<div>Kompas.com, Selasa, 27 Oktober 2009</div><div><br></div><div>Bulan 
Ramadhan merupakan bulan yang yang sangat istimewa bagi umat Islam. Dalam bulan 
ini, umat Islam akan melakukan kontemplasi secara universal untuk merefleksikan 
keberagamannya yang telah dilakukan selama ini. Dengan berkontemplasi, umat 
Islam akan mengarungi samudra ruhani keilahiahan yang akan mengantarkannya 
menuju hamba pilihan, yakni hamba yang bertaqwa [Al-Baqoroh: 183]. Namun, jalan 
menuju pribadi paripurna yang bertaqwa ternyata tidaklah semudah yang 
dibayangkan. Banyak duri-duri ditengah jalan yang begitu tajam, sehingga 
apabila kita tersandung sedikit saja, tidak hanya kana mematahkan kualitas 
puasa kita, namun juga mematahkan idealisme kita menuju yang namanya 
muttaqin.</div><div><br></div><div>Dan ini sekarang banyak terjadi bagi umat 
Islam. Puasa banyak dimaknai hanya sebagai menahan makan dan minum saja, 
sehingga berbagai kemaksiatan dan kejahatan terselubung lainnya tetap subur. 
Lihat saja mereka yang mengaku sebagai pemimpin bangsa dan wakil rakyat, disaat 
rakyat menderita karena ditekan krisis yang beiutu akut, mereka berlomba-loma 
menaikkan gajinya dengan begitu semangat dan meriah. Seolah tidak ada beban 
moral terhadap kondisi mencekam yang tengah diderita rakyat yang dilanda stres 
dan depresi.</div><div><br></div><div>Buku yang ditulis Kang Jalal –panggilan 
akrab Jalaluddin Rahmat- ini berusaha memaparkan makna puasa secara holistik, 
menyeluruh. Memaknai puasa secara holistik merupakan keniscayaan ditengah 
bangsa yang akut sekarang. Dalam pandangan Kang Jalal, puasa seara holistik 
adalah abagiaman kita mampu mengkhidmatkan diri kita epada tuhan dan manusia. 
Berkhidmat kepada tuhan yakni degan melakukan ritual yang telah diatur dalam 
ajaran fiqh, seperti puasa, shalat, zakat, berzikir, dan ibadah ritual 
lainnya.</div><div><br></div><div>Sementara berkhidmat kepada manusia adalah 
bagaiman kita mampu mentransformasikan nilai-nilai luhur puasa kedalam 
kehidupan sosial kemasyarakatan empirik. Keduanya harus beriringan. Karena 
terjadi berat sebelah, maka hanya kenistaan dan kehampaan yang akan diperoleh 
manusia. Atau dalam haditsnya Nabi menyebutkan “Betapa banyak orang yang 
berpuasa, tetpai tidak emmeproleh apapun dari puasanya keuali lapar dan 
dahaga”.</div><div><br></div><div>Untuk mampu mensinergikan keduanya,bagi Kang 
Jalal, menundukkan nafsu ammarahnya. Karena seseorang yang mampu pada tingkat 
yang keterikatan ruhnya lebih besar dari pada keterkaitan kepada tubuhnya, akan 
mampu mengendalikan tubuhnya. Orang yang sangat terikat dengan tubuh, akan 
sangat mudah sekali dipengaruhi oleh perubahan cuaca. Dia bisa kedinginan kalau 
suhu udara turun. Dia juga bisa kegerahan kalau suhu udara naik. Sedangkan 
orang yang sudah terbiasa lebih terikat kepada ruh, akan bisa mencipta. Dia 
bisa membuat tubuhnya hangat ketika udara sedang 
dingin.</div><div><br></div><div>Menurut Murtadha Muthahhari, salah satu tahap 
dalam wilayah atau kewaliyan seseorang adalah tahap ketika ketika ia sudah 
mengendalikan hawa nafsu. Manahan makan dan minum serta menahan diri dari 
perbuatan zina sudah termauk tingkat wilayah yang paling awal. Jika seseorang 
sudah berhasil mengendalikan seluruh hawa nafsunya, dia akan naik kepada 
wilayah kedua, yakni ketika ruhnya sudah bsia mengendalikan tubuhnya. Tingkat 
yang ke tiga adalah ketika ruhnya sudah bisa mengendalikan gerakan alam 
semesta. Kalau ia menyatakan sesuatu itu jadi, maka terjadilah sesuatu itu. 
Menurut Muhammad Iqbal, orag seperti ini adalah orang yang sudah bisa 
menentukan takdirnya. Ketika ia bisa menetukan takdir, menggenggam takdir 
ditangannya, dan tidak lagi tunduk kepada takdir, maka bahkan Allah pun 
menentukan takdir dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepadanya. [hal. 
26-27].</div><div><br></div><div>Penjelasan yang diuraikan Kang Jalal tersebut 
mengarahkan manusia agar berlomba-lomba menjadi manusia rabbani. Atau dalam 
bahasnya Muhammad Asad, pakar tafsir terkemuka, manusia rabbani adalah manusia 
yang dalam kehidupan sehari-harinya mampu menghadirkan kesadaran ilahi [god 
concisiuonues] dalam wilayah kesadaran kemanusiaan. Dialah manusia yang akan 
mampu mentransformasikan akhlaq tuhan dalam wujud manusia sebagaimana yang 
disabdakan Nabi “berakhlaklah kalian sebagaimana akhlaknya 
Allah”.</div><div><br></div><div>Kemampuan menghadirkan akhlaq tuhan dalam 
wilayah kemanusiaan sudah barang tentu akan menghasilakn kualitas manusia yang 
sempurna, paripurna. Yakni manusia yang selalu memberontak terhadap tatanan 
kehidupan yang bertentangan dengan nilai ilahi. Praktek-praktek korupsi, 
kolusi, nepotisme dan berbagai kejahtan lainnya tidak hanya dihindai, namun 
juga diusahakan untuk dibasmi dan dimusnahkan.</div><div><br></div><div>Inilah 
kekuatan jiwa seorang yang bertaqwa, yang dalam penjelasan Kang Jalal dalam 
bukunya ini,  akan merubah siste sosial yang despotik dan absolut. Kehadiran 
manusi-manusia rabbani akan selalu dinantikan di mua bumi untuk mengajarkan 
nilai ketuhanan kepada segenap alam semesta. Dan Kang Jalal dalam buku ini 
hadir untuk membawa pembaa menuju manusia-manusia rabbani tersebut. Walaupun 
buku yang menjelaskan ritual seperti ini terkesan doktriner, namun Kang jalal 
mampu menyajikannya dengan enak.</div><div><br></div><div>Dengan gaya bertutur 
yang lentur dan urut disertai dengan cerita-cerita yang menggugah, Kang Jalal 
mampu menggugah nalar kritis dan nalar spiritual kita dengan penuh kesabaran 
dan kesadaran tinggi. Inilah yang membuat buku layak kita jadikan pedoman, baik 
dalm bulan puasa, terlebih pasca-ramadhan nanti. Karena tatangan utama orang 
yang puasa sebenarnya adalah mampu menstrasnformaiskan nilai-nilai puasa 
pasca-ramadhan.</div><div><br></div><div>Oleh: Siti Muyassarotul 
Hafidzoh, Peneliti Center for Developing Islamic Education (CDIE) Fak Tarbiyah 
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.</div>

selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/resensi.php
dan silakan klik detail bukunya di 
http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=3903


Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com


------------------------------------

     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebangetYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke