waaa, terima kasih atas reviewnya ya! Aku seneeeeng banget Chika suka bukuku! 
Hehehehe...
   
  Teman2, bukuku "dan hujan pun berhenti" udah keluar... Silakan cek ke 
danhujanpunberhenti.blogspot.com untuk melihat ceritanya. Kalau tertarik, beli 
ya! ^^
   
  -Farida Susanty-


Chika Riki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            DAN HUJANPUN BERHENTI 
  Cerita   : Farida Susanty a.k.a Poyo
  Penerbit : PT Grasindo
  Jml Hal  : 322 Halaman
  Harga    : Rp. 38.000
   
  This is a sarcastic teenager literature i've ever ever read. Congrats! Dan 
Hujanpun Berhenti (DHB) udah berhasil bikin gue merasa jadi penulis mata duitan 
yang bisanya cuma nyomot tema gampang, bahasa gampang, biar cepet diketik trus 
dijual ke majalah or penerbit. Damn! for teenlit,DHB is so FxxxxxG COOL!!
  Pemilihan tema utama tentang pergolakan batin sang tokoh yang punya ortu 
brengsek dan pacar yang udah mati digiring bagus sama Farida sehingga 
setelahnya gue berpikir bahwa persoalan dan dampak dari broken home dan 
kematian orang tercinta ternyata gak sesimpel yang gue kira. bahwa ternyata 
reinkarnasi bisa juga dijadiin pelampiasan psikologis dari kehampaan batin 
seseorang lantaran gak sanggup melupakan yang hilang.
  LEO,si blasteran Jepang (gak ngerti kenapa yang dipilih Jepang. Apa karena 
orang Jepang seneng sama darah, Gothic dan bunuh diri?) adalah karakter kuat 
yang menonjol sepanjang cerita. Terlepas dari soal fisiknya yang digambarin 
keren abis (gue hampir berharap kalo sosok LEO itu kaya si "L" detektif jenius 
dan keren musuh Raito di Death Note I), dia sanggup menampik ke-ERROR-an 
lingkungan yang seharusnya (baca: sah-sah aja) membuat dia jadi orang 
freak,nerd,gila atau sekalian aja terpecah kepribadiannya jadi 10. Tapi rupanya 
Farida gak rela kalo tokoh kecintaannya ini jadi manusia sampah, maka 
terciptalah karakter LEO yang sanguinis koleris itu (Fakta bahwa pemimpin besar 
dunia terlahir dengan karakter dan watak sanguinis koleris)
  Alur ceritanya cepat,meski terlalu cepat sih untuk sebuah cerita bernuansa 
"dark" yang biasanya dibikin lambat biar terkesan "sorrow". Juga kuat karena 
didukung deskripsi yang detil ketimbang dialog panjang yang menjemukan. 
Bahasanya liar, ngalir lancar dan deras (kayaknya Farida nulis novel ini dengan 
riang gembira) meski masih jauh dari peraturan bahasa Indonesia yang BAEK dan 
BENER (terutama makiannya), yang udah diperjuangkan mati-matian ama JS Badudu 
(Farida says: Gak apa-apalah Chik, ini kan novel. Bukan buku paket, plis deh!)
  Last but not Least, ending DHB manis and smooth banget. seperti suntikan 
eustanasia. Mati perlahan yang enak dan hampir gak merasa sakit.
  Dan ketika gue tutup lembar terakhir buku ini, gue langsung percaya bahwa 
apapun caranya, kita semua pasti HARUS mati, tapi disaat yang benar-benar tepat.
  Buku ini gak ngajarin kita mati cepet-cepet, kok. Justru, dia layak banget 
diBACA sama orang-orang yang masih kepingin hidup panjang.
  Felicitation pour Farida a.k.a Poyo!
  This novel is SUPER DUPER POWW!!
   
  cheers
  CHIKA RIKI
    
---------------------------------
  Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!  

         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke