thanks mbak limawi, semua yang nyumbet di kepala saya kayaknya udah kejawab 
dengan pernyataan mbak ini. aku sebenarnya udah tulis pesan ke mbak lewat YM. 
tp aku udah paham kok mbak. oke dech kayaknya aku harus bertindak nih. thanks 
again ya mbak. 
  ngomong2, kapan mbak limawi ol, aku pengen banget ngobrol sama mbak.
  buat semua, selamat berjuang ya. selamat berkarya. pengorbanan membuahkan 
hasil yang amat menggembirakan. sakit2 dahulu, memetik buah kebahagiaan 
kemudian. tul gak mbak, tul gak kang luna. 
   
  oke, every body. let's go
  yang lagi semangat, 
  indah

limawi_27 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Hai untuk semuanya,

Buat yg berniat ngirim novel, dari hasil sharing dgn penulis2 yg 
udah jadi alias udah pernah nerbitin seperti Luna, dll, disarankan 
lebih baik naskah dikirim setelah diprint. Jadi jangan lewat e-mail 
biarpun anda tinggal di luar negeri sekalipun. Kalau biaya kirim 
dari luar kota gak mahal kok. Amel di palembang dan luna di bandung 
ngirim biasanya pake Tiki cuma 5 ribu (khan gak nyampe 1 kilo 
naskahnya).
Kalau lewat e-mail, penerbit males bacanya. Bayangkan ada berpuluh2 
naskah yg masuk dan kalau dibaca lewat kompie, 1 naskah aja krg 
lebih 100 halaman, apa gak gempor tuh mata?
Mereka pasti maunya bisa dibawa2 untuk dibaca, gak cuma depan 
kompie. Bahkan mungkin editor juga ada yg bawa pulang. Jadi jangan 
sampe dikira penerbit gak mau keluar modal untuk nyetak. 

Terus terang saya, Luna, dll suka kesel kalau di berbagai forum atau 
milis ada yg bilang "khan kalau cetak mahal, belum lagi kertas".
Kalau nanya kirim lewat email atau print out mah gak apa tapi kalo 
sampe medit/pelit begitu nyebelin banget.
Luna pernah bilang, dan saya setuju, untuk mencapai sesuatu kita 
harus berkorban. Masak mau novelnya jadi dan bisa dapet jutaan gak 
mau keluar tinta dan kertas? Luna udah keluar duit banyak banget dan 
ditolak, tapi liat donk hasilnya sekarang. Novelnya laris. Duit yg 
dulu kebuang, gak percuma khan.

Saran saya, terserah pake tinta original atau tidak, tapi anda bisa 
setel jadi economy atau draft waktu ngeprint. Jadi memang kulitas 
turun, tapi yg penting bisa dibaca dan tinta gak abis banyak. 
Kertas, boleh pake yg tidak bermerek alias beli di toko kertas. Atau 
beli di Makro/grosiran jadi lenih murah. Toh nanti anda akan cetak 
beberapa set untuk dikirim ke berbagi penerbit sekaligus. 

Jangan kirim ke 1 penerbit doang, kalau gak mau nunggu lama dan 
akhirnya ditolak kemudian baru coba ke tempat lain lagi. Mengirimkan 
naskah ke berbagai penerbit itu sah kok dan etis. Asal, ketika 
naskah anda mau disetujui dan mau kontrak dengan penerbit tersebut, 
anda harus mengirimkan surat/e-mail pemberitahuan ke penerbit lain 
supaya mereka tau, Istilah surat penarikan naskah gitu.... 
Jadi khan penerbit lain gak sia2 baca naskah itu lagi. Jagalah 
kredibilitas anda.

Selain itu, kirim hard copy (print out) itu lebih aman dari soft 
copy. Krn menghindar dari dibajak. Ada bbrp penerbit yg bisa 
kredibilitasnnya meragukan dan bisa nerbitin naskah kita dan dia 
edit. So...lebih baik hard copy, terus begitu diterima, teken 
kontrak, kirim soft copy deh buat saling edit dengan editor. Kalau 
udah teken kontrak, ada dasar pembuktian yg kuat bahwa itu naskah 
kita. Tapi kalau kita kirim lewat e-mail. belum dikontrak tiba2 udah 
diterbitkan dan atas nama orang lain, elu cuma bisa gigit jari. Gak 
ada dasar pembuktiannya. Jadi dari segi hukum juga kalian gak bisa 
apa2. Kalau cerpen boleh2 saja2 kirim lewat pos ataupun e-mail khan 
cuma beberapa lembar, gak masalah dibaca di kompie. 

Untuk selanjutnya, benar kata Bung Sony, setelah naskah disetujui, 
nda kirim soft copynya, jadi mereka mudah mengeditnya.Tapi biasanya 
pasti dikasih tahu langkah2 selanjutnya sama editornya. Makanya keep 
in touch sama mereka, saling e-mail.
Naskah kita gak semuanya diedit sama editor. Kita yg edit. Editor 
membantu kita apa yg seharusnya diedit dsbnya. Jadi jgn dikira kita 
tinggal ongkang2 kaki kalau diterima. Perjalanan menuju terbitnya 
sebuah novel masih panjang.

Untuk alamat penerbit juga seperti kata Bung Sony, liat di novelnya 
juga bisa. Kalau gak mau beli, catet aja di toko buku. Atau cari di 
google banyak kok website penerbit. Atau liat penulislepas.com, atau 
di forum indosiar tepatnya di lautan indosiar.com klik bacaan 
nusantara, terus klik pulau penulis, klik deh thread alamat penerbit 
(termasuk majalah, dll).

Shortcutnya : http://lautan.indosiar.com/forum.asp?FORUM_ID=147 

Disitu banyak thread yg menarik sehubungan dengan novel, cerpen, 
kepenulisan, dsb.nya. Cari dan klik thread alamat penerbit. 

Jangan putus asa, Coba terus!
Maaf kalu panjang dan bawel, padahal pengalaman gak ada hehehe...
Cuma sering sharing aja dgn penulis lain, dan lagi... saya mau 
nurunin ilmu yg dibagi2 para suhu ke saya hehehe...
Kalau setiap orang saling tunggu dan nikir biara ja si A yg posting 
dsbnya, kasian yg nanya. Kalau menunggu para suhu alias para penulis 
yg udah jadi yg mosting, bisa tunggu taun depan. Suka pada sibuk 
sih, hehehe...

Biarpun dengan bagi ilmu jadi banyak saingan, gak masalah. Rejeki di 
tangan Tuhan. Lagipula persaingan sehat.
Saya sebel dengan orang yg mau pintar sendiri dan ketakutan bersaing.
Yang menghalangi orang lain untuk maju, biar diri sendiri yg 
menonjol. Gak ada persaiangan, gak bikin kita tambah pinter. 
Disini kita buat sharing, Bukan buat pinter sendiri, oke saudara-
saudara???? Hehehehe.....
Laen kalau kita bisnis rumah makan, resep khusus yg rahasia gak 
boleh dibocorin. Huahahaha....

NB : Luna.... bagi2 ilmu yah ke mereka... Elu khan gak pelit ilmu 
sama gua....gua juga gak mau pelit sama mereka.... 

Salam buat semua,

Jabat erat,

Lisa/limawi_27

--- In [email protected], Sony Asgar Herdiana <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Kalau kamu udah punya naskah, gampang aja. Dikirim lewat e-mail 
bisa mau dicetak dulu juga bisa. Tapi saya sih biasanya ngirim yang 
di cetak dulu, maksudnya biar memudahkan editor bacanya. Kalau lewat 
e-mail agak susah. Ini juga supaya keputusan naskah kita diterima 
atau ditolak jadi lebih cepet. Nah, kalau editornya udah oke baru 
kirim soft copy-nya, maksudnya biar editor mudah ngeditnya jadi buku 
kita cepet proses penerbitannya.
> 
> Alamat penerbit kamu bisa lihat di buku-buku yang diterbitkan 
oleh penerbit yang mau kamu kirimi naskah. Biasanya ada di cover 
belakang buku itu. Ini juga bisa dijadikan acuan genre apa yang 
diterbitkan oleh penerbit tersebut, jadi kamu bisa menyesuaikan 
dengan naskah kamu.
> 
> Ayo selamat mencoba! Semoga membantu
> 
> 
> 
> Salam,
> Sony Asgar
> Mr. Right (Grasindo, Agustus 2006)
> Opera Zaman : Antologi Cerpen Petualangan (Grafindo, 2006)
> http://sony-asgar.blogspot.com
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



         

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1ยข/min.

[Non-text portions of this message have been removed]



     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebanget 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke