<div>Jawa Pos, Minggu, 14 Maret 2010</div><div><br>
</div><div>AKTIVASI otak tengah adalah fenomena baru di Indonesia. Kurang lebih 
enam bulan lalu, aktivasi otak tengah untuk anak usia lima hingga lima belas 
tahun mulai meramaikan workshop edukasi dan perkembangan otak anak. Inikah cara 
instan menjadikan anak Anda genius dan "hebat"? </div><div><br>
</div><div>Di Malaysia, otak tengah dikenal sejak lima tahun lalu. Bahkan oleh 
pemerintah Malaysia, aktivasi otak tengah langsung direspons positif, terkait 
pengembangan pendidikan anak-anak. Sedangkan di Indonesia, aktivasi otak tengah 
dikenalkan David Ting dari negeri jiran.</div><div><br>
</div><div>Sementara di Jepang, sudah lebih dari 40 tahun silam aktivasi otak 
tengah telah teruji dan terbukti. Namun, Negeri Sakura itu tidak membuka 
rahasia teknik aktivasi ke publik di luar Jepang. </div><div><br>
</div><div>Pembedaan adanya otak kiri dan otak kanan umum kita kenal. Otak kiri 
dikenal berperan pada logika, pembelajaran bahasa, angka, tulisan, dan 
hitungan. Sedangkan otak kanan berperan pada daya kreativitas, imajinasi, dan 
lainnya. Nah, otak tengah (mesencephalon) berfungsi sebagai jembatan penghubung 
antara otak kanan dan otak kiri. Selain itu, otak tengah berfungsi sebagai 
keseimbangan.</div><div><br>
</div><div>Otak tengah juga diyakini sebagai perkembangan pertama dalam 
pertumbuhan janin. Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang berfungsi 
seperti stasiun relai untuk informasi pendengaran dan penglihatan. Otak tengah 
juga berperan untuk meningkatkan kemampuan mengasihi orang lain.</div><div><br>
</div><div>Otak tengah tidak saja bisa diaktifkan secara "manual", tapi juga 
aktif secara alami. Orang-orang yang otak tengahnya aktif secara alami biasanya 
disebut orang-orang dengan kemampuan luar biasa. Misalnya, tunalnetra yang bisa 
"melihat" dimungkinkan otak tengahnya aktif secara alami. </div><div><br>
</div><div>Otak tengah sudah lama masuk ranah penelitian medis kedokteran. 
Penelitian otak tengah berhubungan dengan frekuensi gelombang otak (alpha 
hingga tetha) yang dikenal bisa mengondisi tubuh manusia menjadi rileks dan 
nyaman. </div><div><br>
</div><div>Sesuai penamaan, otak tengah terletak di posisi tengah di antara 
otak kiri dan kanan. Otak tengah mendominasi perkembangan otak secara 
keseluruhan. Di dalam kandungan, ukuran otak tengah, jika dibandingkan dengan 
bagian otak lain, paling dominan. Bahkan, bayi dalam kandungan diduga dapat 
melihat keluar rahim ibunya lewat perantara otak tengah (hlm 
79-80).</div><div><br>
</div><div>Metode mengaktifkan otak tengah oleh GMC (Genius Mind Consultancy) 
itu dilakukan dengan komputerisasi, bermain, dan mendengarkan suara. Penulis 
buku ini meyakini keberhasilan pengaktifannya hingga 90 persen. </div><div><br>
</div><div>Dalam buku ini, Hartono menyebutkan, bila otak tengah telah 
diaktifkan, daya konsentrasi akan meningkat, kemampuan fisik dalam olahraga 
akan berkembang, otak kanan dan kiri lebih seimbang, ada keseimbangan hormon, 
serta daya intuisi meningkat. Terkait mental anak, manfaat secara umum otak 
tengah, anak yang hiperaktif bisa duduk dengan tenang. Anak yang diam menjadi 
lebih aktif. </div><div><br>
</div><div>Efek-efek yang ditimbulkan setelah otak tengah diaktifkan 
bermacam-macam dan masing-masing anak tidak dapat disamakan. Misalnya, ada yang 
dominan dengan intuisinya, seperti bisa memprediksi kejadian masa mendatang, 
membaca warna dengan mata tertutup, dan sebagainya. </div><div><br>
</div><div>Ada efek "ajaib" yang ditimbulkan setelah otak tengah anak 
diaktifkan. Salah satunya bisa mendeteksi penyakit, menerima sinyal firasat, 
menebak kartu, mewarnai tanpa melihat, dan lainnya. Namun, efek di sini tidak 
dimaksudkan untuk mengarahkan anak menjadi pesulap atau cenayang. Sekali lagi 
metode tutup mata dimaksudkan untuk melatih otak tengah yang telah diaktifkan 
agar tidak tertidur lagi. </div><div><br>
</div><div>Hanya, mengapa otak tengah tidak diaktifkan saat usia anak 0 hingga 
5 tahun atau di atas usia 15 tahun, tidak dijelaskan secara rinci. Hartono 
(penulis buku ini) mengatakan bahwa sangat mungkin setelah usia 15 tahun, otak 
tengah akan sulit diaktifkan. </div><div><br>
</div><div>Dalam buku ini juga tidak dipaparkan bagaimana cara mengaktifkan 
otak tengah secara khusus dan detail untuk mendapatkan gambaran yang terang. 
Untuk menutupi kekurangan itu, Hartono coba menunjukkan secara audiovisual 
lewat video penyerta dan alamat-alamat website pendukung informasi otak tengah. 
Dalam video tersebut, didokumentasikan demo anak-anak yang telah diaktifkan 
otak tengahnya. Selain itu, video penyerta berisi wawancara dan testimoni dari 
orang tua yang otak tengah anak-anaknya diaktifkan. </div><div><br>
</div><div>Informasi dalam buku ini menambah terobosan baru yang bersinggungan 
dengan dunia edukasi dan perkembangan kecerdasan anak. Namun, biaya aktivasi 
otak tengah yang relatif mahal bisa menjadi kendala di kalangan masyarakat 
menengah-bawah. Nah, semestinya, hasil penelitian yang sudah teruji dan 
terbukti itu direspons pemerintah, baik melalui departemen pendidikan nasional 
maupun dinas kesehatan. (*)</div><div><br>
</div><div>Judul Buku: Dahsyatnya Otak Tengah </div><div><br>
</div><div>Penulis: Hartono Sangkanparan</div><div>Penerbit : 
Visimedia</div><div>Cetakan: Pertama, 2010</div><div>Tebal: xvi   148 
halaman </div><div>*) Adi Baskoro, pembaca buku dan pemiliki blog 
rumahmatahari.com </div>

selengkapnya silakan klik http://www.dinamikaebooks.com/resensi.php
dan silakan klik detail bukunya di 
http://www.dinamikaebooks.com/details.php?view=5694


Dinamika Ebooks
http://www.dinamikaebooks.com


------------------------------------

     || cerkit ||

arsip : www.gmail.com
login : cerita.kita
pwd   : ramebangetYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/cerkit/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke