Dear All,


Sebelumnya maaf kalau tiba-tiba nongol dan promosi :) Ya, karena
kesibukan menyelesaikan study S2 saya jadi jarang sekali nengok milis.
Anyway, kemarin liburan ke Indonesia ada kejutan manis kiriman bukti
cetak novel ke-2 saya. Tentunya syukur dan alhamdulillah banget. So,
sekedar berbagi kebahagiaan, ini sedikit informasi mengenai novel kedua
saya itu.



Judul : Kau Pergi Kau Kucari

Genre : Teen-Tulalit

Penerbit : Grasindo



Sedikit sinopsis dan trailer :





ADA teori
yang mengatakan jika dua orang penakut bersama-sama, maka akan jadi ada dua
orang setengah berani. Lalu kalau dua orang setengah berani tersebut digabung
dengan seorang penakut lainnya, maka akan jadi ada tiga orang berani. 



 



Tetapi rupanya teori tersebut menjadi
tidak berlaku ketika dianalogikan dengan kondisi berikut ini. Jika ada dua
orang idiot bergabung bukan berarti menjadi akan ada dua orang setengah pintar,
tapi malah menjadi dua orang yang siap-siap bikin keributan. Lalu jika ada
seorang idiot lagi bergabung maka siap-siaplah akan terjadinya sebuah
kericuhan. Nah…, jika sekarang berkumpul empat orang idiot seperti Izal,
Binsar, Otong, dan Beno, maka siap-siaplah akan terjadinya kiamat sugro,
kejadian katostropik.                                                           
                                        



                                                                                
                                       (Awal Bab
4 – Café D’Martz)







Otong Surotong



Bujangan yang asli
sunda ini ahli dalam tipologi cewek dan analisis ‘Mengapa seorang pria di tolak
seorang wanita?’. Keahlian yang sudah tidak diragukan lagi. Tercatat Otong
telah membuat puluhan makalah dan berkali-kali menye-lenggarakan seminar sehari
dengan tema di atas.



Kepiawaian Otong
sendiri tak lain karena bekal experience
dan learning by doing tujuh belas
kali menyatakan cinta dan sembilan belas kali di tolak![1] Otong pernah 
mengalami berbagai macam
cara penolakan. Dari cara yang sadis sampai cara yang manis.



Cara-cara
penolakan tersebut dideskripsikan oleh Otong sebagai berikut : 



Cara Sadis : Si cewek langsung melepas rantai anjing
herdernya sambil berkata, “Gigit cowok itu, biar banggun dan nggak mimpi lagi!”



Cara Agak Sadis : Si cewek akan berkata: “Sorry aja ya, gue nggak
level ama elu!”



Cara Moderat : Si cewek akan berkata : “Maaf ya, saya masih
sekolah, kata papa harus selesai sekolah dulu, baru boleh pacaran.”



Cara Agak Manis : Si cewek akan berkata : “Saya sebenernya seneng
juga sama kamu. Tapi kayaknya saya lebih cocok jadi adik kamu deh.”



Cara Manis : Si cewek akan berkata : “Saya merasa sangat
tersanjung oleh ketulusan hati kamu, saya sangat bahagia ada yang mau nyayangin
saya, tapi …saya rasa hubungan kita akan lebih abadi dan lebih indah kalau saya
dan kamu tetep jadi sahabat.”



 



Namun apapun cara yang disampaikan. Pada akhirnya Otong mengambil kesimpulan 
bahwa
ditolak itu intinya tetep aja …. peurih[2]. 



Atas dasar itu
pula dalam setiap ceramahnya Otong selalu mengingatkan para pria yang akan
melakukan penembakan agar sudah benar-benar memastikan 5 hal pokok dari cewek
yang menjadi target penembakannya. Kelima hal pokok tersebut adalah sebagai
berikut :



1.      Pastikan cewek tersebut tidak kekurangan
sahabat.



2.      Pastikan cewek tersebut sudah tidak
memerlukan tambahan kakak laki-laki.



3.      Pastikan cewek tersebut tidak punya orang
tua yang menjadikan kelulusan sekolah sebagai sebuah  syarat untuk pacaran.



4.      Pastikan levelitas cewek tersebut
setingkat dengan levelitas anda.



5.      (Yang paling penting) Pastikan cewek
tersebut tidak punya anjing herder.



 



Akhirnya Otong pun
berhasil menciptakan sebuah semboyan yang paling terkenal mengenai hal ini,
yaitu : “Jangan jadikan penolakan sebagai akhir dari perjalanan cinta, tetapi
jadikanlah penolakan sebagai awal dari penemuan cinta sejati.” Berbekal
semboyan yang terdengar heroik ini pula Otong tidak pernah merasa lelah untuk
terus memburu cintanya dan semakin membiasakan diri dengan penolakan yang
dialami.












[1] Yang ini bisa jadi bukan hiperbola, hayo
ngaku kalau pernah ngalamin J 







[2] Rasa pedih yang menyayat-nyayat hati,
susah dicari obatnya selain mengurung diri, merenung sambil menangis 7 hari 7
malam.






Novelnya saat ini sudah tersedia di toko-toko buku. Semoga bisa dinikmati dan 
memberikan hiburan.












 













Salam,
Sony Asgar
Mr. Right (Grasindo, Agustus 2006)
Opera Zaman : Antologi Cerpen Petualangan (Grafindo, 2006)
Kau Lari Kau Kucari (Grasindo, January 2008) 




      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke