Dear All,

Akhirnya saya punya sedikit waktu untuk menengok milis kesayangan 
ini. Ini pun bukanya di airport Changi, Singapore, sambil nunggu 
panggilan naik pesawat. Jadi mungki tak bisa terlalu panjang.

Pokoknya, saya mohon maaf dulu atas tersendatnya Cerkit. Terima 
kasih kepada Dewi Cendika yang sudah menyampaikan pesan dari saya. 
Soal kritik Ke Terate juga terima kasih. Masalahnya, Cerkit 
ini "nyawanya" ada di saya, jadi kalau saya pergi atau sibuk, ya 
sudah pasti repot.

Maklum, Cerkit memang belum menjadi perusahaan yang kuat dengan 
segudang tenaga. Para editor tamu yang biasa memberi komentar pun 
sebenarnya mau karena saya, kalau ada saya (bukan maksudnya 
menyombong lho). Yang benar adalah karena mereka semua teman-teman 
saya. 

Lalu, "nyawa" yang saya maksud adalah "segala biaya dan konsekuensi 
lainnya". Sebab Cerkit kan memang masih harus disubsidi terus. 
Selama ini sih saya happy hapy saja. Sebab saya memang ingin 
mendukung kemajuan para penulis muda di bidang fiksi.

Aduh, kok jadi panjang ya ya. Padahal udah deg-degan dipanggil nih.

Pokoknya, doakan saya bisa membalas semua semua kebaikan, kesetiaan 
teman-teman semua. Maju terus ya. Menulis terus. Saya akan usahakan 
untuk mengiktu perkembangan teman-teman. Pada saatnya saya akan 
kontak teman-teman semua deh...

Eh, udah dulu ya. Salam buat semuanya. Saya kangen betul dengan 
teman-teman semua. Masih lengkap, kan? 

Duh, saya sampai menitikkan air mata lho...

Cheers,

KA 

Kirim email ke