Namanya juga keluar dari mulut harirmau masuk mulut buaya. Apakah memang begitu?
Masa kejayaan demak kan udah lewat 5 abad yang lalu? Yang Mas Aris maksud ini sepertinya kemajuan duniawi, Bagaimana dengan urusan akhirat/agama? Misalnya menyambut idul adha dengan jogetan dangdut 7 hari 7 malam? Apakah ini pantas untuk dipertahankan? Best Regard, hamdzan hamba 4JJ I Email : [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of aris istn Sent: Saturday, January 12, 2008 2:18 PM To: [email protected] Subject: [cahdemak] keluh kesah setelah sekian lama kemarin sy plg kampung, melihat keadaan daerah kelahiranku sungguh tragis dan ironis, tidak ada kemajuan sama sekali selama 15 tahun terakhir baik dalam ekonomi dan pembangunan, melihat pembangunan didaerah perantauan begitu pesat terutama untuk pembangunan jalan yang merupakan akses untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, berita terakhir yang didapat untuk pemerintahan desa sampai sekarang tidak jelas mengingat status jabatan kepala desa sampai sekarang yang harusnya sudah perda, sampai sekarang belum keluar SK untuk pemilihan Kepala Pemerintahan di tingkat Pedesaaan, menurut sumber yang saya dapat untuk melakukan pemilihan kepala desa harus dibentuk BPD, tapi sampai sekarang belum ada SK dari Bupati untuk membentuk kepengurusan BPD, sungguh ironis Bukan....... semakin lama kekosongan pemerintahan desa maka semakin tidak jelas arah pembangunan, Dana bondo Deso, dan dana lainya baik dari pemerintah demak dan sawah garapan untuk sarekat desa yang sedang mengalami kekosongan jabatan hanya menjadi harta jarahan untuk pamong desa, carik, dan lain sebagainya belum lagi RASKIN yang dibagikan tidak sesuai dengan takaranya (disunat). Melihat sarana pendidikan yang rusak dan tidak layak huni untuk sebuah proses belajar mengajar (Gedung Sekolah Rusak), serta ketidak pedulian PEMDA, kalupun ada pembangunan kemungkinan besar merupakan proyek yang tidak jelas manajemen proyeknya, sehingga dana yang seharusnya untuk pembangunan dibagi-bagi untuk oknum-oknum yang terlibat (owner, kontraktor,aparat desa,dan titipan dari PEMDA). Kab. Demak yang merupakan lumbung pangan Nasional, yang seharusnya pemerintah menyediakan atau memfasiltasi untuk pembangunan infrastruktur bangunan irigasi sampai sekarang tidak jelas programnya, petani harus berjuang sendiri untuk pengadaan pengairan dan lain sebagainya, melihat sikap dari PEMDA yang Adem ayem dan Diam-diam serasa menyembunyikan sesuatu...................... (korupsi berjamaah kah........) atau Pembodohan terhadap Rakyat............, atau SDM dari anggota Dewan yang perlu dipertanyakan...............( lulusan SD,SMP,SMA) yang tidak mempunyai visi,misi untuk kemajuan kab. Demak. atau dalam pikiran mereka hanya pembagian jatah proyek yang pada akhirnya masuk kantong mereka pribadi, yang pada dasarnya adalah rakyat yang dirugikan, yaah saya hanya mendo'akan agar masyarakat sabar dan terus menerima ketidak berdayaanya melihat tingkah laku aparat pemerintahanya..........,,,,,,,,,,////////// ( ayo bangun dari ketidak berdayaanmu....) to be Continue...... ________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia <http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.yahoo.com/> yang baru! *** WORLEYPARSONS GROUP NOTICE *** "This email is confidential. If you are not the intended recipient, you must not disclose or use the information contained in it. If you have received this email in error, please notify us immediately by return email and delete the email and any attachments. Any personal views or opinions expressed by the writer may not necessarily reflect the views or opinions of any company in the WorleyParsons Group of Companies."
