Wah, jadi ikut terharu sama perjuangan KA menyempatkan diri menulis email
ini disela-sela perjalanannya, Mudah-mudahan proses ke depannya semakin
lancar ya Pak, soalnya sayang dengan fans Cerkit yang sudah sedemikian
membludak dan antusias begini.
Mudah-mudahan KA bisa mendapatkan tangan kanan yang bisa dipercaya, sehingga
Cerkit tidak akan tersendat-sendat seperti ini.
Wish you the best, KA!

salam,
Iwok

On 6/6/07, k_atmojo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Dear All,

Akhirnya saya punya sedikit waktu untuk menengok milis kesayangan
ini. Ini pun bukanya di airport Changi, Singapore, sambil nunggu
panggilan naik pesawat. Jadi mungki tak bisa terlalu panjang.

Pokoknya, saya mohon maaf dulu atas tersendatnya Cerkit. Terima
kasih kepada Dewi Cendika yang sudah menyampaikan pesan dari saya.
Soal kritik Ke Terate juga terima kasih. Masalahnya, Cerkit
ini "nyawanya" ada di saya, jadi kalau saya pergi atau sibuk, ya
sudah pasti repot.

Maklum, Cerkit memang belum menjadi perusahaan yang kuat dengan
segudang tenaga. Para editor tamu yang biasa memberi komentar pun
sebenarnya mau karena saya, kalau ada saya (bukan maksudnya
menyombong lho). Yang benar adalah karena mereka semua teman-teman
saya.

Lalu, "nyawa" yang saya maksud adalah "segala biaya dan konsekuensi
lainnya". Sebab Cerkit kan memang masih harus disubsidi terus.
Selama ini sih saya happy hapy saja. Sebab saya memang ingin
mendukung kemajuan para penulis muda di bidang fiksi.

Aduh, kok jadi panjang ya ya. Padahal udah deg-degan dipanggil nih.

Pokoknya, doakan saya bisa membalas semua semua kebaikan, kesetiaan
teman-teman semua. Maju terus ya. Menulis terus. Saya akan usahakan
untuk mengiktu perkembangan teman-teman. Pada saatnya saya akan
kontak teman-teman semua deh...

Eh, udah dulu ya. Salam buat semuanya. Saya kangen betul dengan
teman-teman semua. Masih lengkap, kan?

Duh, saya sampai menitikkan air mata lho...

Cheers,

KA




--
Knowing me more at Dunia Iwok :
http://iwok.blogspot.com
http://buku-iwok.blogspot.com

Kirim email ke