Alamat blognya : http://shoegirl.blogs.friendster.com/
mudah2an bisa membantu (btw, buat apa sih?)
Jenny Jusuf wrote:
Dear Luna,
First of all... Thanks so much.
Berguna banget postingannya!!! Informasi kayak gini nih yang selalu
saya cari-cari! Sangat besar rmanfaatnya buat kami para penulis pemula
yang masih harus banyak (sekali) belajar.
Second of all... kalo boleh tau, *alamat blog si editor* itu di mana??
Boleh minta nggak.. please *mukamemelasbanget mode: on*
Thanks ya :)
-Jenny
*/My Luna <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote:
Ini tulisan yang gue ambil dari blog seorang editor dari sebuah
penerbit. Tulisan ini katanya sangat mewakili perasaan para
editor, yang tiap bulannya mesti menilai kurang-lebih 30 naskah
masuk. Di bagian bawah, ditambahkan juga tanggapan editor lain
atas tulisan ini. So, menurut gue tulisan ini penting banget buat
para penulis, terutama penulis pemula. *Read on!*
*Dari Editor untuk Calon Penulis [Keluhan sang editor mahakuasa]*
Ada tumpukan naskah di bawah meja. Naskah para calon penulis yang
[tentunya] punya impian bukunya bisa diterbitkan THE publishing
house of Indonesia. Sayangnya [sama sekali] tidak banyak yang
layak terbit. Apa yang bisa diharapkan dari naskah-naskah malang
itu kalau adegan pembuka-bab I-halaman 1-paragraf pertama selalu
dimulai dengan
"/Kring!" Hah, bunyi apa itu? Astaga, sudah jam tujuh! Duh, aku
telat lagi deh!" /
atau
/Tok tok tok!!! "Shinta! Bangun! Kamu sekolah gak?" "Hah! Mama
kenapa gak bangunin Shinta dari tadi? Ini sudah jam tujuh!" Lalu
Shinta tergopoh-gopoh ke kamar mandi.
/
Dan keklisean itu msh ditmb bhs SMS ala gw-lo yg disngkt-sngkt n
pnh tnda bc............... sampai berderet-deret
banyaknya!!!!!!!!!!!!!
Kalau saja para calon penulis itu tahu: Begitu editor tertentu
[*cough* moi] membaca adegan klise seperti di atas---bahkan tak
sampai satu paragraf---sang editor yang mahakuasa langsung
menumpuknya di meja, menandainya dengan tulisan "TOLAK",
membubuhkan paraf serta tanggal, dan kadang-kadang memberi
keterangan "Cerita basi".
Bisakah Anda para pembaca membayangkan jalan cerita naskah semacam
itu? Biasanya, naskah sejenis itu menceritakan kisah hidup sang
penulis sendiri. Biasanya, sang penulis masih duduk di bangku SMP
atau SMA. Biasanya, sang penulis berjenis kelamin perempuan.
Biasanya, si tokoh gadis yang cantik dan populer naksir pemain
basket yang ngetop tapi sikapnya dingin setengah mati. Biasanya,
ada adegan di kantin sekolah atau di lapangan basket. Biasanya...
Dan akhirnya pun bisa ditebak: kedua tokoh yang tadinya musuhan
akhirnya saling menyatakan cinta dan janji sehidup semati.
Tidak ada yang lebih basi daripada itu.
Marilah, hai, para calon penulis yang budiman. Berpikirlah. Gali
bakat dan potensi Anda. Jangan sia-siakan sel-sel kelabu Anda. Dan
bagi Anda yang sebenarnya tidak memiliki bakat dan potensi,
sadarilah keberadaan Anda, dan tuangkanlah kreativitas Anda di
bidang-bidang lain.
Jangan buru-buru menyatakan Anda sedang menulis buku hanya karena
belakangan muncul penulis-penulis cantik [dan beken] yang karyanya
berhasil menjadi best seller. Jangan buru-buru berpendapat, Ah,
apa sulitnya menulis novel, cerpenku kan pernah dimuat di Aneka
waktu SMA dulu. Jangan menganggap ketika novel [basi] itu akhirnya
selesai, penerbit-penerbit akan berebut dan menawarkan royalti
paling tinggi.
Banyak-banyaklah membaca. Banyak-banyaklah belajar dari karya
orang lain. Mawas diri---kejar impian Anda bila Anda punya napas
cukup panjang, atau lupakan saja bila faktor bakat, kemauan, dan
kemampuan itu ternyata sangat terbatas. Bila Anda memang punya
tiga faktor tersebut, silakan berkreasi, namun jadilah kreatif.
Temukan sesuatu yang baru. Cari angle yang tidak biasa. Be creative.
Please.
Siska
*Tanggapan editor lain :*
Satujuh!!! Dan yg kusadari setelah menghadapi gunung naskah itu:
penampilan sangat penting. Paling males baca naskah yg penuh
tipp-ex, apalagi kalo coretan tangan terus ditambahi catatan (dg
tulisan tangan juga).
Paling suka dapat naskah yg terjilid rapi, ketikan jelas, disertai
riwayat hidup pengarangnya. Jadi kelihatan bahwa yg bikin itu "niat".
Oya, tolong juga tiap naskah disertai sinopsis, biar para editor
yg mahakuasa ini agak semangat baca naskahnya (kalo sinopsisnya
bagus).
*Komentar gw:*
Mudah2an "isi blog" ini bisa berguna untuk para calon penulis
disini...
Kesimpulannya, buatlah seorang editor tertarik pada tulisan kita
saat "pandangan pertama", saat dia mulai membuka naskah kita. Jika
si editor awalnya udah tertarik pada tulisan kita, maka dia akan
makin penasaran untuk terus membaca tulisan kita, bahkan sampe
selesai. Dan jika itu sampe terjadi, naskah kita punya peluang
besar untuk bisa diterbitkan.
Jadi, kesan pertama harus "menggoda". Selanjutnya....terserah si
editor hee..hee..heee
salam manis,
/*luna trsyg
www.novelku.com*/
------------------------------------------------------------------------
Sucker-punch spam
<http://us.rd.yahoo.com/evt=49981/*http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html>
with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.
<http://us.rd.yahoo.com/evt=49981/*http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html>