Ini tulisan yang gue ambil dari blog seorang editor dari sebuah
penerbit. Tulisan ini katanya sangat mewakili perasaan para editor, yang
tiap bulannya mesti menilai kurang-lebih 30 naskah masuk. Di bagian
bawah, ditambahkan juga tanggapan editor lain atas tulisan ini. So,
menurut gue tulisan ini penting banget buat para penulis, terutama
penulis pemula. *Read on!*
*Dari Editor untuk Calon Penulis [Keluhan sang editor mahakuasa]*
Ada tumpukan naskah di bawah meja. Naskah para calon penulis yang
[tentunya] punya impian bukunya bisa diterbitkan THE publishing house of
Indonesia. Sayangnya [sama sekali] tidak banyak yang layak terbit. Apa
yang bisa diharapkan dari naskah-naskah malang itu kalau adegan
pembuka-bab I-halaman 1-paragraf pertama selalu dimulai dengan
"/Kring!" Hah, bunyi apa itu? Astaga, sudah jam tujuh! Duh, aku telat
lagi deh!" /
atau
/Tok tok tok!!! "Shinta! Bangun! Kamu sekolah gak?" "Hah! Mama kenapa
gak bangunin Shinta dari tadi? Ini sudah jam tujuh!" Lalu Shinta
tergopoh-gopoh ke kamar mandi.
/
Dan keklisean itu msh ditmb bhs SMS ala gw-lo yg disngkt-sngkt n pnh
tnda bc............... sampai berderet-deret banyaknya!!!!!!!!!!!!!
Kalau saja para calon penulis itu tahu: Begitu editor tertentu [*cough*
moi] membaca adegan klise seperti di atas---bahkan tak sampai satu
paragraf---sang editor yang mahakuasa langsung menumpuknya di meja,
menandainya dengan tulisan "TOLAK", membubuhkan paraf serta tanggal, dan
kadang-kadang memberi keterangan "Cerita basi".
Bisakah Anda para pembaca membayangkan jalan cerita naskah semacam itu?
Biasanya, naskah sejenis itu menceritakan kisah hidup sang penulis
sendiri. Biasanya, sang penulis masih duduk di bangku SMP atau SMA.
Biasanya, sang penulis berjenis kelamin perempuan. Biasanya, si tokoh
gadis yang cantik dan populer naksir pemain basket yang ngetop tapi
sikapnya dingin setengah mati. Biasanya, ada adegan di kantin sekolah
atau di lapangan basket. Biasanya...
Dan akhirnya pun bisa ditebak: kedua tokoh yang tadinya musuhan akhirnya
saling menyatakan cinta dan janji sehidup semati.
Tidak ada yang lebih basi daripada itu.
Marilah, hai, para calon penulis yang budiman. Berpikirlah. Gali bakat
dan potensi Anda. Jangan sia-siakan sel-sel kelabu Anda. Dan bagi Anda
yang sebenarnya tidak memiliki bakat dan potensi, sadarilah keberadaan
Anda, dan tuangkanlah kreativitas Anda di bidang-bidang lain.
Jangan buru-buru menyatakan Anda sedang menulis buku hanya karena
belakangan muncul penulis-penulis cantik [dan beken] yang karyanya
berhasil menjadi best seller. Jangan buru-buru berpendapat, Ah, apa
sulitnya menulis novel, cerpenku kan pernah dimuat di Aneka waktu SMA
dulu. Jangan menganggap ketika novel [basi] itu akhirnya selesai,
penerbit-penerbit akan berebut dan menawarkan royalti paling tinggi.
Banyak-banyaklah membaca. Banyak-banyaklah belajar dari karya orang
lain. Mawas diri---kejar impian Anda bila Anda punya napas cukup
panjang, atau lupakan saja bila faktor bakat, kemauan, dan kemampuan itu
ternyata sangat terbatas. Bila Anda memang punya tiga faktor tersebut,
silakan berkreasi, namun jadilah kreatif. Temukan sesuatu yang baru.
Cari angle yang tidak biasa. Be creative.
Please.
Siska
*Tanggapan editor lain :*
Satujuh!!! Dan yg kusadari setelah menghadapi gunung naskah itu:
penampilan sangat penting. Paling males baca naskah yg penuh tipp-ex,
apalagi kalo coretan tangan terus ditambahi catatan (dg tulisan tangan
juga).
Paling suka dapat naskah yg terjilid rapi, ketikan jelas, disertai
riwayat hidup pengarangnya. Jadi kelihatan bahwa yg bikin itu "niat".
Oya, tolong juga tiap naskah disertai sinopsis, biar para editor yg
mahakuasa ini agak semangat baca naskahnya (kalo sinopsisnya bagus).
*Komentar gw:*
Mudah2an "isi blog" ini bisa berguna untuk para calon penulis disini...
Kesimpulannya, buatlah seorang editor tertarik pada tulisan kita saat
"pandangan pertama", saat dia mulai membuka naskah kita. Jika si editor
awalnya udah tertarik pada tulisan kita, maka dia akan makin penasaran
untuk terus membaca tulisan kita, bahkan sampe selesai. Dan jika itu
sampe terjadi, naskah kita punya peluang besar untuk bisa diterbitkan.
Jadi, kesan pertama harus "menggoda". Selanjutnya....terserah si editor
hee..hee..heee
salam manis,
/*luna trsyg
www.novelku.com*/