----- Pesan Diteruskan ----
Dari: roza sageta <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: ARMAN HADI SARENDRA <[EMAIL PROTECTED]>; hariyadi budiawan <[EMAIL
PROTECTED]>; jefri bramulia <[EMAIL PROTECTED]>; citra <[EMAIL PROTECTED]>;
deden <[EMAIL PROTECTED]>; dika <[EMAIL PROTECTED]>; exi <[EMAIL PROTECTED]>;
hasbi <[EMAIL PROTECTED]>; irfansyah <[EMAIL PROTECTED]>; imam <[EMAIL
PROTECTED]>; kiki <[EMAIL PROTECTED]>; latif <[EMAIL PROTECTED]>; malik <[EMAIL
PROTECTED]>; uwin <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Kamis, 4 Oktober, 2007 12:43:55
Topik: Trs: Berapa Lama Kita Dikubur?
----- Pesan Diteruskan ----
Dari: ika aryani <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: tatu inderawan <[EMAIL PROTECTED]>; luki anggrahini <[EMAIL
PROTECTED]>; supriyatno <[EMAIL PROTECTED]>; roza sageta <[EMAIL PROTECTED]>;
rizqi angga <[EMAIL PROTECTED]>; wahyu <[EMAIL PROTECTED]>; fajar siddiq
<[EMAIL PROTECTED]>; Tanjung Iwan <[EMAIL PROTECTED]>; ilham nawawi <[EMAIL
PROTECTED]>
Terkirim: Rabu, 3 Oktober, 2007 12:26:16
Topik: FW: Berapa Lama Kita Dikubur?
Berapa lama Kita dikubur?
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas
jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya
memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi,
sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana
ayahnya.
Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke
kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad
19-10-1915 : 20- 01-1965 "
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah
ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut
memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk
Neneknya...
"Ayah,
nenek waktu
meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum,
sembari memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak
sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam
kubur 42 tahun ... "
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di
samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882
: 30-01-1910"
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya
menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk.
Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk
?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang,
bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan
disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan
yah?"
Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong
yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek
senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan
kepada Ayahnya pendapatnya.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas
..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan
apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang
100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia
menunduk ... Meneteskan air mata...
Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun
lagi berarti Ia
akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes,
sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau
2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur.
Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia
sudah tak tahan?
Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik
turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya
Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga
suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.
Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya
selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat
berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan...
Dan apa yang akan datang di depannya...
"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku,
jangan Kau letakkan dihatiku..."
Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .
"Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos.
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/