On Mon, Jul 25, 2005 at 02:14:11AM +0700, Irwan Effendi wrote: > Pak Budi Rahardjo, > Bagaimana hasil pertemuannya ? Apakah TAP atas nama APJII tetap menuntut > bapak atas dasar hukum pidana penggelapan?
Pak Irwan, Belum ada pertemuan antara saya dengan APJII. Siang hari ini rencananya akan ada pertemuan di Kominfo untuk mencari solusi permasalahan ini. Nanti saya postingkan hasilnya. Saya tidak terlalu khawatir dengan tuntutan penggelapan dana, karena memang saya tidak menggelapkan dana. Kalau memang tuntutan itu akan diajukan ke pengadilan, saya sih siap saja. Saya punya bukti-bukti dan nanti bisa kita lihat siapa yang sebenarnya mengelola domain dari akhir 1997 sampai sekarang. Seperti anda ketahui, tim hukum saya sudah siap. Hanya kasihan kepada APJII kalau hal ini diteruskan karena ini akan mencoreng nama baik mereka dan juga dunia IT Indonesia. Ketika semua orang ingin menaikkan citra IT di Indonesia, eh ... malah jadi buruk. Jadi, saya harus bersabar dan menahan diri. Tentu saja jika saya harus melakukan upaya hukum (termasuk menuntut balik - dan saya memiliki case untuk melakukan hal tersebut), ya akan saya lakukan jika terpaksa. Tapi ... sabar pak. Siapa tahu ada solusi yang lebih baik. Kalau emosi, logika dan hati nurani nggak jalan. Jadi sabaaaaaarrrr. > Kalau tetap begitu, kami anggota ISOCID sudah menghubungi pengacara dan > sudah siap untuk menuntut TAP atas dasar hukum yang sama. > Demikian banyak banner sponsor yang dipajang di situs www.isoc-id.org , > uangnya tidak jelas kemana, bahkan barusan TAP mendeklarasikan bahwa pos > pendapatan tidak ada, alias tidak pernah uang masuk. > Padahal, menurut ISOC, platinum program supporter itu harus bayar USD > 100.000 per tahun, Gold USD 50.000 per tahun, dan Silver 25.000 per tahun. > Bannernya sudah ada selama 4 tahun, jadi > 4 x 2 x 100.000 + 4 x 3 x 50.000 + 4 x 9 x 25.000 = total USD 2.300.000,- > yang tidak jelas dikemanakan. Jangan dulu Irwan. Kalau menuntut harus dengan bukti yang jelas, jangan hanya bermodalkan perkiraan (seperti yang dituduhkan oleh APJII kepada saya) karena nanti akan menjadi bumerang. Lebih baik selalu dalam mode sabar dan berpikiran jernih. Cheers. -- budi
