Astaghfirullah...
kalakuan jelema... aya-aya wae...
batur mah riweuh mikiran kumaha carana nyieun tulisan nu alus, 
ngajieun karya anu kaharti...ieu kalkah riweuh nyieun hal-hal anu 
teu pararuguh... CAPE DEEHHH...

artinya:
Astaghfirullah...
kelakuan orang...ada-ada aza...
orang pada sibuk mikir gimana caranya bikin tulisan yang bagus, 
bikin karya yang punya arti, berguna, lha ini malah ribet bikin hal-
hal yang engga jelas & engga penting...
CAPE DEEEH....


--- In [email protected], "limawi_27" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Hai Guys... 
> Setelah saya membaca postingan Chika tentang tulisan Bp. Jonru 
yang 
> memuat tentang lomba Penulisan Novel Yg Aneh, saya membuka link 
> http://www.penulislepas.net/jonru/?p=41. Ternyata disana ada 
> lanjutan balasan dari "penerbit gadungan" itu ke Bp. Jonru dan 
> diposting di link http://www.penulislepas.net/jonru/?p=42 
> Bp.Jonru sangat kritis dalam menilai kata demi kata yang dijawab 
> oleh "penerbit gadungan" tsb.
> Silahkan menilai sendiri tulisan dibawah ini. Pokoknya tetap 
waspada 
> yah! Kalau ada lomba2 semacam ini JANGAN TERBURU NAFSU! Kalau gak 
> jelas informasi & asal usulnya!
> 
> Salam,
> 
> Lisa alias [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> Ini adalah lanjutan dari tulisan Bp. Jonru :
> 
> Teman-teman…
> 
> ternyata si D***M tersebut masih membalas email saya, siang tadi.
> Dan saya tersenyum geli ketika membacanya, karena banyak sekali 
> kejanggalan di dalam email balasan tersebut.
> 
> berkut saya cantumkan:
> Yth. Pak Jonru
> 
> saya akan menjelaskan satu-persatu tulisan anda di blog anda. 
> Mungkin menurut bapak perlombaan yang kami adakan terkesan aneh, 
hal 
> itu bisa saya pahami. Begini Pak, jujur saja perusahaan penerbitan 
> kami baru di buka dan memang berada di surabaya. Tepatnya ada di 
> alamat yang kami tuliskan kemarin.
> 
> Lalu mengapa pertama kali kami menolak memberikan nomor telephone? 
> itu karena nomor telephone kantor kami sedang mengalami gangguan.
> 
> ====>> mengalami gangguan? Hihihi.. nice try!
> Emangnya para peserta akan menelepon hari ini? Mungkin mereka akan 
> menelepon besok atau minggu depan atau dua bulan lagi, ketika 
> saluran telepon anda sudah diperbaiki.
> 
> Lagipula ketika tadi saya telepon, kok bisa nyambung? Tak ada 
> gangguan apapun, tuh!
> 
> Lalu alasan kami meminta peserta mengirimkan karya via email, 
> mengapa hadiahnya besar sekali, mendapatkan voucher belanja lalu 
> belanja dimana? Itu semua salah saya, karena saya kurang 
menjelaskan 
> kepada bapak.
> 
> Begini Pak, perlombaan ini kami adakan karena kami mendapatkan 
> sponsor besar dari perusahaan besar di Jakarta. 
> 
> ===> apa nama perusahaannya, om? sebutin dong ah! Bikin penasaran 
> aja lu!
> 
> Yang membuat pengumuman perlombaan tersebut juga dari perusahaan 
di 
> Jakarta tersebut, begitu juga dengan email kami yang buat adalah 
Pak 
> Setiawan di Jakarta.
> 
> ====>>> hohoho.. betapa lucunya!
> 
> Jika misalnya penerbit gramedia mengadakan lomba dan mendapat 
> sponsor dari Telkomsel, apakah pihak Telkomsel yang akan menulis 
> info lombanya?
> 
> Hihihi…..!!!
> 
> Untuk soal hadiah voucher belanja, peserta bisa berbelanja di 
> matahari. sedangkan untuk bagaimana royaltinya. Seperti penerbit 
> biasa lainnya yang membagikan royalti sebanyak 10 % dari 
keuntungan 
> setiap 6 bulan sekali.
> 
> Apa alasan kami meminta peserta untuk mengirimkan karya mereka 
> melalui via email, hal ini di maksudkan supaya lebih praktis (itu 
> maksud kami) karena kami berpikir semua orang pasti tahu komputer 
> dan bisa main internet.
> 
> ===> Siapa bilang? Masih banyak kok, orang yang belum kenal 
internet 
> dan komputer!
> 
> Lagipula menurut kami jika kami meminta peserta untuk mengirimkan 
> karyanya melalui via pos, seringkali karya peserta tidak sampai ke 
> tangan kami (bukannya curiga dengan kantor pos / pegawai kantor 
> pos). Saya lakukan ini semua karena saya pernah mengalami kejadian 
> serupa ketika saya mengirimkan karya saya melalui via pos.
> 
> ===> kalo misalnya peserta tidak percaya pada kantor pos, kan 
masih 
> ada TIKI, DHL, dan sebagainya? Lagipula, buat apa sih anda 
> memikirkan hal-hal seperti ini? Terserah peserta dong, mau kirim 
> lewat jasa kurir mana!
> 
> Kalau karya peserta sudah tidak sampai ke tangan kami, lalu 
peserta 
> menelephone dan menanyakan apa karya nya sudah sampai / belum ke 
> tangan penerbit, dan kami menjawab belum sampai. Kami memikirkan 
> perasaan dari peserta lomba tersebut.
> 
> ===>> Kalau karya peserta sudah dikirim tapi tak sampai di tangan 
> anda, anda tak usah takut bos. Itu menjadi tanggung jawab si 
tukang 
> posnya. Apa yang harus anda khawatirkan dalam hal ini? Ada-ada 
saja, 
> deh.
> 
> Selain itu jika mengirimkan karya melalui via pos, itu berarti 
> peserta harus mengirimkan beratus-ratus halaman pada kami. Singkat 
> kata, peserta harus mengeluarkan kocek yang nggak sedikit 
jumlahnya.
> 
> ===> ya, itu sudah resiko penulis. Lagipula, biaya untuk hal2 
> seperti ini tidak seberapa, kok. Tidak sampai Rp 1 juta. hihihi…
> 
> Tapi kalau via email peserta akan lebih irit, lebih praktis dan 
> lebih efisien serta lebih terjamin keselamatan karyanya jatuh ke 
> tangan penerbit yang tepat.
> 
> ===> lebih terjamin?
> Ngaco lu ah! Justru kalau dikirim lewat email, lebih mudah dan 
lebih 
> cepat kalo mau dibajak. Tulisan tercetak memang masih bisa 
dibajak, 
> tapi akan lebih lama dan lebih repot prosesnya.
> 
> Jika peserta yang ikut 500 dan mereka mengirimkan semua karya-
> karyanya via email, maka akan ada 500 novel tentu saja itu amat 
> melelahkan tapi kami bisa memprint karya-karya tersebut, lalu kami 
> dan sponsor menilai layak atau tidaknya karya tersebut untuk di 
muat.
> 
> ===> hohoho…
> sejak kapan pihak sponsor ikut-ikutan menilai naskah lomba?
> emang tak ada jurinya ya?
> 
> Kemudian mengenai pengumuman pemenang, mulanya kami akan 
menelephone 
> satu-persatu peserta yang menang, lalu kami akan meminta mereka 
> untuk datang di acara pemotongan tumpeng, tentu saja akan diliput 
> oleh berbagai media elektronik dan media cetak.
> 
> ====>> diliput oleh berbagai media? Wah.. asyik banget dong.
> 
> Kalau ada liputan media, berarti sebenarnya anda sudah berani 
> menunjukkan jati diri anda, kan? Tapi kenapa sekarang masih 
sembunyi 
> sembunyi???
> 
> Dan eits.. tunggu dulu?
> 
> Sejak kapan ada pengumuman lomba novel yang diliput oleh berbagai 
> media elektronik dan cetak? Emang George Bush bakal hadir di sana 
> ya? Hihihi…
> Makin kaco aja nih orang!
> 
> Novel dari pemenang akan kami letakkan di toko-toko buku terkemuka 
> di Indonesia seperti Gramedia, Gunung Agung, Karisma dan lain-lain.
> 
> Kami memang bangga menunjukkan jati diri kami, sama sekali nggak 
> bermaksud menyembunyikan jati diri kami sendiri.
> 
> ===> kalo bangga, kenapa sejak awal main petak umpet? Semakin aneh 
> deh lu ini!
> 
> Saya D***M, jabatan saya di z***_publishing sebagai managing 
editor.
> 
> Demikian jawaban dari pertanyan2 bapak, kami harapkan bapak puas 
> dengan jawaban kami….
> 
> 
> Terima kasih,
> 
> 
> D***M
> Managing Editor
> Z**** publishing
> 
> ===> sama-sama pak
> tapi sepertinya kita tak berjodoh deh
> 
> hehehehe…
> 
> Jonru
>



Kirim email ke