wah...wah...wah...bagus bangetzzzz......lo pantes jadi penulis, gwe suka gaya
looooo.....
heheheeee...secuil kata-2 yang mewakili hatiku, soalnya bagus banget
critanya, membuat hatiku terharu, ntar kapan-2 aku traktir bakso
deh....heheheeeee....sing tabah yo, kmu sudah berhasil mempelajari ilmu itu,
aku masih jauh banget mengenalnya...
siiiiiippppp....
BR//--afif
afif ahmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pernah aku mengatakan, ilmu syukurku justru kudapat dari seseorang
yang beragama non muslim...
Aku adalah wanita biasa yang banyak orang berfikir tak punya kelebihan apa2,
namun sebenarnya sejak dulu aku merasa penuh kelebihan ....
Bukan bermaksud menyombongkan diri...
Sejak dulu dengan segala keterbatasan aku merasa kaya, aku merasa punya
segalanya...
Dilahirkan dari keluarga yg meski tak kaya namun cukup dihormati, punya
keluarga yang saling menyayangi, banyak teman, diberi otak yang tak bodoh2
amat, dan meski tak cantik namun banyak juga lelaki yang menaruh hati...
Aku cukup merasa bahagia dengan hidupku, hingga aku tak pernah meminta lagi
pada ALLAH,aku malu karena kurasa semua sudah Ia berikan padaku...
Hingga suatu waktu, aku harus kehilangan ayahku untuk selamanya ...
Hari Pertama di Rumah Sakit...
Semula aku cukup sedih, tak henti-hentinya aku menangis setiap kali aku melihat
ayahku berbicara dengan suara parau yang tak kumengerti,tergeletak tak berdaya
pada ranjang rumah sakit dengan separuh badannya mati rasa. Hanya satu
tangannya yang mampu bergerak menggapai-gapaiku seperti ingin memelukku, namun
tak sampai. Aku mencoba mendekatkan wajahku agar aku bisa mendengar apa yang
Beliau ucapkan. Namun aku tetap tak mampu mengerti karena syaraf lidahnya sudah
rusak. Sepertinya aku tau apa yang ingin dikatakannya, "Nin (Nina nama
panggilan kecilku), kok g kuliah katanya hari ini ada ujian ?"... tak sanggup
lagi aku bendung air mataku, hingga aku berlari keluar ruangan, karna aku tak
mau terlihat menangis didepan beliau.
Hari kedua...
Hari ini Ayahku dirujuk kerumah sakit yang agak besar, disinilah aku berkenalan
dengan keluarga non muslim yang satu kamar dengan kami. Namanya Pak Edy, ia
sakit sudah cukup lama dengan penyakit komplikasinya. Namun ia tak pernah
menunjukkan rasa sedih,tertekan ataupun marah atas apa yang dialaminya. Bahkan
masih sempatnya ia bersendau gurau dengan suster jaga. Aku cukup takjub.
Hari ketiga...
masih terlihat jelas kesedihan dimataku yang ternyata terbaca dengan mudahnya
oleh sepupu dari pak Edy yang ikut jaga beliau. Kamipun berkenalan. Aku masih
ingat betul namanya "Aan Andy Marino" berasal dari lampung yang biasa aku
panggil andint...
Hari Keempat...
Aku tak pernah tau apa yang akan dia tunjukkan padaku, tapi kali ini aku ikut
saja ketika ia mengajakku berkenalan dengan seorang ibu bernama Ibu Lastri yang
ternyata juga non muslim.
Ibu lastri adalah seorang ibu yang suaminya habis oprasi jantung, sedang kedua
anaknya mengalami kecelakaan yang masing2 patah kaki dan satu gegar otak. Semua
berada di Rumah sakit yang sama. Satu hal yang aku herankan, dari bibirnya
masih tersungging senyuman, dan iapun masih tetap bersyukur dengan mengucap
"Puji Tuhan Kami masih dikasihi oleh Tuhan..."
Sungguh aku begitu takjub, ketika Andint jg mengatakan bahwa masih banyak yang
mengalami kepahitan melebihi yang aku alami, tak seharusnya aku mengeluh karena
mereka saja masih tetap bersyukur...
Hari selanjutnya....
Aku mulai mengerti apa itu Ikhlas dan syukur, aku ikhlas ketika ayahku akhirnya
di ambil kembali... aku ikhlas ketika apa yang aku sayangi pergi dan tak
kumiliki... karna aku yakin Allah masih sayang aku... aku masih diberi
kebahagiaan yang lain... aku masih punya banyak teman yang slalu mendukung...
Tapi kali ini aku meminta banyak pada Allah,
Ya ALLAH, jangan biarkan aku menjadi lupa akan syukurku...
jangan biarkan hatiku menjadi kecil... jadikanlah aku wanita biasa yang punya
banyak nikmat, jadikan aku wanita yang slalu ikhlas jika harus kehilangan
sesuatu yang sangat berharga sekalipun dalam hidupku, karena smua yang aku
miliki pasti akan diminta kembali oleh ALLAH...
"semoga airmata ketabahan itu menjelma menjadi kekuatan untuk menghadapi
siksa kuburnya, fithoatillah"
====> mengenang wafatnya ayahanda dari seorang sahabat <====
BR//--afif
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com