perusahaanya
dari seluruh dunia di San Fransisco. "Dari sepuluh ribu karyawan di seluruh
dunia, kurang dari sepuluh yang muslim. Itu pun hanya saya yang berjilab",
katanya. Ia terpilih untuk mewakili sebagai Vendor Compliance Officer terbaik di
seluruh dunia. Haruskan saya, sebagai pimpinan rumah tangga, membunuh seluruh
potensi itu dengan memaksanya untuk tinggal di rumah? sedangkan ia terbukti
mampu berbuat banyak untuk masyarakat, menyelamatkan banyak generasi mendatang
dengan mempromosikan ASI, memperjuangkan nasib puluhan ribu buruh pabrik
(termasuk memperjuangkan hak buruh-buruh etnis Champa untuk memperoleh Mushalla
di Kamboja), juga menjadi "PR Islam" untuk lingkungannya, yakni bahwa seorang
muslim, baik laki-laki atau perempuan dapat menjadi seorang
Saya tidak menyoal sama sekali ayat populer
"Arrijalu qowwamuna' alannisa," meskipun banyak tafsir yang berkembang soal ayat
itu.Saya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap 'arah dan 'warna' keluarga
saya. Dalam gaya kepemimpinan ini, yang menjadi kunci bukan lagi dominasi sikap, pemikiran ataupun tindakan suami. Baik itu disampaikan secara tegas, maupun dengan sangat halus dan lembut. Dalam kepemimpinan 'prtnership' yang lebih diperlukan adalah diskusi, dialog untuk mendapatkan format yang terbaik dalam keluarga. Dialog tersebut harus terus dikembangkan karena setiap hari kita menghadapi situasi baru. Indikator sederhana tingkat dialog tersebut adalah seberapa sering suami istri mendiskusikan situasi, keadaan, pola, hingga posisi yang dikuasai masing-masing dalam berhubungan intim. Dengan pola kepemimpinan ini, pemimpin tidak
menempatkan diri untuk "menggurui" atau mendikte. Walaupun dilakukan secara
halus. Pemimpin perlu menempatkan diri sebagai moderator yang cerdas, yang mampu
mengeksplorasi seluruh gagasan dan pikiran anggota keluarga, lalu membuat
sintesa yang paling baik dan diterima semua pihak. Acapkali suami 'takut' untuk
berdiskusi. Banyak suami tidak siap bila sang istri mengambil peran
yang Tanpa banyak diskusi, saya khawatir,
kebahagiaan keluarga yang diidamkan hanya akan dicapai secara semu. Perempuan
dan anak-anak akan cenderung menajdi 'korban'. Acapkali istri terpaksa menerima
'kodrat-nya', mengubur dalam-dalam potensinya untuk dapat berperan langsung
dalam masyarakat, sepenuhnya menjadi 'mahluk domestik', sekedar menjalankan
fungsi reproduksi (yang tidak mungkin tak merasakan kenikmatannya
sebagaimana Saya bukan penganjur wanita untuk berkarier dan saya juga bukan saya juga bukan penganjur wanita untuk dirumah saja...setiap orang punya kecenderungan masing-masing. Biarkan kecenderungan itu tumbuh tanpa dipatahkan . Tinggal bagaimana mengelolanya secar baik, sesuai dengan keadaan masing-masing. Khadijah adalah insvestor bisnis perdagangan antar bangsa pada zamannya. Barangkali sekelas George Soros atau Rupert Murdoch sekarang. Sedangkan Aisyah mewarnai rumah tangga dengan kemanjaannya. Muhammad saw tidak memukul rata mereka untuk menjadi seragam: istri adalah penunggu dan pekerja domestik bagi suami dan anak-anak. Bagi suami dengan pola kepemimpinan 'partnership' istri di rumah atau berkarier sama baik. asalkan pilihan itu sudah dipertimbangkan secara cermatdan benar-benar menjadi pilihan hati sang istri. Pemaksaan apakah untuk tinggal di rumah atau untuk bekerja, pada dasarnya mengingkari prinsip islam agar setiap umatnya kritis, berhati tulus dan berfikir merdeka hanya dengan mengilahkan-Nya. Sayang banyak suami yang lebih banyak mengikuti naluri primitifnya male chauvinistic ketimbang menengok teladan Muhammad terutama dalam berkeluarga dengan ummul mukminin, Khadijah) meskipun sambil mengutip hadits. Bisa saja pendapat saya ini keliru karena
keterbatasan ilmu agama saya. tapi saya berdoa, mudah-mudahan Allah memberi
jalan yang baik bagi keluarga saya. jalan baik itu , Insya Allah hanya
akan diberikan bila suami istri * Zaim Uchrowi Have a positive day! Salam Inspirasi, Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go
to: <*> To subscribe from this group, send
an email to:
SPONSORED LINKS
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe __,_._,___ |
