Hai Guys... Setelah saya membaca postingan Chika tentang tulisan Bp. Jonru yang memuat tentang lomba Penulisan Novel Yg Aneh, saya membuka link http://www.penulislepas.net/jonru/?p=41. Ternyata disana ada lanjutan balasan dari "penerbit gadungan" itu ke Bp. Jonru dan diposting di link http://www.penulislepas.net/jonru/?p=42 Bp.Jonru sangat kritis dalam menilai kata demi kata yang dijawab oleh "penerbit gadungan" tsb. Silahkan menilai sendiri tulisan dibawah ini. Pokoknya tetap waspada yah! Kalau ada lomba2 semacam ini JANGAN TERBURU NAFSU! Kalau gak jelas informasi & asal usulnya!
Salam, Lisa alias [EMAIL PROTECTED] Ini adalah lanjutan dari tulisan Bp. Jonru : Teman-teman ternyata si D***M tersebut masih membalas email saya, siang tadi. Dan saya tersenyum geli ketika membacanya, karena banyak sekali kejanggalan di dalam email balasan tersebut. berkut saya cantumkan: Yth. Pak Jonru saya akan menjelaskan satu-persatu tulisan anda di blog anda. Mungkin menurut bapak perlombaan yang kami adakan terkesan aneh, hal itu bisa saya pahami. Begini Pak, jujur saja perusahaan penerbitan kami baru di buka dan memang berada di surabaya. Tepatnya ada di alamat yang kami tuliskan kemarin. Lalu mengapa pertama kali kami menolak memberikan nomor telephone? itu karena nomor telephone kantor kami sedang mengalami gangguan. ====>> mengalami gangguan? Hihihi.. nice try! Emangnya para peserta akan menelepon hari ini? Mungkin mereka akan menelepon besok atau minggu depan atau dua bulan lagi, ketika saluran telepon anda sudah diperbaiki. Lagipula ketika tadi saya telepon, kok bisa nyambung? Tak ada gangguan apapun, tuh! Lalu alasan kami meminta peserta mengirimkan karya via email, mengapa hadiahnya besar sekali, mendapatkan voucher belanja lalu belanja dimana? Itu semua salah saya, karena saya kurang menjelaskan kepada bapak. Begini Pak, perlombaan ini kami adakan karena kami mendapatkan sponsor besar dari perusahaan besar di Jakarta. ===> apa nama perusahaannya, om? sebutin dong ah! Bikin penasaran aja lu! Yang membuat pengumuman perlombaan tersebut juga dari perusahaan di Jakarta tersebut, begitu juga dengan email kami yang buat adalah Pak Setiawan di Jakarta. ====>>> hohoho.. betapa lucunya! Jika misalnya penerbit gramedia mengadakan lomba dan mendapat sponsor dari Telkomsel, apakah pihak Telkomsel yang akan menulis info lombanya? Hihihi ..!!! Untuk soal hadiah voucher belanja, peserta bisa berbelanja di matahari. sedangkan untuk bagaimana royaltinya. Seperti penerbit biasa lainnya yang membagikan royalti sebanyak 10 % dari keuntungan setiap 6 bulan sekali. Apa alasan kami meminta peserta untuk mengirimkan karya mereka melalui via email, hal ini di maksudkan supaya lebih praktis (itu maksud kami) karena kami berpikir semua orang pasti tahu komputer dan bisa main internet. ===> Siapa bilang? Masih banyak kok, orang yang belum kenal internet dan komputer! Lagipula menurut kami jika kami meminta peserta untuk mengirimkan karyanya melalui via pos, seringkali karya peserta tidak sampai ke tangan kami (bukannya curiga dengan kantor pos / pegawai kantor pos). Saya lakukan ini semua karena saya pernah mengalami kejadian serupa ketika saya mengirimkan karya saya melalui via pos. ===> kalo misalnya peserta tidak percaya pada kantor pos, kan masih ada TIKI, DHL, dan sebagainya? Lagipula, buat apa sih anda memikirkan hal-hal seperti ini? Terserah peserta dong, mau kirim lewat jasa kurir mana! Kalau karya peserta sudah tidak sampai ke tangan kami, lalu peserta menelephone dan menanyakan apa karya nya sudah sampai / belum ke tangan penerbit, dan kami menjawab belum sampai. Kami memikirkan perasaan dari peserta lomba tersebut. ===>> Kalau karya peserta sudah dikirim tapi tak sampai di tangan anda, anda tak usah takut bos. Itu menjadi tanggung jawab si tukang posnya. Apa yang harus anda khawatirkan dalam hal ini? Ada-ada saja, deh. Selain itu jika mengirimkan karya melalui via pos, itu berarti peserta harus mengirimkan beratus-ratus halaman pada kami. Singkat kata, peserta harus mengeluarkan kocek yang nggak sedikit jumlahnya. ===> ya, itu sudah resiko penulis. Lagipula, biaya untuk hal2 seperti ini tidak seberapa, kok. Tidak sampai Rp 1 juta. hihihi Tapi kalau via email peserta akan lebih irit, lebih praktis dan lebih efisien serta lebih terjamin keselamatan karyanya jatuh ke tangan penerbit yang tepat. ===> lebih terjamin? Ngaco lu ah! Justru kalau dikirim lewat email, lebih mudah dan lebih cepat kalo mau dibajak. Tulisan tercetak memang masih bisa dibajak, tapi akan lebih lama dan lebih repot prosesnya. Jika peserta yang ikut 500 dan mereka mengirimkan semua karya- karyanya via email, maka akan ada 500 novel tentu saja itu amat melelahkan tapi kami bisa memprint karya-karya tersebut, lalu kami dan sponsor menilai layak atau tidaknya karya tersebut untuk di muat. ===> hohoho sejak kapan pihak sponsor ikut-ikutan menilai naskah lomba? emang tak ada jurinya ya? Kemudian mengenai pengumuman pemenang, mulanya kami akan menelephone satu-persatu peserta yang menang, lalu kami akan meminta mereka untuk datang di acara pemotongan tumpeng, tentu saja akan diliput oleh berbagai media elektronik dan media cetak. ====>> diliput oleh berbagai media? Wah.. asyik banget dong. Kalau ada liputan media, berarti sebenarnya anda sudah berani menunjukkan jati diri anda, kan? Tapi kenapa sekarang masih sembunyi sembunyi??? Dan eits.. tunggu dulu? Sejak kapan ada pengumuman lomba novel yang diliput oleh berbagai media elektronik dan cetak? Emang George Bush bakal hadir di sana ya? Hihihi Makin kaco aja nih orang! Novel dari pemenang akan kami letakkan di toko-toko buku terkemuka di Indonesia seperti Gramedia, Gunung Agung, Karisma dan lain-lain. Kami memang bangga menunjukkan jati diri kami, sama sekali nggak bermaksud menyembunyikan jati diri kami sendiri. ===> kalo bangga, kenapa sejak awal main petak umpet? Semakin aneh deh lu ini! Saya D***M, jabatan saya di z***_publishing sebagai managing editor. Demikian jawaban dari pertanyan2 bapak, kami harapkan bapak puas dengan jawaban kami . Terima kasih, D***M Managing Editor Z**** publishing ===> sama-sama pak tapi sepertinya kita tak berjodoh deh hehehehe Jonru
