PENGOEMOEMAN
Temans, tahun 2007 ini, kita akan mengalami peristiwa 
 gerhana bulan total yang unik! Kenapa disebut begitu? 
 Karena tahun ini kita mengalami DUA KALI GERHANA YANG 
 BERSAMBUNG! Bersambung dalam arti yang sama dengan saat 
 kamu nonton sinetron seri atawa miniseri. Ada jedanya, 
 gituh. Ada berhentinya dan lanjutannya nanti pada waktu 
 yang sudah dijadwalkan.
 Nah, gerhana bulan kali ini juga begitu.
 
 Pada 4 Maret 2007 (Minggu subuh) akan terjadi gerhana 
 bulan total. Dengan rincian:
 Lama gerhana total: 1 jam 14,2 menit
 Penumbra 1 (P1) : pukul 4:29.9 WIB
 Awal Total, U2 : pukul 5:43.9 WIB
 Akhir Total, U3 : pukul 6:58.1 WIB
 Penumbra 4 (P4) : pukul 9:25.5 WIB
 Pertengahan gerhana : pukul 6:20.8 WIB
 Matahari terbit (Jakarta) : pukul 5:58.15 WIB (Bandung 
 dikurangi 3 mnt)
 
 Sedangkan,
 
 Pada 28 Agustus 2007 (Selasa magrib) akan terjadi 
 gerhana bulan total dengan rincian:
 Lama gerhana total: 1 jam 30,9 menit
 Penumbra 1 (P1) : pukul 14:52.0 WIB
 Awal Parsial, U1 : pukul 15:50.8 WIB
 Awal Total, U2 : pukul 16:51.9 WIB
 Akhir Total, U3 : pukul 18:22.8 WIB
 Akhir Parsial, U4 : pukul 19:23.9 WIB
 Penumbra 4 (P4) : pukul 20:22.5 WIB
 Pertengahan gerhana : pukul 17:37.2 WIB
 Matahari terbenam (Jakarta) : pukul 17:55.05 WIB (Bdg 
 -3 mnt)
 Bulan terbit (Jakarta) : pukul 17:51.06 (Bdg -3mnt)
 
 Nah, pada 4 Maret nanti itu kita akan menyaksikan gerhana 
 bulan total. Namun sayangnya, berhubung waktunya mepet 
 banget dengan waktu matahari terbit, kita “hanya” 
 akan menikmati keindahannya sampai bulan berubah jadi 
 gerhana total. Kita nggak akan bisa melihat proses Umbra 3 
 (U3) dan seterusnya. 

 Tapi jangan khawatir, gerhana bulannya “to be continued” 
 ke bulan Agustus.
 
 Pada 28 Agustus nanti kita justru nggak bisa ngelihat 
 Penumbra 1 sampai Umbra 2-nya (U2). Tahu-tahu pas nongol, 
 bulannya udah gerhana total. Asik kan? Kita udah kayak 
 nonton lanjutan “Sinetron gerhana Bulan” yang bulan Maret 
 lalu he he.
 
 Bulan adalah Kertas Terbakar
 Bagi sebagian orang, peristiwa ini mungkin biasa-biasa 
 aja. Nggak ada menariknya. Tapi coba deh melihatnya 
 sekali-kali. Luangkan waktumu untuk menikmati keindahannya 
 sambil ditemani cemilan dan secangkir kopi hangat di waktu 
 subuh atau secangkir teh hangat di waktu magrib. 
Apalagi sebenarnya melihat gerhana bulan total paling asik 
 dengan mata telanjang. Pandangan kita terasa lebih bebas 
 menyaksikannya. Tapi memakai teropong juga nggak apa-apa. 
 Malahan ini akan menimbulkan sensasi tersendiri. Gerhana 
 akan terlihat lebih tegas dan saat itu kamu seakan melihat 
 bulan “hanyalah” kertas bundar yang perlahan-lahan 
 menghitam karena terbakar!
 
 Sensasi Fotografi
 Bagi yang suka fotografi dan senang akan tantangannya, 
 memotret gerhana bulan memiliki kenikmatan tersendiri. 
 Apalagi obyek ini tergolong paling “aman” kalau 
 dibandingkan bintang dan matahari. Kalau kita membidik 
 bintang, pasti kita terkendala cahaya yang kurang (maklum 
 bintang kecil dan jauh). Dan kalau kita membidik matahari 
 kita terkendala oleh tingginya intensitas cahaya – yang 
 walaupun saat terjadi gerhana intenstitasnya tetap tinggi 
 – sehingga bisa membuat hasil jepretan kurang maksimal.
 Nah, kalau bulan ada pada kondisi antara bintang dan 
 matahari. Lebih ramah untuk difoto walaupun sebenarnya 
 tetap menimbulkan (sedikit) distorsi cahaya.
 
 Jadi sok atuh, kalau punya teropong, berdayakan untuk 
 melihat gerhana bulan total ini (lalu “kawinkan” dengan 
 kamera kamu. Kalau punya kamera bertele khusus malah lebih 
 baek. Kalau punya binocular juga boleh. Asal jangan kaca 
 pembesar ala Sherlock Holmes. Bukan apa-apa. Aneh aja 
 diperhatiin orang he he.

Planetarium Open House
Sejauh ini, Planetarium Jakarta akan open house. Kita-kita bisa ikutan 
neropong. Kalau melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya sih, pengunjungnya 
banyak banget. Mudah-mudahan aja nggak crowded banget sehingga kalo kamu 
berniat ikutan neropong di sana tetap berkesempatan meneropong sang bulan. Atau 
setidaknya, walaupun crowded tetap asik buat neropong sama-sama. ‘Tul nggak? 
Tapi ide-ku sih, kalau semisalnya kamu diam-diam ternyata punya teropong 
bintang (monocular) atau teropong medan (binocular) sekalian aja bawa buat 
neropong di Planetarium. Biar nggak capek ikutan ngantri, sekaligus bantu-bantu 
yang lain ikutan liat lewat teropongmu gituh.

oya, sepengetahuanku ITB Bandung dan JAC (Jogja Astronomi Club) juga neropong. 
tapi nggak tau open house atau nggak. Yang jelas, berbahagialah teman2 yang di 
Medan atau Aceh karena bisa melihat gerhana bulanMaret lebih panjang, dan 
berbahagialah teman2 yang di Bali atau Wamena yang bisa melihat gerhana bulan 
Agustus lebih cepat.
 

 Regards,
 Hara Hope
 anggota Himpunan Astronom Amatir Jakarta
www.harahope.multiply.com
www.harahope.blogs.friendster.com
      

 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.

Kirim email ke