M.Iqbal Dawami, http://resensor.blogspot. com<br /><br />

The Spook’s Apprentice ditulis berdasarkan cerita rakyat (folklore) bangsa 
Inggris di masa lampau. Novel karya Joseph Delaney ini merupakan seri pertama 
yang ditulisnya dalam rangkaian serial legenda Wardstone, sebuah titik 
tertinggi di County yang menyimpan misteri. Alur cerita dari novel ini berpusat 
pada bocah laki-laki yang berusia 13 tahun bernama Tom yang tinggal bersama 
keluarga besarnya di County, sebuah wilayah pedalaman Inggris di kota 
Lancashire.<br />
<br />
Tom adalah putra ketujuh dari seorang ayah yang juga putra ketujuh. Sebuah 
keistimewaan bagi bocah itu, karena diyakini ia mempunyai kemampuan melihat 
sesuatu yang tak dapat dilihat orang lain, semisal makhluk-makhluk gaib: 
Boggart, ghast, ghost dan lain-lain.<br />
<br />
Kisah ini bermula dari kunjungan sang Spook ke rumah Tom untuk menjadikannya 
sebagai murid Spook. Sang Spook tak lain adalah Mr. Gregory, lelaki tua 
berjubah yang selalu membawa tongkat kayu berkeliling County, menjaga penduduk 
lokal dari kejahatan yang muncul di malam hari; hantu (ghast, ghost), boggart 
dan sihir jahat.<br />
<br />
Menjadi Spook adalah pekerjaan berat dan membahayakan bahkan kerap diasingkan 
banyak orang. Dalam kesehariannya sang Spook berkecimpung dengan dunia gaib, 
mengusir roh-roh jahat, hantu dan semacamnya. Banyak orang yang gagal menjadi 
murid Spook, menyerah dan menemui kematiannya menjadi korban kekejian 
Boggart.<br />
<br />
Bukan kemauan Tom menjalani pekerjaan sebagai Spook, namun risiko yang harus 
ditanggungnya sebagai putra di keluarga besar menuntut dirinya untuk hidup 
mandiri. Dan bakat yang dimilikinya sebagai putra ketujuh dari putra ketujuh 
pula, turut menentukan takdirnya menjalani profesi sebagai seorang Spook.<br />
<br />
Tom meninggalkan keluarganya, pergi bersama sang Spook dan menjalani masa 
pengujian di rumah tua yang dihuni banyak hantu. Horor pun dimulai. Tom 
terseok-seok dalam ketakutan yang nyaris meruntuhkan sendi-sendinya. Tapi Tom 
ingin melewati ujian dari sang Spook, karena ia tahu orang tuanya sangat 
menginginkan dirinya menjadi Spook. Walau patah arang, Tom terus berjuang 
menjadi murid yang tak akan mengecewakan guru dan orang tuanya.<br />
<br />
Saat musim panas tiba, petualangan Tom berlanjut di rumah sang Spook, di 
Chipenden. Rumah yang dipenuhi kekuatan magic dan dijaga ketat oleh para 
boggart yang tak terlihat. Kisah yang paling menarik di sini adalah Tom harus 
selalu waspada dengan tanda lonceng yang dibunyikan sebagai jadwal makan. 
Karena begitu ia terlambat atau terlalu cepat mendatanginya, Tom akan merasakan 
akibatnya berduel dengan boggart yang misterius.<br />
<br />
Beberapa bulan Tom menjalani training di Chipenden. Di saat sang spook pergi 
menyelesaikan urusannya untuk beberapa lama, Tom dihadapkan dengan gadis 
misterius bernama Alice yang membujuknya untuk memberikan kue-kue kepada nenek 
sihir yang ditahan sang Spook, di lubang sekitar taman rumah. Tom ragu akan 
membuat kesalahan jika melanggar peraturan yang sudah diwanti-wanti gurunya. 
Namun suatu malam ia nekat menjatuhkan kue-kue tersebut ke lubang nenek sihir, 
Mother Malkin, karena terikat janji dengan Alice.<br />
<br />
Mother Malkin, tercatat sebagai penyihir paling jahat yang mengkonsumsi darah 
segar manusia. Begitu pula Bony Lizzie, cucu dari Mother Malkin yang juga bibi 
Alice. Bony Lizzie mempraktikkan sihir tulang yang didapatkan dari 
tulang-tulang manusia yang sudah dikulitinya. Horor semakin memuncak ketika Tom 
mengetahui bahwa Mother Malkin mulai menampakkan kekuatannya setelah melahap 
kue-kue yang belakangan diketahui berasal dari racikan darah manusia. Seorang 
anak berumur 3 tahun hilang, dan sebelumnya seorang bayi diduga telah diculik 
oleh penyihir jahat. Tom semakin gusar dan ketakutan. Sedangkan Mother Malkin 
telah berhasil keluar dari jeratan di dalam lubangnya. Tom pun harus bertindak 
cepat, menyelamatkan bocah tersebut dan menangkap kembali Mother Malkin tepat 
sebelum jatuh korban.<br />
<br />
Kisah horor pun tidak serta merta berakhir. Secara mengejutkan Tom disekap oleh 
Tusk, makhluk menyeramkan peliharaan Lizzie dengan gigi-gigi yang terlalu 
banyak untuk muat di dalam mulutnya. Tom dilemparkan ke dalam lubang dengan 
kedalaman dua meter untuk dikuliti keesokan harinya sebelum matahari terbit. 
Semalaman Tom berada di dalam lubang antara hidup dan mati, menghadapi hantu 
Billy, murid terakhir sang Spook.<br />
<br />
Tom diselamatkan Alice yang tiba-tiba berubah pikiran. Sedangkan Bony Lizzie 
dan Tusk berhasil diringkus sang Spook dan dimasukkan ke lubang penahanan. Pada 
akhirnya Tom mendapatkan cuti libur dan diperbolehkan pulang selama beberapa 
hari. Namun pulang ke rumah pun tidak lantas memberikan rasa aman bagi Tom. Ruh 
Mother Malkin datang menuntut balas padanya, dan siap merasuki tubuh siapapun 
yang ada di rumahnya.<br />
<br />
Pelajaran terpenting yang dapat diambil adalah Tom tidak pernah ragu mengambil 
inisiatif, dan selalu berpegang pada apa yang telah diajarkan gurunya. Tom pun 
menyadari bahwa seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan tidak pernah 
berbuat apa-apa. Dia merasa bahwa kegelapan akan terus mengumpulkan 
kekuatannya, dan pekerjaannya akan semakin sulit. Tapi Tom akan terus belajar 
dan belajar seperti yang dipesankan ibunya.<br />
<br />
Novel ini mutlak menyoroti dunia mistik dan tahayul yang berlangsung pada abad 
pertengahan di Inggris. Tema-tema magic dan kekuatan sihir memang menjadi daya 
tarik tersendiri yang sering dihadirkan dalam cerita novel bergenre horror. 
Kisahnya mengungkap petualangan yang mendebarkan sekaligus memikat. Penulis pun 
dengan lihai menyuguhkan figur keberanian sang tokoh utama dan kekejian sang 
penyihir sehingga mampu mengejutkan sekaligus menyenangkan bagi semua pembaca 
baik anak-anak maupun kalangan dewasa. Deskripsi tentang petualangan, 
marabahaya, cinta dan keberanian sangat mudah dirasakan begitu membaca novel 
ini dari awal sampai akhir.<br />
<br />
Terdapat 5 seri novel lainnya yang ditulis Joseph Delaney setelah novel <em>The 
Spook Apprentice ini. Dari seri-seri tersebut semuanya diangkat berdasarkan 
latar belakang sebuah tempat yang benar-benar nyata di Lancashire. Inspirasi 
novel serial sejarah Wardstone ini berkembang dari cerita dan legenda tentang 
hantu (ghast, ghost) setempat.***

selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/resensi.php
dan silakan klik detail bukunya di 
http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=849


Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com


------------------------------------

     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebangetYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke