Hai untuk semuanya, Buat yg berniat ngirim novel, dari hasil sharing dgn penulis2 yg udah jadi alias udah pernah nerbitin seperti Luna, dll, disarankan lebih baik naskah dikirim setelah diprint. Jadi jangan lewat e-mail biarpun anda tinggal di luar negeri sekalipun. Kalau biaya kirim dari luar kota gak mahal kok. Amel di palembang dan luna di bandung ngirim biasanya pake Tiki cuma 5 ribu (khan gak nyampe 1 kilo naskahnya). Kalau lewat e-mail, penerbit males bacanya. Bayangkan ada berpuluh2 naskah yg masuk dan kalau dibaca lewat kompie, 1 naskah aja krg lebih 100 halaman, apa gak gempor tuh mata? Mereka pasti maunya bisa dibawa2 untuk dibaca, gak cuma depan kompie. Bahkan mungkin editor juga ada yg bawa pulang. Jadi jangan sampe dikira penerbit gak mau keluar modal untuk nyetak.
Terus terang saya, Luna, dll suka kesel kalau di berbagai forum atau milis ada yg bilang "khan kalau cetak mahal, belum lagi kertas". Kalau nanya kirim lewat email atau print out mah gak apa tapi kalo sampe medit/pelit begitu nyebelin banget. Luna pernah bilang, dan saya setuju, untuk mencapai sesuatu kita harus berkorban. Masak mau novelnya jadi dan bisa dapet jutaan gak mau keluar tinta dan kertas? Luna udah keluar duit banyak banget dan ditolak, tapi liat donk hasilnya sekarang. Novelnya laris. Duit yg dulu kebuang, gak percuma khan. Saran saya, terserah pake tinta original atau tidak, tapi anda bisa setel jadi economy atau draft waktu ngeprint. Jadi memang kulitas turun, tapi yg penting bisa dibaca dan tinta gak abis banyak. Kertas, boleh pake yg tidak bermerek alias beli di toko kertas. Atau beli di Makro/grosiran jadi lenih murah. Toh nanti anda akan cetak beberapa set untuk dikirim ke berbagi penerbit sekaligus. Jangan kirim ke 1 penerbit doang, kalau gak mau nunggu lama dan akhirnya ditolak kemudian baru coba ke tempat lain lagi. Mengirimkan naskah ke berbagai penerbit itu sah kok dan etis. Asal, ketika naskah anda mau disetujui dan mau kontrak dengan penerbit tersebut, anda harus mengirimkan surat/e-mail pemberitahuan ke penerbit lain supaya mereka tau, Istilah surat penarikan naskah gitu.... Jadi khan penerbit lain gak sia2 baca naskah itu lagi. Jagalah kredibilitas anda. Selain itu, kirim hard copy (print out) itu lebih aman dari soft copy. Krn menghindar dari dibajak. Ada bbrp penerbit yg bisa kredibilitasnnya meragukan dan bisa nerbitin naskah kita dan dia edit. So...lebih baik hard copy, terus begitu diterima, teken kontrak, kirim soft copy deh buat saling edit dengan editor. Kalau udah teken kontrak, ada dasar pembuktian yg kuat bahwa itu naskah kita. Tapi kalau kita kirim lewat e-mail. belum dikontrak tiba2 udah diterbitkan dan atas nama orang lain, elu cuma bisa gigit jari. Gak ada dasar pembuktiannya. Jadi dari segi hukum juga kalian gak bisa apa2. Kalau cerpen boleh2 saja2 kirim lewat pos ataupun e-mail khan cuma beberapa lembar, gak masalah dibaca di kompie. Untuk selanjutnya, benar kata Bung Sony, setelah naskah disetujui, nda kirim soft copynya, jadi mereka mudah mengeditnya.Tapi biasanya pasti dikasih tahu langkah2 selanjutnya sama editornya. Makanya keep in touch sama mereka, saling e-mail. Naskah kita gak semuanya diedit sama editor. Kita yg edit. Editor membantu kita apa yg seharusnya diedit dsbnya. Jadi jgn dikira kita tinggal ongkang2 kaki kalau diterima. Perjalanan menuju terbitnya sebuah novel masih panjang. Untuk alamat penerbit juga seperti kata Bung Sony, liat di novelnya juga bisa. Kalau gak mau beli, catet aja di toko buku. Atau cari di google banyak kok website penerbit. Atau liat penulislepas.com, atau di forum indosiar tepatnya di lautan indosiar.com klik bacaan nusantara, terus klik pulau penulis, klik deh thread alamat penerbit (termasuk majalah, dll). Shortcutnya : http://lautan.indosiar.com/forum.asp?FORUM_ID=147 Disitu banyak thread yg menarik sehubungan dengan novel, cerpen, kepenulisan, dsb.nya. Cari dan klik thread alamat penerbit. Jangan putus asa, Coba terus! Maaf kalu panjang dan bawel, padahal pengalaman gak ada hehehe... Cuma sering sharing aja dgn penulis lain, dan lagi... saya mau nurunin ilmu yg dibagi2 para suhu ke saya hehehe... Kalau setiap orang saling tunggu dan nikir biara ja si A yg posting dsbnya, kasian yg nanya. Kalau menunggu para suhu alias para penulis yg udah jadi yg mosting, bisa tunggu taun depan. Suka pada sibuk sih, hehehe... Biarpun dengan bagi ilmu jadi banyak saingan, gak masalah. Rejeki di tangan Tuhan. Lagipula persaingan sehat. Saya sebel dengan orang yg mau pintar sendiri dan ketakutan bersaing. Yang menghalangi orang lain untuk maju, biar diri sendiri yg menonjol. Gak ada persaiangan, gak bikin kita tambah pinter. Disini kita buat sharing, Bukan buat pinter sendiri, oke saudara- saudara???? Hehehehe..... Laen kalau kita bisnis rumah makan, resep khusus yg rahasia gak boleh dibocorin. Huahahaha.... NB : Luna.... bagi2 ilmu yah ke mereka... Elu khan gak pelit ilmu sama gua....gua juga gak mau pelit sama mereka.... Salam buat semua, Jabat erat, Lisa/limawi_27 --- In [email protected], Sony Asgar Herdiana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau kamu udah punya naskah, gampang aja. Dikirim lewat e-mail bisa mau dicetak dulu juga bisa. Tapi saya sih biasanya ngirim yang di cetak dulu, maksudnya biar memudahkan editor bacanya. Kalau lewat e-mail agak susah. Ini juga supaya keputusan naskah kita diterima atau ditolak jadi lebih cepet. Nah, kalau editornya udah oke baru kirim soft copy-nya, maksudnya biar editor mudah ngeditnya jadi buku kita cepet proses penerbitannya. > > Alamat penerbit kamu bisa lihat di buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit yang mau kamu kirimi naskah. Biasanya ada di cover belakang buku itu. Ini juga bisa dijadikan acuan genre apa yang diterbitkan oleh penerbit tersebut, jadi kamu bisa menyesuaikan dengan naskah kamu. > > Ayo selamat mencoba! Semoga membantu > > > > Salam, > Sony Asgar > Mr. Right (Grasindo, Agustus 2006) > Opera Zaman : Antologi Cerpen Petualangan (Grafindo, 2006) > http://sony-asgar.blogspot.com > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail. > > [Non-text portions of this message have been removed] > || cerkit || arsip : www.gmail.com login : cerita.kita pwd : ramebanget Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/cerkit/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
