Google: ghostwriter. :D

Pada intinya, pekerjaan menulis itu bisa di-order. Contohnya: *cough*
penulis naskah sinetron jiplakan *cough*

Mau cepat? Tentu ada fee lebihnya.

Dan karena topik non-fiksi tersebut lagi hangat-hangatnya, tentu sang
penerbit menyambut dengan suka cita.

--ephi

On 7/2/07, T O N I <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Temens, sekadar diskusi ajah.
> Berapa minggu lalu, saya liat di toko buku (ada iklannya juga di koran), udah 
> terbit buku tentang IPDN 2007 (kalo gak salah judulnya IPDN undercover deh?!) 
>  Yang nulis, ya si dosen yg bikin heboh itu (Inu Kencana).
>
> Taon lalu, gak lama sesudah A'a Gym nikah lagi, saya juga baca ada buku yg 
> judulnya "Seandainya Aku Istri Pertama A'a Gym".
>
> Pertanyaan gw, koq buku-buku itu bisa terbit cepet banget yah (setelah 
> kejadiannya).  Apa kalo buku nonfiksi emang punya kelebihan itu (untuk terbit 
> lebih cepet dibandingin fiksi)?
>
> Thanks sebelonnya buat komentar temans.

Kirim email ke