DAN HUJANPUN BERHENTI
Cerita : Farida Susanty a.k.a Poyo
Penerbit : PT Grasindo
Jml Hal : 322 Halaman
Harga : Rp. 38.000
This is a sarcastic teenager literature i've ever ever read. Congrats! Dan
Hujanpun Berhenti (DHB) udah berhasil bikin gue merasa jadi penulis mata duitan
yang bisanya cuma nyomot tema gampang, bahasa gampang, biar cepet diketik trus
dijual ke majalah or penerbit. Damn! for teenlit,DHB is so FxxxxxG COOL!!
Pemilihan tema utama tentang pergolakan batin sang tokoh yang punya ortu
brengsek dan pacar yang udah mati digiring bagus sama Farida sehingga
setelahnya gue berpikir bahwa persoalan dan dampak dari broken home dan
kematian orang tercinta ternyata gak sesimpel yang gue kira. bahwa ternyata
reinkarnasi bisa juga dijadiin pelampiasan psikologis dari kehampaan batin
seseorang lantaran gak sanggup melupakan yang hilang.
LEO,si blasteran Jepang (gak ngerti kenapa yang dipilih Jepang. Apa karena
orang Jepang seneng sama darah, Gothic dan bunuh diri?) adalah karakter kuat
yang menonjol sepanjang cerita. Terlepas dari soal fisiknya yang digambarin
keren abis (gue hampir berharap kalo sosok LEO itu kaya si "L" detektif jenius
dan keren musuh Raito di Death Note I), dia sanggup menampik ke-ERROR-an
lingkungan yang seharusnya (baca: sah-sah aja) membuat dia jadi orang
freak,nerd,gila atau sekalian aja terpecah kepribadiannya jadi 10. Tapi rupanya
Farida gak rela kalo tokoh kecintaannya ini jadi manusia sampah, maka
terciptalah karakter LEO yang sanguinis koleris itu (Fakta bahwa pemimpin besar
dunia terlahir dengan karakter dan watak sanguinis koleris)
Alur ceritanya cepat,meski terlalu cepat sih untuk sebuah cerita bernuansa
"dark" yang biasanya dibikin lambat biar terkesan "sorrow". Juga kuat karena
didukung deskripsi yang detil ketimbang dialog panjang yang menjemukan.
Bahasanya liar, ngalir lancar dan deras (kayaknya Farida nulis novel ini dengan
riang gembira) meski masih jauh dari peraturan bahasa Indonesia yang BAEK dan
BENER (terutama makiannya), yang udah diperjuangkan mati-matian ama JS Badudu
(Farida says: Gak apa-apalah Chik, ini kan novel. Bukan buku paket, plis deh!)
Last but not Least, ending DHB manis and smooth banget. seperti suntikan
eustanasia. Mati perlahan yang enak dan hampir gak merasa sakit.
Dan ketika gue tutup lembar terakhir buku ini, gue langsung percaya bahwa
apapun caranya, kita semua pasti HARUS mati, tapi disaat yang benar-benar tepat.
Buku ini gak ngajarin kita mati cepet-cepet, kok. Justru, dia layak banget
diBACA sama orang-orang yang masih kepingin hidup panjang.
Felicitation pour Farida a.k.a Poyo!
This novel is SUPER DUPER POWW!!
cheers
CHIKA RIKI
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!