Pernah aku mengatakan, ilmu syukurku justru kudapat dari seseorang yang 
beragama non muslim...

Aku adalah wanita biasa yang banyak orang berfikir tak punya kelebihan apa2, 
namun sebenarnya sejak dulu aku merasa penuh kelebihan ....

Bukan bermaksud menyombongkan diri...

Sejak dulu dengan segala keterbatasan aku merasa kaya, aku merasa punya 
segalanya...

Dilahirkan dari keluarga yg meski tak kaya namun cukup dihormati, punya 
keluarga yang saling menyayangi, banyak teman, diberi otak yang tak bodoh2 
amat, dan meski tak cantik namun banyak juga lelaki yang menaruh hati...

Aku cukup merasa bahagia dengan hidupku, hingga aku tak pernah meminta lagi 
pada ALLAH,aku malu karena kurasa semua sudah Ia berikan padaku...

Hingga suatu waktu, aku harus kehilangan ayahku untuk selamanya ...

Hari Pertama di Rumah Sakit...

Semula aku cukup sedih, tak henti-hentinya aku menangis setiap kali aku melihat 
ayahku berbicara dengan suara parau yang tak kumengerti,tergeletak tak berdaya 
pada ranjang rumah sakit dengan separuh badannya mati rasa. Hanya satu 
tangannya yang mampu bergerak menggapai-gapaiku seperti ingin memelukku, namun 
tak sampai. Aku mencoba mendekatkan wajahku agar aku bisa mendengar apa yang 
Beliau ucapkan. Namun aku tetap tak mampu mengerti karena syaraf lidahnya sudah 
rusak. Sepertinya aku tau apa yang ingin dikatakannya, "Nin (Nina nama 
panggilan kecilku), kok g kuliah katanya hari ini ada ujian ?"... tak sanggup 
lagi aku bendung air mataku, hingga aku berlari keluar ruangan, karna aku tak 
mau terlihat menangis didepan beliau.

Hari kedua...

Hari ini Ayahku dirujuk kerumah sakit yang agak besar, disinilah aku berkenalan 
dengan keluarga non muslim yang satu kamar dengan kami. Namanya Pak Edy, ia 
sakit sudah cukup lama dengan penyakit komplikasinya. Namun ia tak pernah 
menunjukkan rasa sedih,tertekan ataupun marah atas apa yang dialaminya. Bahkan 
masih sempatnya ia bersendau gurau dengan suster jaga. Aku cukup takjub.

Hari ketiga...
masih terlihat jelas kesedihan dimataku yang ternyata terbaca dengan mudahnya 
oleh sepupu dari pak Edy yang ikut jaga beliau. Kamipun berkenalan. Aku masih 
ingat betul namanya "Aan Andy Marino" berasal dari lampung yang biasa aku 
panggil andint... 

Hari Keempat...
Aku tak pernah tau apa yang akan dia tunjukkan padaku, tapi kali ini aku ikut 
saja ketika ia mengajakku berkenalan dengan seorang ibu bernama Ibu Lastri yang 
ternyata juga non muslim.

Ibu lastri adalah seorang ibu yang suaminya habis oprasi jantung, sedang kedua 
anaknya mengalami kecelakaan yang masing2 patah kaki dan satu gegar otak. Semua 
berada di Rumah sakit yang sama. Satu hal yang aku herankan, dari bibirnya 
masih tersungging senyuman, dan iapun masih tetap bersyukur dengan mengucap 
"Puji Tuhan Kami masih dikasihi oleh Tuhan..."

Sungguh aku begitu takjub, ketika Andint jg mengatakan bahwa masih banyak yang 
mengalami kepahitan melebihi yang aku alami, tak seharusnya aku mengeluh karena 
mereka saja masih tetap bersyukur...

Hari selanjutnya....
Aku mulai mengerti apa itu Ikhlas dan syukur, aku ikhlas ketika ayahku akhirnya 
di ambil kembali... aku ikhlas ketika apa yang aku sayangi pergi dan tak 
kumiliki... karna aku yakin Allah masih sayang aku... aku masih diberi 
kebahagiaan yang lain... aku masih punya banyak teman yang slalu mendukung... 

Tapi kali ini aku meminta banyak pada Allah,

Ya ALLAH, jangan biarkan aku menjadi lupa akan syukurku...
jangan biarkan hatiku menjadi kecil... jadikanlah aku wanita biasa yang punya 
banyak nikmat, jadikan aku wanita yang slalu ikhlas jika harus kehilangan 
sesuatu yang sangat berharga sekalipun dalam hidupku, karena smua yang aku 
miliki pasti akan diminta kembali oleh ALLAH...

   
  "semoga airmata ketabahan itu menjelma menjadi kekuatan untuk menghadapi 
siksa kuburnya, fithoatillah"
   
  ====> mengenang wafatnya ayahanda dari seorang sahabat <====
   
  BR//--afif

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke