pasti ketauan kamu bukan nasabah BRI deh he he he...
kalau aku kebetulan nasabah BRI,
jadi dari tulisan beritanya: "BRIta UtAMA" dan font-nya yang sama
banget dengan font "Britama" di buku tabunganku, aku udah curiga itu
PASTI IKLAN!
ternyata memang iklan
tapi asik juga iklan kayak gitu.
kreatif!!!
*/fiyan arjun <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote:
*KORBAN IKLAN*
*Fiyan Arjun*
* *
*/"Para permirsa semua di rumah. Baru-baru ini ada peristiwa aneh.
Dimana ada sebuah mobil tersangkut dirumah....bla..., bla...,
bla...Penyebabnya belum diketahui keberadaannya...."/*
*/ /*
Begitulah pemberitahuan dari seorang "pembaca berita" ketika
memberitahukan ke khalayak (baca: pemirsa) tentang suatu
"fenomena" aneh untuk dapat segera diketahui. Tak khayal
pemberitahuan itu menyedot perhatian orang banyak. Begitu juga
dengan aku ketika belum benar-benar tahu apa yang ada
"didalam"-nya. Jujur, saat itu aku juga merasa ditipu sekaligus
seperti sebuah /tamsil /"seperti gajah dicocok hidungnya" Apakah
itu benar atau tidak? Untungnya aku sudah paham bahwa itu hanya
iklan semata. Dan itu sebelum aku mengetahuinya. Fatalnya lagi
keluargaku juga ikut terhipnotis dengan "rayuan" itu. Dan jadilah
kami yakni sebagai orang-orang yang kena imbas dari suatu iklan.
Pasti tak asing dengan keberadaan /commercial break /(baca: iklan)
yang baru-baru ini /hilir-mudik /menghias kaca televisi.
Seakan-akan membuat para pemirsa di rumah dikejutkan oleh iklan
itu. Bayangkan gara-gara penyebab iklan itu di rumahku heboh
sekali dengan iklan semacam itu. Orang-orang di rumahku
me-/alibi-/kan peristiwa itu benar-benar nyata dan benar
keadaannya. Dan...jadilah mereka orang-orang korban iklan.J
Kalau aku? /Stop! /Aku tidak begitu mudah dikelabui begitu saja
dengan iklan semacam itu (walau sebenarnya aku juga sempat
/kecele/ juga dibuatnyaJ). Apalagi saat iklan itu pertama kali
ditayangkan. Memang aku akui mereka (baca: tim ide kreatif) patut
disalutkan atas gagasan yang begitu menyedot perhatian khlayak.
/Saking/ "kreatif"-nya sehingga terpaksa aku angkat topi dan
mengajukan 4 jempolku. 2 jempol tanganku dan ditambah 2 lagi
jempol kakiku. /Klop, /jadinya kan?J
Memang sudah jelas sesuatu yang diluar konteks apalagi tidak satu
selera dengan kita apalagi aku, sering kali tidak suka. Namun
kejadian ini sering kali aku temukan sewaktu menonton suatu acara
TV. Misalnya Sewaktu aku sedang asyik-asyiknya menonton /film box
office/, maka perhatianku diinterupsi dengan tayangan pariwara
tentang iklan. Aku berpikir apakah satu konteks pariwara tersebut?
Kemudian aku berkilah mungkin banyak yang lain gemar menonton film
atau sinetron yang selalu /meninabobokan/ penontonnya sehingga
konteks satasiun televisi pendapatannya dari iklan tadi.
Seharusnya iklan yang muncul atau disuguhkan ke pemirsa yang
sesuai dengan konteks acara atau tema suatu topik akan lebih
mengena, itulah yang disebut dengan /contextual advertising// /
/ /
Aku mau menyalahkan iklan itu? Sepertinya tidak deh! Malahan
sebagai seorang pencinta seni aku menganggap hal itu hanya semata
sebagai hiburan belaka. Ya, didalam iklan tersebut mengadung misi
dan visi si pembuat iklan disela-sela program yang ditayangkan.
Ya, walau orang-orang di rumahku kecewa juga karena sedang
"khusyu"-nya menonton acara favoritnya terganggu. Dan, iklan
itulah menjadi penghibur sekaligus membuat kehebohan dirumahku.
Apalagi kakak perempuanku yang /notabene /sebagai ibu rumah tangga
biasa menyaksikan sinetron merasa terkejut dengan iklan itu.
Suatu hari kakak prempuanku sedang asyik menonton sinetron. Dan
ketika sedang asyiknya menonton /seleb/ idola dianiaya oleh lawan
mainnya tiba-tiba iklan itu muncul. Sudah pasti kakak perempuanku
kecewa. Dan iklan itulah yang menjadi penawar obat kekecewaan
sekaligus menjadi korban sebuah iklan.
/"Liat-liat deh ada mobil nyagkut di rumah." / Tiba-tiba kakak
prempuanku teriak-teriak tidak karuan. Aku yang lagi asyik baca
buku di kamar tentunya merasa terganggu oleh teriakannya. Lalu
aku pun langsung loncat menuju TKP (baca:/ Tempat Kejadian
Peneriakan/) di ruang tamu.J//
/ /
/"Ada apaan sih? Heboh baget,"/ kataku sedikit kesal. Lantaran
tergangu oleh teriakan kakak perempuanku itu yang teriakannya
mirip ember pecah. Menggangu konsentrasi aku baca buku.
/"Tuh, liat ada mobil diatas rumah,"/ ulangnya lagi.
/"Iya, iya benar juga tuh. Ada mobil diatas rumah,"/ timpal adik
laki-lakiku menimpali kekeliruannya. Padahal ia tahu kalau itu
bohong belaka.J
/"Tuh, iklan bo'ong tau. Mana ada mobil diatas rumah. Kalau pun
ada tuh orang emang iseng banget," /jawabku membenarkan segala
kekeliruan tentang iklan itu
/"Nah itu iklannya nongol lagi,"/ tunjuk kakak pempuanku lagi
kalau dirinya tidak tahu kalau ia itu dibohongi oleh iklan. Dan
kakak perempuanku pun kembali meyimak lagi dan dengan seksama.
Bahwa iklan itu hanya tipuan belaka.
/"Benarkan hanya iklan nama Bank?"/ ucapku memastikan lagi. Dan
akhirnya kakak prempuanku mau mengerti juga bahwa apa yang ia
saksikan itu hanya semata-mata menarik perhatian semua pemirsa TV
di rumah.
Aku yang melihat kakak perempuan sudah paham dan tahu, aku jadi
ikut terharu. Ya, begitulah "permainan" orang-orang pembuat iklan.
Harus bisa menyedot perhatian khlayak! Akhirnya dengan kejadian
itu orang-orang di rumahku semua mengerti jika iklan itu hanya
bohong belaka bila suatu saat nanti muncul lagi. Dan aku tidak
lagi-lagi mendengar teriakan kakak perempuanku itu. Teriakan
seperti ember pecah itu.J
*/Tertawalah Anda sebelum tertawa itu dilarang......./**/J/*
*/Ulujami, Mei 2007/*
*/Aku menulis untuk menghibur kati yang sedih/**/J/*
*/ /*
------------------------------------------------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge
<http://us.rd.yahoo.com/evt=47093/*http://tv.yahoo.com/collections/222>to
see what's on, when.
------------------------------------------------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48225/*http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php>wherever
you're surfing.