Sebenarnya saya pribadi tidak ada kepentingan karena tidak punya satupun
domain .id , tetapi karena ISOCID dirembet-rembetkan oleh TAP ke dalam
masalah ini, maka saya merasa berkewajiban mengajukan solusi yang fair untuk
semua pihak.

Analisa saya:

Kedua pihak telah melupakan bahwa stake holder pengelolaan domain .id
sebenarnya bukan ISP, bukan APJII, bukan TAP dan bukan Budi Rahardjo,
melainkan semua institusi dan perorangan yang memiliki dan menggunakan
domain .id

Oleh karena itu, mengenai siapa yang seharusnya mengelola domain .id,
sebaiknya ditanyakan langsung kepada para stakeholders ini. Kalau selama ini
tidak ada pertanyaan, itu wajar karena tidak ada tawaran alternatif. Tapi
sekarang kan ada penawaran alternatif, jadi stakeholders harus diberikan
kesempatan memilih.

Langkah yang dianjurkan:

Kedua pihak yang ingin ikut "tender" menyampaikan rencana kerja
masing-masing, serta hal-hal lain yang dianggap merupakan kelebihan
masing-masing. Kedua pihak tidak diperbolehkan mengungkit lagi masalah uang
atau bagaimana proses penunjukan karena itu tidak relevan, yang relevan
hanya kemampuan dan pengalaman teknis serta rencana ke depan.

Rencana ini dipampang secara terbuka di url yang dapat diakses oleh publik
tanpa menggunakan plug-in (harus html, jangan pakai powerpoint atau
semacamnya). Lalu diumumkan kepada setiap pemegang domain .id yang situs nya
benar ada, dan administrasinya sudah lunas, bahwa akan diadakan pemungutan
suara mengenai pengelolaan domain .id

Setelah diadakan pemungutan suara, kedua pihak harus menerima keputusan para
stakeholders dan tidak mengungkit-ungkit lagi masalah ini, kecuali jika
terjadi masalah baru yang menyebabkan pengelolaan harus direvisi lagi.

demikian saran saya,

Irwan Effendi



Kirim email ke