Hm, memang sedikit penerbit yang mau menerima naskah lewat email. Untuk
penulis ini juga agak mengkhawatirkan karena rawan pembajakan. Biasanya
penulis mengirimkan naksah dalam bentuk print-out, lalu kalau udah diterima,
baru dikirim kembali dalam bentuk softcopy.

Maaf ya nggak bisa banyak bantu.

2009/3/4 dello merlion <[email protected]>

>   untuk semua anggota milist yang tahu email-email para penerbit yang
> biasa
> menerbitkan novel atau cerita fiksi lainnya, tolong dong bagi ke aku.
> selama
> ini naskahku ku sebar ke penebit-penerbit via post. ujung-ujungnya biaya
> pengirimannya membengkak. apalagi aku tinggal di kalimantan sedang
> kebanyakan perusaaan penerbitan ada di jawa.
> ada juga yang bisa sharing, gak? apa kiat jitu agar karya kita tembus di
> penerbit?
>
>  
>



-- 
Niken Terate

Kirim email ke