On Sat, Apr 16, 2005 at 03:40:23PM +0700, ACCESS wrote: > Ya samalah kalo itumah, datang saja ke kantor aku.
Nah kalau begitu sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi kan? Kalau anda mau lihat akta, silahkan datang. Tidak ada yang diumpetin. Mengapa anda masih tanya2 lagi? > >Sebagai perbandingan: coba tunjukkan akta ISOC. > > Buka saja di http://www.isoc-id.org, suka begitu ;-) Bukan itu arah saya. Yang saya maksud adalah pada proses inisiasi ISOC, tidak ada publik hearing, dsb. seperti yang anda gembar gemborkan. Yang ada kan anda, saya, dan beberapa rekan yang lain. Kemudian kita buat yayasan dan mulai dari situ. Ya kan? Tidak ada bedanya dengan PDII. Mengapa anda keberatan dengan yang satu tapi tidak dengan yang lainnya? Begitu poin saya. ... > Aku seriusin > pembentukannya, bahkan kita tandatangan akta ISOC > Anda minta dikirimkan ke kantor Anda Aktanya. ... Inilah yang saya maksud, bahwa pembentukan sebuah organisasi seperti ISOC pun tidak kita mulai dengan rame-rame akan tetapi langsung jalan. Bahkan untuk ISOC langsung buat yayasan sebelum ada kegiatan yang nyata. PDII pun sama. Bahkan sebelum dibuat badan hukumnya, admin2nya adalah orang2 yang sudah bekerjasama dan memberikan pelayanan yang sama. Jadi tidak ada yang aneh. > ASIANIC ide bagus, jikalau PW ngambek, soal lain, > buktinya, jika diseriusin pembentukannya, AFRINIC > akhirnya terbentuk juga. Jangan begitulah, Asia PAcific > itu gede banget, dibanding LACNIC, AFRINIC secara > Geografis dan Populis, jelas aja PW "gemetar". ... Begini. Ketika anda di luar APJII maka anda mengusulkan ASIANIC dengan bendera ISOC. Salah satu poin yang diangkat adalah bahwa ada kebutuhan layanan IP yang tidak dapat diakomodir oleh APJII (karena APJII hanya dapat melayani membernya). Nah, ketika anda di APJII, maka anda mengatakan sebaliknya bahwa APJII yang berhak memberikan layanan IP untuk semua. Kalau anda tidak duduk di APJII lagi, dugaan saya anda akan kembali berpendapat bahwa IP untuk non-ISP lebih cocok dikelola oleh ISOC. [Apakah bisa dilihat polanya di sini?] > >Masalahnya sederhana sih. Di PDII (pengelola domain) tidak ada nama > >anda. Sementara yang lain ada nama anda. Itu saja. > > Ga,ngga, jangan subyektif begitulah, tolong dibuatkan > saja Registry baru itu, web-nya, bisa dilihat dimana? www.cctld.or.id > IANA menunjuk cc-TLD manager, prosesnya > waktu itu benar2 technical approach, yang > ngerti dan dipertanggungjawabkan bhw .id > server bisa operasional/pelayanan. > > Setelah muncul ICANN, ya CAMEL itu kan? Nope. Soalnya anda nggak duduk di milis ccTLD sih. > Eh kumaha itu sangat point, IANA tidak benar2 > menelusuri manajemen cc-TLD, akhirnya muncul > ICANN. Wah. Salah besar. Bukan itu ... > >> Daftar para sponsor/Anggota APJII yang bisa menjadikan > >> cc-TLD in operation sampai APJII di coret, > >> masih adakah peninggalan hasil APJII/IDNIC > >> dalam operasional New Registry. Istilahnya > >> dari sini keluar unit cost vs capital per unit. > > > >Lagi-lagi saya tidak mengerti. > >Mau cek infrastruktur kami saat ini, silahkan. Siap. > >Anda mau tahu apanya? > > Mana gambarnya? Untuk? > Soal "bad debt", dengan sistem pendaftaran domain pola > lama itu bisa terjadi, bukan niat APJII ngumpetin duit domain, Saya tidak bilang niat APJII untuk ngumpetin domain. Saya sangat yakin bukan itu. Saya yakin juga bukan dikorupsi. Bukan itu. Hanya, pelayanan yang tidak optimal itu saja. Ketika diminta nagih domain sebanyak 200 domain misalnya, maka hanya setor sedapatnya. Ya kalau ada yang bayar 50, ya setor 50. Bagaimana yang 150 lagi? Itu permasalahannya. Bukan ada korupsi atau ngumpetin duit. Bukan. Hanya tidak ada usaha pro-aktif untuk melakukan penagihan... piutangnya besar banget. [Mungkin bisa dipelajari dari thread sebelumnya tentang adanya kebiasaan tidak mengejar piutang ini sehingga ada yang menilai bahwa sah-sah saja mendaftar domain tanpa membayar. Bayar sekenanya saja, begitu.] > Makanya adakan perbaikan, CAMEL. Bagaimana caranya? Bagaimana kami mau memperbaiki kalau diganggu terus. Dalam perjalanan tiba-tiba kami tidak boleh pakai nama ID-NIC yang anda daftarkan itu. Kemudian ada itikad untuk tidak mengijinkan ISP menjadi registrar. Ya kalau ISP nggak jadi registrar masih banyak lagi yg mau. Apakah itu bukan indikasi itikad tidak baik? > >Yang saya tidak rela adalah bila mereka sudah bekerja keras akan tetapi > >mendapat intrik-intrik seperti ini. Saya tidak bisa membiarkan hal ini > >berlarut larut. Ini sudah keterlaluan. The buck has to stop here. > >Yang tidak benar harus diluruskan. > > Bukan soal tidak rela atau rela, boleh dong tahu > apa yng ada diperencanaan cc-TLD baik jangka > pendek-panjang. Makanya menyimak! Sudah lebih dari 2 tahun (bahkan lebih) saya melakukan sosialisasi. Ke APJII pun berkali-kali, baik saya sendiri maupun orang2 domain. Hanya, jalur informasi dari pimpinan APJII ke anggotanya tidak lancar. Sehingga ketika anda tidak hadir, anda tidak tahu. Saya bicara tentang konsep registrar-registry ini bukan hanya kemarin dulu. Acara NiCE *tahun lalu* juga *tidak dihadiri* oleh orang APJII. Bagaimana anda mau tahu kalau tidak diniati untuk mencari tahu? Acara sosialisasi beberapa waktu yang lalu pun APJII tidak hadir dan bahkan melarang anggotanya untuk hadir. Padahal di sana kami juga menceritakan tentang sistem yang ada dan direncakan. [Lihat materi presentasi NiCE saja deh.] Baru sekarang minta dijelaskan? Terlambat bung. Masukan kepada kebijakan selalu dibicarkan di milis ini. Tidak ada yang dirahasiakan / agenda khusus. (Misal soal pemilihan nama, bahkan penentuan registrar registry ini pun didiskusikan di milis ini.) Milis ini pun terbuka. Singkatnya kami akan menjadi registry. Ini mengurusi back-end dan policy, *BUKAN* bisnis. Bisnis ada di registrar! > >Now, go away. Leave us alone, will you? > > No problem, katanya "grass root", sekarang > galak lagi, emosi lagi, diusir pula , bingung gue Sanjaya:-( Anda bukan grass root dan jangan mengatasnamakan hal itu. [Mengapa anda pakai nama Sanjaya pula? Mau berlindung di belakang pak Sanjaya?] Maaf, daripada nila setitik rusak susu sebelanga. Daripada keberadaan anda ini membikin tidak nyaman suasana kerja, saya lebih suka mengusir anda dari milis ini dan kegiatan yang ada hubungannya dengan nama domain. Saya sih tegas saja. Mau dibilang galak/emosi/prabu/bego silahkan. [Note: saya tidak mengatai-ngatai anda. Yang saya utarakan adalah apa yang anda lakukan itu sangat tidak bersahabat.] Bagi yang mengenal saya, saya tidak suka pura-pura atau bermanis-manis akan tetapi menusuk di belakang. Lebih baik to the point saja. Don't waste our time. Saya tidak melakukan filtering. Silahkan. Saya punya tanggung jawab untuk memimpin (to lead). Kadang-kadang kita harus membuat keputusan yang membuat kita tidak populer akan tetapi untuk kebaikan bersama. Saya tidak mencari popularitas. Jadi silahkan saja anda mau memberi label saya apapun. Itu tidak penting. Yang penting ... layanan domain lancar. -- budi
