duh kok jelek2 smua ya. daerah mana nih?--:((
tp denger2, klo pas telpon rumah, di daerah sy kok jalan ya acara mbangun22
desonya.
jalan utamanya dah di cor beton..TK dah renov, SD jg sudah. Meskipun belom smua
sektor secara menyeluruh, yah pertahap lah.
Tergantung kualitas and moral SDMnya memang.
dana turun sebenarnya kok ke desa (info dr yg urus projek) , yah tinggal
dilaksanakan dg sungguh2 atau tidak. Kebetulan orang2 yg suka makan uang gituan
di daerah sy dah ketauan.trus sekarang gak di pake lagi deh...tp sukanya usil
jg sm org yg sekarang lg kerja beneran, jenenge menungso.
bukan bermaksud membela perangkat desa loh..hehe
wong ya bukan anak lurah.
salam damai. wassalamuálykum
wit
To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Sat, 12 Jan 2008 14:17:58
+0700Subject: [cahdemak] keluh kesah
setelah sekian lama kemarin sy plg kampung, melihat keadaan daerah
kelahiranku sungguh tragis dan ironis, tidak ada kemajuan sama sekali selama 15
tahun terakhir baik dalam ekonomi dan pembangunan, melihat pembangunan didaerah
perantauan begitu pesat terutama untuk pembangunan jalan yang merupakan akses
untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, berita terakhir yang didapat untuk
pemerintahan desa sampai sekarang tidak jelas mengingat status jabatan kepala
desa sampai sekarang yang harusnya sudah perda, sampai sekarang belum keluar SK
untuk pemilihan Kepala Pemerintahan di tingkat Pedesaaan, menurut sumber yang
saya dapat untuk melakukan pemilihan kepala desa harus dibentuk BPD, tapi
sampai sekarang belum ada SK dari Bupati untuk membentuk kepengurusan BPD,
sungguh ironis Bukan....... semakin lama kekosongan pemerintahan desa maka
semakin tidak jelas arah pembangunan, Dana bondo Deso, dan dana lainya baik
dari pemerintah demak dan sawah garapan untuk sarekat desa yang sedang
mengalami kekosongan jabatan hanya menjadi harta jarahan untuk pamong desa,
carik, dan lain sebagainya belum lagi RASKIN yang dibagikan tidak sesuai dengan
takaranya (disunat). Melihat sarana pendidikan yang rusak dan tidak layak
huni untuk sebuah proses belajar mengajar (Gedung Sekolah Rusak), serta ketidak
pedulian PEMDA, kalupun ada pembangunan kemungkinan besar merupakan proyek yang
tidak jelas manajemen proyeknya, sehingga dana yang seharusnya untuk
pembangunan dibagi-bagi untuk oknum-oknum yang terlibat (owner,
kontraktor,aparat desa,dan titipan dari PEMDA). Kab. Demak yang merupakan
lumbung pangan Nasional, yang seharusnya pemerintah menyediakan atau
memfasiltasi untuk pembangunan infrastruktur bangunan irigasi sampai sekarang
tidak jelas programnya, petani harus berjuang sendiri untuk pengadaan pengairan
dan lain sebagainya, melihat sikap dari PEMDA yang Adem ayem dan Diam-diam
serasa menyembunyikan sesuatu...................... (korupsi berjamaah
kah........) atau Pembodohan terhadap Rakyat............, atau SDM dari anggota
Dewan yang perlu dipertanyakan...............( lulusan SD,SMP,SMA) yang tidak
mempunyai visi,misi untuk kemajuan kab. Demak. atau dalam pikiran mereka hanya
pembagian jatah proyek yang pada akhirnya masuk kantong mereka pribadi, yang
pada dasarnya adalah rakyat yang dirugikan, yaah saya hanya mendo'akan agar
masyarakat sabar dan terus menerima ketidak berdayaanya melihat tingkah laku
aparat pemerintahanya..........,,,,,,,,,,////////// ( ayo bangun dari ketidak
berdayaanmu....)to be Continue......
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
_________________________________________________________________
Edit your photos like a pro with Photo Gallery.
http://www.get.live.com/wl/all