Di Matamu Murung Bumi Serupa Satiris Komedi
 
 
 tertikamku di altar pengultusan sajak-sajak
 berlembar-lembar isyarat melayang di gelagat mimpi
 pasi mengabadi
 di ujung semangat mencuat getir
 kudengar, seorang penyair berbisik nyinyir
 aksara dilihatnya serupa badut
 tertawalah dirinya di kembara jagat
  wajahnya menggembung  
 bebadai menjalar di jejaring keterasingan
 tubuhku menciut
 meretak sajak-sajak di denyut darah
 mertas jadi zarah di nganga tong sampah
 
 
 di matamu
 murung bumi serupa satiris komedi
 empas tubuh di lembah gelisah  
 tak ubah bagai kisah jenaka
 
 
 matiku di lebar garis tawa yang
 garitkan rasa sakit
 lalu aku menjelma api  
 
 
 25 Juli 2007
 
 
 
       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke